CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 123


__ADS_3

“Gwen,” gumam Rendra saat sampai diteras rumahnya dan dia lansung memeprcepat langkahnya amsuk kedalam rumah saat ini mengusir perempuan itu agar tidak ada di rumahnya dan agar tidak berbicara yang aneh-aneh dengan istrinya.


“Ada apa kau kesini?” tukas Rendra dengan dingin saat dia sudah berada di depan perempuan yang bertahun-tahun tak ia temui.


“mas Rendra, kamu sudah pulang” Adiba yang melihat suaminya tiba-tiba masuk kedalam dan langsung berdiri di depan Gwen membuatnya terkejut.


Begitu juga Gwen yang tadi tengah berbicara dengan istri Rendra langsung berbalik melihat pria itu yang sudah berdiri di depannya.


“kenapa kamu nyuruh orang asing masuk kerumah kita sayang” tegur Rendra pada istrinya, dia sesekali melihat Gwen kembali dengan tatapan tak senang.


“Mas, duduk dulu. nggak sopan ada tamu begitu” Adiba langsung berdiri dan mengajak suaminya untuk duduk disebelahnya.


“Dia bukan tamu kita, kamu lupa dia hampir ngancurin rumah tangga kita” Rendra masih belum bisa tenang meskipun dia sudah duduk disebelah istrinya.


“Rendra aku minta maaf soal itu, aku kesini tidak ada niat jahat padamu atau istrimu” ucap Gwen yang membuka suaranya.


“Aku tidak percaya dengan ucapanmu, lebih baik sekarang kau pergi dari sini. Kau tidak pantas menginjakkan kakimu dirumahku” usir Rendra yang tak begitu percaya dengan Gwen, karena dia sudah teramat sakit hati dengan perbuatan perempuan itu dan keluarganya.


“Mas, kamu ni jangan emosi dulu dengarkan dulu apa yang mau dia bilang. Dia kesini benar mau minta maaf,” Adiba berusaha untuk menenagkan serta membujuk Rendra agar tak hilang kendali.


“Maaf, saya lama di belakang” ucap seorang pria yang baru saja muncul dari arah dalam rumah.


Rendra dan yang lainnya yang melihat itu langsung menatap pria yang baru saja mucul tersebut. Rendra yang bingung dan tak tahu siapa itu langsung menatap istrinya.


“Itu pacar Gwen” lirih Adiba di depan wajah suaminya.


Rendra langsung melihat ekarah Gwen dan pria barusan,


“Ini kekasihku, ayah dari anakku. Dia pria yang aku cintai, jika kau marah karena perbuatan orang tuaku kemarin. Kalau begitu aku dan kekasih ku pamit pergi” ucap Gwen pada Rendra.


“Gwen, jangan buru-buru. Di habiskan dulu minumnya,” ucap Adiba yang melarang dua orang itu untuk tidak pergi.


“Aku rasa, kalau kita berdua disini Rendra tidak menyukainya. Aku benar-benar minta maaf atas apa yang aku dan orang tuaku lakukan pada kalian. Semoga rumah tangga bkalian berjaan harmonis hingga mau memisahkan, permisi kita berdua pergi dulu. ayo sayang” ucap Gwen dan langsung mengaitkan tangannya di lengan pria yang berada di sampingnya.


Pria itu tampak bingun tetapi dia mengikuti saja apa yang di katakan Gwen,


“Mari, kita permisi dulu” ucap Pria yang setengah bule itu.


Rendra hanya diam saja, entah dia merasa bersalah atau merasa tak enak telah berburuk sangka pada Gwen yang jelas dia hanya diam saja tak menanggapinya. Adiba sendiri melihat sedikit kesal pada Rendra dan langsung mengantar tamunya untuk keluar.


......................................................

__ADS_1


“Mas, seharusnya sikapmu tadi janagn seperti itu pada Gwen. Kamu tiba-tiba berburuk sangka sama dia,” ucap Adiba sambil menyerahkan handuk pada Rendra yang melepas bajunya saat ini. dia baru saja akan mandi setelah mengobrol dengan bunda dan juga sepupu istrinya.


“Gimana aku nggak berburuk sangka, itu Gwen. Dia perempuan nggak jelas, kamu juga tahu kan seberapa nggak jelasnya dia waktu nelpon kamu dulu” ucap Rendra sambil mengambil handuk dari tangan istrinya dan menggantinya dengan baju kotornya.


“Tau, aku juga tadi sempet deng berpikiran buruk sama dia waktu dateng’”


“Itu kamu juga berburuk sangka sama dia sayang, gitu aja ngomelin aku”


“ya tapi kan aku berburuk sangkanya nggak kayak kamu langsung marah-marah sama ngusir dia. itu nggak sopan mas, Mbak Oki kalau tahu sikap kamu begitu sama orang lain pasti kamu diceramahin deh” ucap Adiba menasehati istrinya.


“Gwen tadi ngomongin apa aja?”


“Nggak ngomong apa-apa, kenapa? Kok kamu kelihatan gugup begitu jangan-jangan kamu nyimpen rahasia ya dari aku” ucap Adiba sambil mendekatkan wajahnya pada sang suami.


“Ngarang, aku nggak nutupin apa-apa ya” sungut Rendra.


“Kok tanya Gwen bilang apa aja?”


“Ya siapa tahu dia ngarang cerita, biar kamu marah sama aku”


“Dia nggak ngarang cerita, dia cuman bilang maaf sama cerita soal dia dan kamu dulu. dia bilang kalau kamu macari dia dulu karena terpaksa dan nggak sepenuhnya cinta” jelas Adiba menceritakan kembali apa yang Gwen bilang padanya tadi.


“Nggaka da cuman itu, kenapa sih mas, sudah sana mandi dulu” ucap rendra


“Hemm,” sahut Rendra tetapi sebelum pergi dia mencubit kedua pipi istrinay gemas dan memberikan kecupan disana.


“Sakit mas” keluh Adiba sambil sedikit berteriak karena Rendra langsung berlari saat tangan reflek Adiba ingin memukulnya.


“Maaf, aku gemes sama kamu sih sayang” ucap Rendra sambil memegang daun pintu kamar mandi.


“Nyebelin” sungut Adiba dan langsung berjalan kearah keranjang pakaian kotor untuk menaruh baju Rendra yang dia pegang saat ini.


Rendra sendiri sudah menutup rapat pintu kamar mandinya,


........................................


Adiba tengah duduk di meja makan sambil sesekali mengatur piring untuk mereka gunakan makan malam. Dia duduk sendiri di situ smabil melihat asisten ruma tangganya yang menyiapkan lauk pak di meja makannya.


“Mama,” seru Rafka yag baru saja turun dari lantai atas.


“hai sayang, selamat malam” sahut Adiba sambil melemparkan senyum manis pada snag putra.

__ADS_1


“Malam juga ma,” jawab Rafka sambil duduk di kursi.


“Ma besok aku boleh menginap dirumah Opa Alif” ucap bocah enam tahun itu menatap mamanya penuh harap.


“Nggak usah ya sayang, besok kan sekolah. Nanti siapa kamu yang nganter ke sekolah kalau menginap disana”


“Besok kan tanggal merah ma, ya boleh ya aku menginap di rumah Opa Alif”


“tanya Papa kamu dulu ya boleh atau nggak” ucap Adiba pada anaknya yang langsung cemberut.


“Aku tuh kangen sama Om Alfin, sama tante Nisa. Tadi kata Papa Om Alfin kesini tapi mama nggak bilang”


“Mama lupa mau bilang, bilang papa kamu dulu ya kalau kamu mau menginap disana”


“Kalian sedang membiacarakan apa?” tanya Rendra yang baru saja muncul di meja makan.


“Ma,” rengek Rafka pada mamanya.


“Bilang sendiri sayang, kan sudah besar coba ijinnya gimana sama papa” ucap Adiba saat anaknya memberi kode padanya mengiinkan pada sang papa.


“Apa sayang, Rafka mau apa?” ucap Rendra mendekatkan dirinya pada sang anak.


“Pa, aku boleh tidur dirumah Opa Alif?” tanya bocah itu


“Besok sekolah, nggak usah ya”


“Libur pa,”


“Loh libur, memang libur sayang?” tanya Rendra pada sang istri.


“Iya tanggal merah mas” jawab Adiba.


“Ya sudah, boleh tapi cuman semalam ya.” Ucap Rendra yang mengijinkan sang anak untuk menginap dirumah keluarga Adiba.


“Yey,.makasih Papa” girang bocah itu dan langsung memeluk papanya.


“Iya sama-sama, sudah ayo makan” ucap Rendra smabil menguspa kepala sang anak dan langsung berjalan kearah kursinya yang berada di sebelah kiri sang istri.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2