CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 156


__ADS_3

“Makasih Om Jeremy,” ucap Nanda yang kelaur dari mobil Jeremy dia diantar Om dari temannya itu sehabis pulang dari tempat les bahasa asing mereka. Nanda sahabat Rafka karena mereka bertetangga tetapi mereka beruda beda sekolah dan hanya sama tempat les bahasa asing saja.


“Sama-sama anak ganteng,” jawab Jeremy dari dalam mobil.


“Rafka nanti mau main kerumahku nggak, mamaku buat Cake Chees katanya suruh ngajak kamu kerumah” ucap Nanda pada Rafka yang duduk di kursi belakang.


“Nggak nan,” tolak Rafka smabil menunduks edih, padahal dia ingin sekali bermain kerumah Nanda apalagi mama temannya membuat cake kesukaannya.


“Kenapa?” Nanda juga tampak sedih karena penolakan Rafka.


“Aku mau belajar dirumah,” jawab Rafka, sebenarnya bukan itu saja alasannya melainkan papa dan mamanya elarang dirinya untuk banyak bermain.


“udah main aja kerumah Nanda. Om ijinin kok” sahut Jeremy yang sambil melihat kebelakang.


“Nggak Om,”


“Ya sudah kalau kamu nggak mau Rafka, dada sampai ketemu lagi..Dada Om emy,.” Ucap Nanda yang melambaikan tangan pada om dan keponakan itu.


Rafka membalas lambaian tangan dari Nanda,


“dada nanda, salam buat mama papa ya” ucap Jeremy dna mulai menjalankan mobilnya meninggalkan depan rumah dari sahabat keponakannya tersebut.


“Kamu nggak mau main karena takut dimarahi mama sama papa kamu?” tanya Jeremy sambil melihat keponakannya yang duduk di belakang melalui kaca kecil dalam mobil.


“Nggak kok Om, aku nggak mau main aja” bohong Rafka.


“nggak usah bohong sama Om, om tahu kok mama sama papa kamu marah kalau kamu main. Tapi kan mereka sekarang nggak ada dirumah, main aja om nggak bakal bilang sama mereka”


“Nggak Om, papa bilang sama aku kalau kita jadi pria jangan pernah ingkar dengan janjinya” Rafka tetap kukuh pada pendiriannya yang telah di tanamkan oelha sang papa di kepalanya.


“Ya sudah kalau kamu nggak mau” Jeremy hanya pasrah saja karena keponakannya tetap menolak.

__ADS_1


Dia langsung fokus kembali menyetir mobilnya menuju ruma sang kakak mengantarkan keponakannya tersebut pulang kerumah.


Setelah sampai dirumah, Rafka baru saja membuka pintu rumahnya dan langsung di sambut oleh beberapa kertas yang jatuh dari balon yang meletus.


“Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Rafka...” nyanyian-nyaian ulang tahun di nyanyikan menyambut bocah itu yang masih terpaku berdiri di depan pintu.


Rumahnya cukup ramai, ada Oma Oppanya, adik adiknya dan oma Rini dan Opa Alif serta tente Chikanya dan Om Alfinnya yang juga ada didepannya saat ini.


“Om Alfin,” seru Rafka girang saat melihat pria itu. Dia sudah lama tidak bertemu dengan omnya tersebut.


“hay,..” senyum Alfin dan berjalan mendekati keponakannya dan ia tak tangung langsung menggendong sang keponakan yang sudah delapan tahun itu.


“Rafka seneng kan sama kejutan dari Om sama Opa, mereka kesini buat ulang tahun kamu sayang” ucap Citra pada snag cucu.


Keluarga Rini memang kemarin-kemarin tidak ada di Jakarta mereka sedang ada di Surabaya karena melihat ornag tau Alif yang sednag sakit. Sekaligus melihat rumah meeka dulu setelah orang yang menyewa rumah mereka sudah tidak menempatinya.


“Seneng Oma,” jawab rafka, Alfin langsung menurunkan Rafka dari gendongannya.


‘Iya ayo masuk-masuk, kita lanjutkan di dalam perayaannya” ucap Frans meminta mereka semua untuk masuk kedalam melanjutkan sambutan ulang tahun mereka untuk Rafka.


“Sudah nggak sedih lagi kan karena mama sama papa kamu nggak ada disini, ada Om Alfin sama tante Chika disini” ucap Jeremy yang berjalan di sebelah Rafka dan Alfin.


Rafka hanya mengangguk kecil, meskipun dia senang karena keluarga dari pihak mamanya datang tapi mama dan papanya tidak ada bersamanya membuatnya tidak bisa memungkiri kesedihan itu.


..................................................


Rendra dan Adiba sudah sampai di rumah menjelang subuh, mereka baru saja di jemput oleh Jeremy yang beberpaa kali menguap di belakang mereka.


“Sudahkan kak, aku mau ke kamarku lagi. Mau tidur sama bini lagi” ucap Jeremy menutup mulutnya melewati kakak dan kakak iparnya yang baru pulang.


“Jeremy Rafka dimana?” tanya Adiba sebelum adik iparnya berlalu.

__ADS_1


“Di kamarnya kak” jawab Jeremy sambil berbalik melihat keduanya.


“Kemarin dia ulang tahunnya gimana?” tanya Rendra terlihat sungkan untuk bertanya.


“Ya menurut kakak gimana? Sudah ya, aku mau ke kamar.” pungkas Jeremy dan langsung berlalu.


“Sayang kamu ke kamar kita aja dulu atau nggak ke kamar si kembar. Aku mau ke kamar Rafka, aku tidur disana ya” ucap Rendra.


“Ngapain mas tidur disana?” heran Adiba.


“Aku mau bikin kejutan ke dia, sudah kamu mandi dulu sana baru ke si kembar. Mereka pasti juga kengan sama kamu” ucap Rendra.


“Ya sudah kalau begitu mas, Rafka pasti senang lihat kamu nanti” Adiba berusaha memberi ruang untuk suaminya meminta maaf pada Rafka dengan memebri kejutan putra sulungnya itu.


“Ya sudah ya aku keatas dulu, oh iya nanti mang ujang suruh masukin semua mainan Rafka sama anak-anak ke kamar si kembar aja” pesan Rendra pada sang istri untuk ujang sopir pribadi dirumah mereka.


“Iya mas”


Rendra langsung berjalan kearah tangga untuk ke kamar Rafka, ia akan tidur disana membuat kejutan untuk sang anak. Sedangkan Adiba berjalan masuk kedalam kamar anak-anaknya yang lain menemui ketga bayi itu rasanya mereka kangen dengan anak-anak padaha baru beberapa hari meninggalkan mereka semua.


Rendra membuka kamar anaknya perlahan melihat putra sulngnya itu yang tidur sendirian sambil berselimut bad cover bergambar super mario. Anaknya itu memang senang bermain game jadul tersebut padahal itu sudah tidak terllau disenangi di era anak jaman sekarang. Tapi Rafka masih menyukainya.


“Maafin papa sayang,” lirih Rendra sambil berjalan kearah tempat tidur Rafka. Dia menyibak selimut itu dan langsung merebahkan dirinya di sebelah sang anak menaruh tangannya perlahan di bawah kepala anaknya agar menjadi bantal. Ia mengecup kening putranya yang sedikit menggeliat.


“maafin papa ya, papa benar minta maaf ya bang. mulai sekarang papa nggak akan mengekang kamu lagi, maafin cara papa yang salah ya..” gumam Rendra sambil mengusap lembut kepala anaknya.


Rafka benar-benar duplikat dirinya dari sisi wajah, ia merasa melihat dirinya kecil dulu.


“Cukup wajah kamu yang mirip sama papa ya sayang, semoga sikap kamu nggak kayak papa. Semoga kamu lebih baik dari papa yang dulu ya, kamu harapan papa untuk menjaga mama dan adik-adik kamu..” ucap Rendra sambil mendekap sang anak yang masih pulas dalam tidurnya. Rendra perlahan juga mulai memejamkan matanya, dirinya cukup lelah setelah perjalanan yang jauh. Semoga esok pagi Rafka senang melihat dirinya ada di sini.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2