CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 60


__ADS_3

“Rafka mana pa?” tanya Citra yang baru saja pulang entah darimana dia yang jelas saat ini kedua tangannya penuh dnegan belanjaan.


“Kau darimana saja sih, sore begini baru pulang hah” tegas Frans yang melihat istrinya tak suka.


“Mama habis belanja, sama ketemu teman-teman arisan mama juga. kenapa sih pa, kok kamu emosi begitu” Citra seakan tidak tahu kesalahannya.


“kamu makin tua makin menjadi ya ma, sadar kamu sudah punya cucu. Jangan mikirin ego kamu begini bisa nggak” Frans mengomeli istrinya tersebut.


“Papa kenapa sih emosi begini, biasanya aja nggak begini” heran Citra dnegan sikap suaminya.


“Ya karena dulu cucu kita nggak disini ma, sekarang di rumah ada cucu. Mama bisa nggak kurangi pergi nggak jelas begini. tahu sendiri Rafka sendirian di rumah orang tuanya kerja malah omanya juga sering pergi. Bukannya Mama yang bilang ingin Rafka disini terus, kalau dia nggak betah disini bagaimana”


“Ya kan aku cuman sebentar Pa tadi, oke kalau mama salah mama minta maaf.” Lirih Citra dia sebenarnya kesal dengan omelan suaminya tapi dibalik omelan itu ada benarnya juga. dia sudah punya cucu dan cucunya itu pasti kesepian di rumah, dia malah mementingkan teman-teman arisannya.


“Mulai besok-besok ngga usahlah ma ikut acara-acara nggak berfaedah begitu. Mending Mama ngumpulin teman untuk hal lebih berguna daripada ngemall, inget umur ma” ucap Frans kembali menceramahi istrinya yang sudah diam.


“Iya, iya Pa mama tahu” kesal Citra.


“Kalian kenapa ribut-ribut begini?” tanya Rendra yang baru saja masuk bersama dnegan Adiba. Mereka berdua baru saja pulang dari kantor dan baru menginjakkan kakinya kedalam rumah telinga mereka diperdengarkan keributan dari dalam.


“Mama kamu ini loh nggak ingat umur sama sekali, kamu juga Papa telpon kenapa nggak kamu angkat. Anak kamu dari tadi nggak keluar dari kamar,” tukas Frans menatap rendra.


“Papa nelpon aku?” ucap Rendra yang seakan tak tahu kalau ayahnya menelpon.


“Kamu nggak tahu papa nelpon?” ucap Frans.


“Nggak, Hp aku rusak tadi. Aturan Papa nelpon Adiba” pungkas Rendra.


“Papa nggak kepikiran”


“memang kenapa Rafka pa? “ tanya Adiba yang akhirnya bisa membuka suaranya.


“Itu dia dari tadi belum keluar dari kamarnya, makan siang aja nggak tapi Papa sudah suruh bibi untuk mengantarkan makan siangnya”


“kok bisa gitu pa, Papa marah sama dia?”


“Mana mungkin Papa marahin cucu papa, Papa aja sibuk mana sempat marahi anak kamu”


“Kalau begitu aku ke kamar rafka dulu ya pa” pamit Adiba yang tidak mau berada di tengah-tengah pembicaraan yang kemungkinan menjurus keributan.


“Mama juga pa mau ke kamar dulu” ucap Citra yang langsung pergi.


Frans dan juga Rendra hanya diam saja sambil melihat pasangan mereka masing-masing.

__ADS_1


“Kamu tahu ulang tahun anakmu tidak?” tanya Frans


“tahu”


“kamu tahu tapi tidak melakukan apa-apa, besok anak mu ulang tahun”


“Aku sudah bikin rencana pa, Jeremy akan mengurusnya”


“kenapa jadi adik kamu yang mengurusnya?”


“Ya dia punya kenalan tukang dekor, nanti malem pinggir kolam renang di dekor. Udah ya pa, aku mau masuk ke kamar dulu”


“Oh ya pa, Papa mau bikin apalagi di Dewangga Group?” ucap Rendra sebelum pergi.


“kenapa kau tanya begitu?”


“Nggak aku tadi dengar dari Direktur yang teman papa itu, dia bilang katanya Papa mau buka cabang bisnis lagi”


“papa mau bikin lapangan golf,”


“Oh, ya sudah aku ke kamar dulu” ucap Rendra setelah mendengar jawaban dari Papanya tersebut.


Setelah Rendra pergi Frans langsung berjalan ke sofa yang tidak jauh dari situ,


Adiba yang sudah berganti baju masuk kedalam kamar Rafka yang tidak jauh dari kamarnya, dia membuka pintu perlahan dan melihat anaknya yang duduk di sofa lantai tepat didepan televisi besar didepannya merenung sendirian dan tatapannya tidak fokus menonton film kartun didepannya.


“Sayang,” panggil Adiba lembut pada sang putra.


“Mama,.” Rafka yang mendengar panggilan Mamanya langsung berhambur ke pelukan mamanya itu.


“Mama aku mau pulang ke rumah Opa Alif” pungkas Rafka saat memeluk Mamanya.


“Kenapa, bukannya pengen tinggal disini dulu. tinggal sama Papa?” heran Adiba.


“Aku nggak mau lagi tinggal disini, aku nggak ada teman. Disini sepi, aku nggak mau sendirian terus. Ayok ma, ayo pulang ke rumah Opa Alif” rengek Rafka sambil menarik-narik tangan Mamanya.


“sayang-sayang sebentar.” Ucap Adiba yang tampak bingung harus apa.


“anak Papa mau kemana? Kok narik-narik mama begitu” ucap Rendra yang masuk kedalam kamar. Dia melihat anaknya yang terus menarik tangan istrinya.


Rendra langsung menggendong Rafka, dan dia melihat wajah bocah itu yang cemberut.


“Aku nggak mau tinggal disini lagi, aku mau ke rumah Opa Alif”

__ADS_1


Rendra yang mendengar itu terkejut kenapa tiba-tiba Rafka ingin pergi dari rumahnya.


“kenapa sayang, kok begitu. Bukannya rafka pengen tinggal sama Papa disini”


“Disini sepi, aku nggak mau. disini juga nggak ada yang ingat ulang tahunku papa aja nggak inget”


Rendra langsung melihat kearah Adiba yang langsung mendekatkan dirinya.


“papa kamu inget kok sayang, dia cuman pura-pura nggak ingat. Mama juga ingat ulang tahun kamu kok”


“Mama nggak bohong kalau Papa inget ulang tahun aku. papa seriusan inget?” ucap Rafka yang tadinya melihat kearah Adiba kini beralih melihat kearah sang papa.


“Iya papa inget kok, Rafka mau apa ulang tahun ini?”


“Aku nggak minta apa-apa kok di ulang tahun ini, aku sudah bersyukur bisa sama Papa” ucap bocah itu begitu dewasa pemikirannya.


“Seriusan kamu nggak minta apa-apa sama Papa?”


“Iya aku nggak minta apa-apa, apa yang aku minta selama ini sudah terkabul benarkan ma” ucap Rafka dan melihat kearah Mamanya.


Adiba hanya mengangguk sedih, permintaan Rafa selama ini memang sudah terkabul. Permintaanya sedari dia mengerti kalau dia tidak punya Papa hingga sekarang yaitu ingin punya Papa dan harapannya sudah terwujud.


“Memang apa permintaan anak Papa yang ganteng ini?”


“pengen ketemu Papa, dan sekarang aku sudah ketemu Papa jadi aku minta apa-apa lagi. Cuman minta doa sama minta orang-orang tahu ulang tahunku itu aja”


Rendra langsung mengacak rambut putranya gemas, putranya itu sungguh dewasa sekali melebihi bocah-bocah lain yang seumuran dengannya.


“Anak Papa pinter banget sih, anak siapa sih ini” ucap Rendra sambil menciumi wajah putranya dengan gemas.


“Anak Papa dong”


“Bukan anak Mama” ucap Rendra menatap anaknya.


“Anak mama juga hehehe”


“Sini kamu, jangan diam aja cemburu Rendra lebih lengket sama aku. atau kamu mau dipeluk juga, sini” ucap Rendra dan langsung menarik tangan istrinya mendekat dan dia juga memeluk sang istri.


“kesayangan Papa semua,” ucapnya sambil memberikan kecupan pada Adiba.


Mereka bertiga tampak begitu bahagia satu sama lain, setelah sekian lama akhirnya mereka bisa berkumpul dan sebahagia ini.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2