
Adiba terbangun dari tidurnya karena suara Rendra yang tampak menelpon seseorang hal itu mengusik pendengarannya saat ini.
“mas, kamu nelpon siapa?” tanya Adiba yang mendudukkan dirinya sambil melihat suaminya yang duduk di sofa.
“Ini aku nelpon mama, mau ngucapin ulang tahun ke Rafka dia masih sarapan” ucap Rendra, karena di Jakarta saat ini sudah jam enam pagi lebih sedikit sedangkan di Paris masih tengah malam. Dia memang mencari waktu yang tepat untuk mengucapakan ulang tahun untuk anaknya,.
Rendra berdiri dan berjalan menghampiri Adiba yang ingin melihatnya juga,.
“mana mas, agak sini aku nggak kelihatan” ucap Adiba meminta Rendra untuk bergeser lebih dekat sedikit kepadanya. Rendra langsung menurutinya, dia mendekatkan dirinya ke sang istri.
“Ma, mana kasihkan Rafka. Aku mau ngomong,” pinta Rendra pada sang mama.
“Sabar kenapa, anak kamu baru selesai makan itu” pungkas Citra sedikit jengkel dengan anaknya yang tak sabaran. “Rafka, papa kamu mau bicara sayang” terdengar suara Citra yang memberikan ponselnya pada Rafka.
“kakak kenapa sih pagi-pagi nelpon anaknya mau berangkat sekolah, dia sudah telat ma” terdengar suara Jeemy juga yang melayangkan protes pada Rendra.
“Kamu diem aja kenapa, nih sayang papa mau ngomong sama kamu” Citara akan memberikan ponselnya pada Rafka, dan dia juga sudah mengarahkan kamera kearah sang cucu agar Rendra bisa melihat anaknya.
“Mana Rafka mas,” tanya Adiba yang melihat seklebat anaknya.
“Oma aja yang ngomong sama papa sama mama. Aku mau berangkat sekolah nanti telat oma” Rafka menolak untuk bicara pada papanya, karena dia merasa ia sudah terlambat dan harus segera berangkat ke sekolah.
Rendra dan juga Adiba mendengar hal itu mereka sedikit kecewa karena tak bisa berbicara sebentar untuk mengucapkan selamat ulang tahun.
“Rafka sayang, bentar nak papa mau ngomong” ucap Rendra yang sebelumnya meminta sang mama untuk meloudspeker agar suaranya terdengar.
“Nih papa sama mama mau ngomong sayang, bicara sebentar ya” lagi Citra berusaha membujuk sang cucu untuk bicara pada kedua orang tuanya.
“maaf pa ma aku telat, nanti guru aku marah. Nanti aja, aku berangkat” rafka masih kukuh dengan pendiriannya, dia langsung berlari kecil keluar dari rumah menyusul Jeremy yang sudah menunggunya di luar sedari tadi.
__ADS_1
“Kalian dengar sendiri kan, anak kalian mau berangkat ke sekolah nanti saja kalian nelpon dia” pungkas Citra.
“Nanti pagi-pagi sekali aku sudah ke bandara ma. Mau pulang ke Indonesia, jadi nggak bisa ngobrol. Disini saja ini masih tengah malam, aku sempetin buat nelpon” Rendra tampak kecewa karena tidak bisa berbicara dengan anaknya.
“Ya mau gimana lagi anaknya sudah berangkat, kalau nggak bentar lagi aja nelpon Jeremy suruh video call dia waktu di sekolah. Soalnya nanti Jeremy bakal di sekolah terus bagiin makanan ke teman-teman Rafka”
“Kok bagiin makanan ketemn-temen Rafka ma?” tanya Adiba.
“Anak kalian nggak mau di adain pesta dirumah. jadinya kita bagikan makanan ketemn-temennya aja.
“Kok gitu? Kenapa rafka nggak mau dibuatin pesta?” tanya Adiba dan rendra bersamaan.
“Nggak tahu, dia cuman bilang nggak mau gitu. Terus Jeremy usul ke Papa kamu suruh acara di sekolah saja bagiin makanan”
“ya sudah kalau memang mau begitu, sudah dulu ya ma. Kita harus tidur sekarang karena penerbangan pagi,”
Rendra langsung mematikan panggilannya, jujur dia tampak kecewa sekaligus sedih karena tidak bisa bicara dengan anaknya sendiri.
“Rafka apa marah ya sama kita? Dia nggak biasanya begini. aku jadi pengen cepat pulang terus minta maaf ke dia deh sayang. Rasanya sakit dicueki anak sendiri” lirih Rendra dan menaruh kepalanya dibahu sang istri.
“Sabar mas, besok kita pulang langsung minta maaf sama dia. Rafka nggak amrah kok sama kita, mungki memang dia terlambat ke sekolah” Adiba berusaha membuat sang suami tidak cemas memikirkan soal rafka yang tidak mau berbicara dengan mereka. Tangan Adiba mengusap lembut rambut suaminya.
“Sekarang kita tidur mas, besok kita harus bangun pagi-pagi soalnya. Kamu nggak usah mikirin soal itu, rafka pasti nanti bakal seperti biasanya jadi rafka yang baik” ucap Adiba lagi.
Rendra hanya mengangguk kecil, dan mulai memejamkan matanya di pundak istrinya itu Adiba sendiri masih terjaga sambil mengusap lembut rambut Rendra.
..............................
Jeremy, Risa dan di bantu wali kelas Rafka sudah selesai membagikan makanan untuk mereka serta beberapa ciki yang ada di paperbag kecil dengan gambar anak-anak.
__ADS_1
“Sayang Om sama tente Risa pulang dulu ya, kamu belajar yang pinter biar nanti pinter juga kayak om hehe. Muaahh, om pulang ya..” gurau Jeremy dan mencium kening Rafka yang tengah duduk di mejanya.
“Tente juga pulang dulu ya, dada keponakan ganteng tante.. nanti kita jemput lagi oke” pungkas Risa melakukan hal yang sama seperti Jeremy megecup lembut kening sang keponakan.
“Oke, Om tante..bye” balas Rafka dan melambaikan tangannya pada Jeremy dan Risa yang mulai berjalan keluar kelasnya smabil melambaikan tangan kearahnya.
“Tadi Om sama tante kamu rafka?” tanya Doni teman yang duduk di bangku depan Rafka.
“Mama sama papa kamu kok nggak kesini?” heran bocah seumuran rafka tersebut.
“Mama sama papa aku nggak dirumah”
“mmm, makasih ya makanan sama ciki-cikinya” ucap bocah bernama Doni itu.
“Tuh kan Raf, mama sama papa kamu mulai nggak sayang sama kamu. mereka sayang sama adik-adik kamu, kamu di lupain” suara bocah cerewet yang tampak memprovokasi mmbuat Rafka dan Doni menoleh kearah bocah itu yang berjalan mendekat.
Dava berjalan mendekati kedua temannya yang tampak mengobrol dan memakan-makanan yang baru saja di bagikan oleh Om dan tante Rafka.
“Dava nggak boleh ngomong begitu, mama sama papanya Rafka sayang kok sama dia” timpal Doni.
“Kalau sayang kenapa kok nggak dateng?” ucap dava lagi,
“Mama sama papa kamu sudah berubah kayak mama papa aku” ucap Dava lagi,
Rafka hanya diam saja, dia asik makan tak menanggapi ucapan temannya. tapi dikepalanya memikirkan hal itu. pikirannya seakan membenarkan ucapan dava barusan. Kalau mama papanya sayang dengannya, seharusnya dia tidak ikut mereka, mereka juga tidak berangkat tapi kenapa mereka malah bernagkat ke luar negeri disaat mau ulang tahunnya.
“Nggak Rafka, mama sama papa kamu sayang sama kamu. Mereka ada kerjaan disana, yang mengharuskan papa kamu untuk kesana” Rafka berhenti mengunyah saat mengingat apa yang di katakan Opanya semalam. Benar semalam, semalam dia sempat protes dan mempertanyakan soal perasaan kedua orang tuanya, mereka sayang atau tidak dengannya. Dan opanya bilang kalau mereka sayang padanya.
°°°
__ADS_1