CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 68


__ADS_3

“Mama, Mama ini serius kita mau liburan bertiga sama Papa juga” ucap Rafka yang sedari tadi mengikuti langkah mamanya yang ke sana kemari mengambil bajunya dari dalam lemari sedangkan bocah itu berbalut handuk dengan rambut basahnya.


“Iya sayang, kamu senang kan” jawab Adiba menoleh kebelakang sambil mengambil baju dari dalam lemari.


“Senang banget Ma, apalagi sama Papa. Kita nggak pernah liburan keluarga begini sebelumnya pasti sama Oma Julia terus. Yey, akhirnya aku bisa liburan sama Mama Papa” girang bocah itu sembari loncat-loncat senang.


Adiba yang melihatnya hany tersenyum saja, dia juga ikut merasa senang akhirnya apa yang diinginkan rafka saat ini terwujud juga.


“Ini baju kamu, kamu pakai sendiri ya sayang Mama mau masukin baju kamu yang lain kedalam tas” ucap Adiba sambil menyerahkan kaos dan juga celana pendek pada anaknya.


“Oke Mama, aku kan udah besar” bocah itu tanpa protes mengambil baju dari tangan sang Mama dan memakainya sendiri.


Adiba memilih-milih baju mana yang akan di kenakan Rafka saat mereka liburan bertiga nanti. Dia sedikit terlambat bangun sih jadinya telat menyiapkan baju untuk anaknya. Dan untuk saja semalam dia sudah mengemas bajunya dan juga baju Rendra mereka tidak berlibur jauh sih hanya di Vila keluarga Rendra saja.


“Mama ini benarkan,” ucap bocah itu memanggil Mamanya agar melihat baju yang dia kenakan tidak salah.


“bener kok sayang” balas Adiba memasukkan baju anaknya kedalam tas.


“Papa mana ma, belum bangun ya”


“Papa udah bangun kok, dia masih mandi”


“Sini mama sisir rambut kamu” pinta Adiba agar anaknya mendekat padanya saat ini. Rafka menuruti apa kata mamanya, dia langsung berjalan menghampiri sang Mama.


Adiba langsung menyisir rambut putranya tersebut,


“Ma coba kita masih tinggal di rumah Oma Julia pasti teman-teman yang sering ngatain aku dulu iri deh, karena aku punya papa yang ganteng dari Papa mereka terus kita liburan ke Vila keluarga. Pasti mereka bakal mau temenan sama Rafka” celoteh bocah itu membayangkan kalau dia tinggal di rumah Oma Julia nya.


“Nggak boleh pamer gitu sayang, biarin mereka yang ngatain kamu. pasti sama tuhan di bales kok”


“Sudah sayang, anak Mama sudah ganteng nih” ucap Adiba lagi sambil melihat anaknya yang sudah rapi.


“Makasih Mama” ucap Rafka sambil memberikan kecupan pada Mamanya.


“Udah yok kebawah, kamu tunggu di meja makan dulu ya. Mama mau manggil Papa kamu dulu”


“Oke Mama” jawab bocah itu dan langsung berlari pergi lebih dulu, dia begitu senangnya sekarang karena orang tuanya ada waktu juga untuk dirinya.


Adiba sendiri langsung berdiri dari duduknya dan membawa tas milik rafka yang didalamnya berisi baju dan perlengkapan anaknya yang lain.


..........................................


“Mas sudah belum, ayo kebawah Rafka udah nunggu di bawah” ucap Adiba yang membuka pintu kamar.


Rendra yang tengah menyemprotkan parfum di bajunya langsung melihat kebelakang menatap aneh istrinya. Dia menaruh botol Parfum perlahan di tempatnya, dan berjalan menghampiri Adiba yang juga menghampiri dirinya.


“Sayang tadi aku nggak salah denger kan kamu manggil aku apa?” ucap Rendra menatap tak percaya pada istrinya.


“Kamu manggil aku mas, mimpi apa sayang?” lanjut Rendra.

__ADS_1


“Kan kamu yang minta, aku nurut dong sama suami”


“Serius kamu mau manggil aku mas, nah gitu dong” ucap Renda tersenyum lebar menarik pinggang istrinya agar mendekat.


“Aku pikir nggak buruk juga manggil kamu mas, kamu suami ku” pungkas perempuan itu.


“Makin cinta aku sama kamu, kalau nurut begini”


“Aku juga makin cinta sama kamu mas kalau makin dewasa kebapakan, aku suka kamu yang sekarang jauh berbeda dari kamu dulu” senyum manis Adiba ia perlihatkan pada suaminya itu.


“gemes aku sama kamu,” ucap Rendra tersenyum sambil mencubit pipi Adiba.


Adiba memeluk Rendra erat, dia tersenyum dalam pelukan suaminya. Memang dia pikir juga selama ini dia kurang sopa dengan suaminya apalagi dia tidak sengaja mendengar percakapan kedua mertuanya yang membicarakan dirinya yang tidak sopan dengan suami. Dia tidak sakit hati dengan mertuanya, itu malah membuat dirinya berpikir untuk tidak egois dengan diri sendiri.


“kenapa jadi peluk, nanti kalau kebabalasan gimana? Malah nggak jadi liburan kita” ucap Rendra menggoda istrinya.


“Kamu,” ucap Adiba mencubit perut suaminya dan melepaskan pelukannya.


“Jangan dong mas kasihan Rafka, dia seneng banget mau liburan sama kita” lanjut Adiba sambil cemberut menatap Rendra.


“Ya habisnya kamu mau peluk aja, kan aku orangnya nggak tahan kalau kamu manis begini aku bisa hilang kendali” canda Rendra.


“Udah ah ayo,” ucap Adiba sambil menarik suaminya untuk keluar.


“Eh bentar sayang tas ranselku belum aku bawa kebawah” ucap Rendra menghentikan langkahnya dan dia sambil menggandeng tangan sang istri mengambil tas Ransel dimana terdapat baju mereka berdua di dalam situ.


Karena hanya menginap satu malam saja jadi mereka tidak membawa baju terlalu banyak, dan hanya membawa beberapa potong baju saja.


.........................................


Adiba yang duduk disebelahnya melirik sekilas kearah suaminya yang tidak senang saat menerima panggilan itu.


Mereka bertiga sekarang berada di dalam mobil perjalanan menuju ke Vila milik keluarga Rendra yang berada di Bogor.


“Aku bisa bicara sebentar dengan Adiba?” ucap suara di seberang sana yang tak lain adalah Tama.


“Kenapa kalau ingin bicara dengan istriku harus meneleponku sengaja agar bisa memanas-manasiku” sinis Rendra.


“Aku memang sengaja tapi bukan seperti yang kau tuduhkan, aku menelpon mu agar kau tidak salah paham soal ku. Bisa aku bicara dengan Adiba sebentar?” ucap rendra.


“Nih sayang” ucap Rendra sambil menyerahkan ponselnya pada Adiba.


“Siapa?” Adiba tampak bingung saat Rendra menyerahkan ponsel padanya dengan wajah kesal.


“Tama” jawabannya singkat dan kembali fokus ke depan, tapi sebelum itu dia melihat kebelakang dimana anaknya tengah tidur.


“Halo bang Tama” ucap Adiba saat dia menerima panggilan itu.


“Iya halo Diba, kamu sama Rendra dimana sekarang?”

__ADS_1


“Aku didalam mobil mau ke Bogor bang , memang kenapa?”


“Oh mau ke Bogor ya, abang kira kamu di Jakarta.


“Ada apa bang?”


“Abang sebenarnya mau minta tolong sama kamu, karena kamu pergi ya udah nggak jadi”


“Minta tolong apa memangnya bang”


“Itu abang mau nyuruh kamu singkirin foto-fotonya Tere di apartemennya Pram. Besok Abang pulang ke Indo”


“Yah maaf ya bang, aku nggak di rumah”


“Iya nggak pa-pa kok, tapi kalau boleh abang tahu mau apa ke Bogor?”


“Ngajak Rafka liburan bang, ngabisin waktu bertiga sama Rafka. Kan dia belum pernah liburan bertiga”


“Oh, selamat liburan ya” ucap Tama diseberang sana.


“Iya bang”


“Ya udah, abang matikan panggilannya. Nanti suami kamu ngira abang ngomong aneh-aneh” ucap Tama.


“Iya bang”


“Eh bentar jangan dimatikan dulu, kasihkan ke Rendra abang mau ngucapin terima kasih sama dia karena sudah bolehin abang ngomong sama kamu”


Adiba langsung memberikan ponselnya pada Rendra kembali,


“Mas, Bang Tama mau bicara sama kamu” ucapnya sembari menyerahkan ponsel itu.


“Mau bicara apa?”


“Nggak tahu,” jawab Adiba.


“Halo mau ngomong apa?”


“Terimakasih karena sudah memperbolehkan ku bicara dengan Adiba” ucap Tama pada Rendra.


“Iya sama-sama”


“Ya sudah aku matikan panggilannya” ucap Tama di seberang sana.


“hemm”


Panggilan langsung terputus, dan Rendra kembali menaruh ponselnya di dasbor mobil saat ini.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2