CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 131


__ADS_3

“Kok kamu lama sih mas ke mallnya” ucap Adiba yang berjalan di samping suaminya.


“kenapa kangen ya,” ucap Rendra yang langsung merangkul sang istri,


“Nggak, tapi itu Jeremy nunggu kamu dia sampai tidur di ruang tv tuh” ucap Adiba sambil melihat kearah Jeremy yang memang tengah tidur di sofa ruang tvnya.


“kenpa dia kesini?” heran Rendra saat melihat adiknya yang tidur.


“Katanya mau ada yang dibicarain sama kamu penting katanya” ucap Adiba.


“Penting? Penting kenapa?” Rendra semakin bertanya-tanya.


“Aku nggak tahu mas, aku tanya penting kenapa katanya dia pengen ngomong sama kamu langsung. Coba kamu tanya ke dia.”


“Ya sudah, aku tanya dia langsung saja. Itu sayang tolong ya ambil gadgetnya Rafka, dia dari tadi sudah mainan gadget terus.” Ucap Rendra pada istrinya.


“Iya mas, kamu beliin dia mainan banyak banget sih. Tadi aku lihat dia udah bawa dua, ini kamu bawa dua lagi. Jangan banyak-banyak beliin mainan mas”


“Ya nggak pa-pa, banyak mainan biar dia nggak bosen. Biar nggak mainan Gadget juga”


“Tapi kebanyakan mas, malah nanti nggak kepakek”


“Nggak kepakek Rafka kan kepakek adiknya nanti sayang, ya sudah ya aku taruh ini dulu diatas. Kamu mau ke ataskan, ayo aku anter” ucap Rendra pada sitrinya dan dia menaruh satu tangannya ke bahu istrinya lagi.


Adiba hanya bisa diam saja, saat snag suami memanjakan anak mereka dengan mainan. Tapi apa yang dikatakan Rendra ada benarnya juga, lebih baik Rafka main dengan mainan ini daripada kecanduan gadget.


........................................


Rendra dan Jeremy saat ini duduk di kursi dekat kolam renang, dengan teh dan juga cemilan yang menemani mereka mengobrol.


“Ada apa?” tanya Rendra langsung yang penasaran.


“Parah sih kamu kak” ucap Jeremy yang langsung bilang begitu membuat Rendra bingung.


“Parah kenapa? Ngomong yang jelas. Aku merasa tidak melakukan kesalahan” pungkas Rendra yang memang merasa tak bersalah.


“Nggak ngelakuin kesalahan gimana, lo ngerekrut sekertaris baru dan itu perempuan. Kakak ipar tahu soal ini?” ucap jeremy

__ADS_1


“Soal ini, aku kira masalah apa. dia kan sekertaris sementara karena tugas gue banyak apasalahnya”


“jelas salah, lo ngerekrut karyawan bagaimana. Gara-gara sekertaris baru lo itu data perusahaan kita bocor kak” tukas Jeremy yang menahan kesalnya karena kakaknya seakan tak cemas dengan itu.


Padahal baginya ini masalah serius, data dua perusahaan bocor. Dan satu yang jelas bikin cemas kakaknya punya sekertaris perempuan dan kakak iparnya tak tahu soal itu. bisa-bisa ada peremng duni di rumah tangga kakaknya.


“Maksud lo apasih, gue nggak ngerti. Sekertaris baru gue juga atas gue ambil dari perusahaan papa. Itu juga lo kan yang merekomendasikan kenapa jadi gue yang lo salahkan” Rendra tak terima jika dia disalahkan begitu saja.


“Gimana, gue yang rekomendasiin ke lo. Kapan kak, jangan asal deh, perasaan aku suruh sih Farel yang jadi sekertaris lo” Jeremy merasa tak merekomendasikan itu.


“nggak lucu Jer, jelas-jelas kamu kok yang bilang bakal kirim sekertaris sementara. Sekarang lepas tangan gitu,” ucap Rendra.


“Asli kak, gue nggak bilang begitu. Yang gue maksud ya si Farel, bukan cewek yang jadi sekertaris lo sekarang” Jeremy masih bersih keras tidak merekomendasikan sekertaris Rendra yang sekarang.


“Jangan-jangan, lo sengaja kak. Terus gue yang jadi kambing hiam gitu. Wah parah lo kak, bini hamil gede lo malah seneng-seneng sama sekertaris baru. Ditambah tuh cewek mata-mata. Nggak gitu juga kak”


Rendra langsung berdiri dan menoyor kepala adiknya kesal,


“Jangan asal ngomong deh jer, kalau ngomong bisa nggak pelan. Kalau kakak iparmu tahu yang jadi sekertarisku perempuan habis kakakmu ini. serius kakak beneran nggak tahu, kaka pikir itu kamu yang rekomendasikan makanya kakak terima gitu aja dan kamu bilang dia mata-mata, memang apa yang dia ambil dari perusahaan kita” jelas Rendra.


“Aku serius nggak rekomendasikan perempuan itu kak,”


“Terus kenapa perempuan itu datang keperusahaanku bilang kalau dia kamu yang suruh, dan waktu aku tanya ke kamu kau bilang memang kamu yang menyuruhnya”


“Ya aku memang menyuruhnya, dan aku pikir itu Farel. Tapi besoknya Farel datang keperusahaan bilang kalau kakak sudah ada sekertaris baru jadi aku diam saja sampai saat ini”


“Kalau memang benar dia mata-mata, yang sudah membocorkan data perusahaan kita. Kita tidak bisa tinggal diam,” ucap Rendra.


“Astaga pantas, dia berusaha mendekatiku juga. tapi untung aku tidak langsug tergoda oleh perempuan itu. apa tujuannya sebenarnya” ucap rendra melebarkan matanya saat dia ingat tiba-tiba saja perempuan itu berusaha ingin dekat dengannya waktu itu.


“Sepertinya dia suruhan orang kak, dia sengaja masuk keperusahaan kakak untuk menggoda kak Rendra agar tergoda dan menjadi skandal. Tapi gagal, makanya dia mengambil informasi di perusahaan kita untuk merebut klien-klien kita kak”


“Asli kenapa aku bis atledor begitu hah,” geram Rendra,


“Kakak dari dulu memang begitu,”


“Terus ini bagaimana?”

__ADS_1


“Dia masih bekerja di perusahanmu kan kak, besok kita masukka dia ke penjara. Kita cari tahu siapa orang dibelakangnya. Kita gerak cepat sebelum papa tahu masalah ini, kalau Papa sampai tahu kakak pasti kena omel”


“Tapi dari penyelidikanmu, ada satu orang yang kau jCurigai soal ini?”


“Ada..”


“Siapa?”


“Pihak RaQel”


“RaQel? Itu musuh papa dari dulu kan?”


“Iya, karena dari informasi yang aku dapat semua klien yang akan bekerja sama dengan kita berpindah ke RaQel”


“Mereka berani licik pada kita, carinya murahan nan kotor. Seharusnya mereka kalau ingin bersaing dengan prestasi bukan dengan seperti ini” kesal Rendra, dia tak habis pikir dengan pihak RaQel yang merupakan musuh ayahnya dari dulu. Dulu pemilik RaQel grup adalah teman dari papa mereka dan karena Frans lebih maju dan mewarisi Dewangga grup membuat pemilik RaQel mersa iri karena jelas perusahaan mereka kalah saing. Apalagi saat ini saat mendengar Dewangga sednag ada rencana perkembangan di bidang Pariwisata pihak sana merebut para insvestor mereka.


“Tapi itu belum pasti kak, kita tangkap dulu saja perempuan itu.” ucap jeremy.


“Kakak ipar belum tahu kan kalau dirimu ada sekertaris perempuan, jangan sampai dia tahu. bisa ada gempa bumi dirumahmu” lanjut jeremy.


“Kalau kau tidak ember, dia tidak akan tahu”


“Aku sedari tadi diam saja. Dia tanya padaku tapi aku tetap diam”


“Bagus kalau begitu”


“Ini semua kakak sih yang terlalu teledor”


Rendra yang mendengar itu langsung melihat kearah adiknya,


“Mulai, mau aku pukul. Ini salahmu juga kenapa kau ceroboh. Jelas-jelas aku bilang mengambil sekertaris darimu tapi kau tidak memeriksanya saat farel bilang aku sudah ada sekertaris” kesal Rendra yang tak mau disalahkan sendiri.


“Ya, ya kita salah. Kita haru buru-buru menyelesaikan ini sebelum papa tahu. dia tahu kita berdua bisa kena omel bermalam-malam” ucap jeremy.


Rendra hanya diam, dia tampak berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2