CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 45


__ADS_3

“Mama darimana saja sih, bilangnya arisan kenapa baru pulang?” ucap Frans yang sudah berdiri didepan istrinya yang baru plang itu.


“Ya namanya arisan Pa, maklumlah ibu-ibu, kenapa sih pa-pa kok kayaknya marah begini. jeremy buat masalah” ucap Citra melihat suaminya yang tampak kesal.


“Nggak, itu cucu kita pulang sekolah nangis, eh neneknya malah pulangnya lama” tukas Frans.


“Rafka nangis, dia kenapa nangis Pa” Citra yang mendengar itu tampak cemas soal cucunya yang pulang sekolah menangis.


“Ayo duduk dulu, Papa ceritakan” ucap Frans mengajak istrinya untuk duduk dulu di sofa.


“Loh Papa gimana sih, katanya Rafka nangis. Kok malah suruh mama duduk, Mama mau ketemu Rafka”


“Dia diajak keluar sama Jeremy karena dari tadi nanyain Mamanya.” Pungkas Frans sambil berjalan lebih dulu.


“Rafka nangis kenapa sih Pa,” Citra yang sudah duduk mulai bertanya lagi pada suaminya soal kenapa cucu mereka menangis pulang sekolah.


“Dia diledek temennya tadi, Mamanya dikatai wanita bayaran dan lain-lain. Kita pindahkan sekolah dia menurut Mama bagaimana? Papa kasihan lihat dia diledek temen-temennya” ucap Frans yang akhirnya mengutarakannya pada sang istri.


“Papa mau pindahin sekolah Rafka, tapi Adiba gimana pa. Apa nggak sebaiknya kita tanya dulu sama Adiba takutnya dia nanti malah mikir kita semena-mena” ucap Citra mengingatkan sang suami.


“Ya nanti Papa tanya Adiba sama Rendra soal ini”


“Tapi kenapa harus dipindah pa, Rafka kan sudah jelas-jelas ada ayahnya. Kalau mereka tidak percaya Rendra saja yang suruh datang ke sekolah Rafka. Biar mereka tahu Rafka itu siapa, agar tidak main seenak sendiri sama pewaris Dewangga” Citra merasa geram sendiri saat mendengar cucunya diejek.


“Masalahnya bukan itu saja ma, kalau rendra datang kesitu malah Adiba yang dikira ganti pria lagi. Soalnya aku dengar dari Deo, Rafka sering dijemput oleh beberapa pria yang gonta-ganti. Makanya mereka mengatai Adiba perempuan bayaran” jelas Frans pada istrinya.


“Ini berarti salahnya Adiba pa, kenapa dia malah suruh pria-pria lain jemput Rafka. Sekarang dia yang jelak kan namanya bukan dia saja tapi cucuku juga” Citra malah menyalahkan Adiba soal masalah ini.


“Ya bukan salah Adiba juga ma, Mama tahu sendiri Adiba sibuk kerja. Dan yang jemput Rafka itu bukan orang lain tapi adiknya anak Alif.” Ucap Frans membela Adiba.


Citra hanya diam saja memalingkan wajahnya, dia juga bingung sekarang. Gara-gara ini cucunya di bully orang lain.


“Assalamualaikum,” seru sebuah suara berbeda dan terdengar langkah kaki yang berjalan masuk kedalam rumah.


“Walaikumsalam” jawab keduanya dan langsung melihat kearah pintu, mereka berdua langsung terkejut saat melihat Rendra dan juga Adiba yang berjalan mendekati mereka saat ini.


“Loh kalian kok sudah pulang, baru kemarin kalian berangkat” Citra yang melihat keduanya tampak terkejut dia refleks langsung berdiri.


Sedangkan Frans hanya diam saja melihat kearah Rendra dan juga Adiba yang tampak sedih.


“Iya ma, tempatnya nggak asik” jawab Rendra berbohong pada sang Mama.


“kok nggak asik, nggak asik bagaimana. Kalian kan bulan madu kenapa malah cepat-cepat pulang” ucap citra tampak kecewa dengan kepulangan anak dan menantunya.

__ADS_1


“Kau tidak apa-apa Adiba?” tanya Frans yang ikut berdiri berjalan menghampiri anak dan menantunya.


“Tidak apa-apa pa” jawab Adiba lirih.


“Rendra, ajak istrimu ke kamar. Kalian pasti lelah kan” ucap Frans meminta Rendra untuk mengajak Adiba ke kamar


“Kalau begitu kita ke kamar du dulu ma pa” ucap Rendra dan Adiba bersamaan.


“Iya, silahkan”


“Oh iya Ma, Pa. Rafka dimana ya?” tanya Adiba menghentikan langkahnya untuk bertanya pada kedua mertuanya itu.


“Rafka diajak Jeremy keluar,” jawab Frans.


“kemana bocah itu ngajak anakku pa,” sungut Rendra.


“Beli mainan. Sudahlah tidak usah sewot begitu sama adikmu. Bagaimanapun dia yang mengurus anakmu saat kalian tidak di rumah” ucap Frans.


“Hemm,”


“Ayo sayang” ucap Rendra langsung merengkuh bahu Adiba mengajaknya berjalan pergi dari hadapan kedua orang tuanya.


“sebentar-sebentar, mama mau tanya? Meskipun kalian hanya dua hari di Jogja tapi bagaimana sudah buat adik untuk Rafka” ucap Citra sambil menahan tangan Rendra yang akan berjalan menuntun Adiba.


“Ya kenapa” lirih Citra


“Ma, sudahlah biarkan mereka ke kamar untuk istirahat” ucap Frans menegor istrinya.


...................................................


“Kamu kenapa diem aja, mikirin aku atau mikirin Papa kamu?” ucap Rendra yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat istrinya yang diam di tempat tidur.


“Apaan geer banget, siapa juga yang mikirin kamu” kesal Adiba.


“Ya terus mikirin siapa kamu, Mikirin Papa kamu? kalau soal Papa kamu udah biarin aja, nyesel sendiri nanti itu orang. Sudah sana buruan mandi? aku sudah selesai” ucap Rendra dan menyuruh istrinya segera mandi.


“Aku mandi nanti saja, kepalaku pusing sekarang.” Ucap Adiba dan merebahkan dirinya membelakangi Rendra.


“kepala kamu pusing sayang, jangan-jangan kamu hamil” ucap Rendra yang berjalan mendekati Adiba sambil tersenyum.


Adiba langsung berbalik menatap tajam Rendra,


“Jangan bercanda, nggak lucu” sungut Adiba.

__ADS_1


“hahaha canda sayang, nggak usah sewot begitu, ya sudah kalau kau pusing, kamu tidur aja dulu baru mandi. buruan tidur, kenapa malah lihat aku begitu masa sama candaan kecil begitu ngambek.” Ucap rendra meledek istrinya.


Adiba diam saja dan langsung membelakangi Rendra, saat ini kepalanya memang pusing kemungkinan jet leg. Dia ingin berbaring sebentar baru mandi habis itu dia akan menemui Rafka.


Rendra melihat sekilas Adiba yang membelakanginya sambil memejamkan matanya saat ini, Rendra membuka handuknya dan dia meletakkan handuk itu begitu saja di lemari. Dia yang sedari tadi menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada langsung berjalan memutari tempat tidur untuk ke sisi sebelah dimana Adiba menghadap.


Ia langsung menaikan satu kakinya tapi terpaksa berhenti karena Adiba yang tampak terkejut.


“Kamu mau apa?” ucap Adiba yang langsung membuka matanya.


“Ya mau tidurlah, aku juga capek sayang. Sudah jangan berisik, kamu sendiri kan yang mulai mengijinkan aku tidur di satu temat yang sama denganmu.” Ucap Rendra dengan santai menaikkan satu kakinya lagi ketempat tidur sambil melihat Adiba yang tampak waspada dan sedikit menjauhkan dirinya dari Rendra.


“kenapa mundur-mudur, nanti jatuh loh” ucap Rendra.


“Kamu serius nggak mau ngapa-ngapain aku kan?”


“Nggak sayangku, tapi kalau kamu ijinin, aku lakukan sekarang” ucap Rendra.


“nggak lucu,” ucap Adiba sambil terus mundur dan benar saja dia hampir terjatuh kalau Rendra tidak sigap menarik tangannya sehingga membuat Adiba mendarat ke pelukan Rendra dan Rendra langsung menindih Adiba.


“Bukannya sudah ku bilang nanti jatuh” ucap Rendra didepan wajah Adiba yang berada dibawahnya.


Adiba hanay diam saja, dia terpana melihat Rendra yang bertelanjang dada apalagi dada bidang pria itu tepat didepan wajahnya.


Seketika wajahnya memerah saat ini, dan jantung berdegup begitu cepat,


“kenapa jantung berdebar begini,” batin Adiba menatap Rendra dan tenggorokannya susah untuk menelan ludah.


Rendra menatap manik mata Adiba dengan cukup dalam, begitu juga Adiba yang seakan begitu berdebar didepan Rendra. Perlahan wajah Rendra mendekati wajah sang istri, Adiba yang melihat itu perlahan memejamkan matanya saat ini entah mengapa dia seakan tidak ingin pergi atau menghindar bahkan tanpa sadar bibirnya sedikit ia majukan siap menerima ciuman dari rendra, tentu saja dia berpikir ciuman apalagi yang ia pikirkan saat wajah pria itu semakin mendekat padanya. Tapi kenapa ciuman itu tak kunjung mendarat di bibirnya saat ini, batin Adiba saat tak merasakan apapun di bibirnya.


“kamu kenapa sayang, monyong-monyong begitu” ucap Rendra menahan tawa dan dia sudah bangkit dari tubuh Adiba.


Adiba yang melihat Rendra menahan tawanya menatap kesal pria itu, dan dia langsung bangun mengambil guling dan melemparkannya di wajah Rendra.


“Nggak lucu ngerti nggak, kau pria menyebalkan” kesal Adiba dan langsung berbaring membelakangi rendra.


“marah sayang, kenapa kamu marah? Kamu mengharap aku cium ya? Kalau gitu ayo ciuman” ucap Rendra sambil memegang bahu Adiba.


“Lepasin, jangan ganggu” Adiba melepas tangan Rendra dari bahunya.


Rendra hanya tersenyum saja dan dia mulai berbaring disebelah Adiba dengan menatap punggung sang istri yang membelakanginya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2