CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 98


__ADS_3

Apartemen kosong saat ini, jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Kania baru saja sampai di apartemen Tama yang masih gelap padahal tadi sepertinya bosnya itu pulang lebih awal dan bahkan meninggalkan dirinya di kantor membuat dirinya terpaksa pulang dnegan bus lagi seperti dulu.


Kania berjalan menyalakan satu persatu saklar lampu, dan dia langsung duduk di ruang tengah saat ini duduk termenung sambil membayangkan soal semalam dimana Tama mencium bibirnya. Perlahan tangannya itu menyentuh bibirnya sendiri sambil mengingat ciuman Tama yang memabukkan baginya.


“kenapa sih gue terbuai gini,” ucapnya sambil tangannya yang masih memegangi bibir.


“Kak Tama juga kemana lagi nih” gerutu Kanai sambil melihat seisi apartemen yang sepi. Tama memang sedari pagi tadi terus menghindarinya entah mengapa pria itu bersikap seperti itu saat ini.


“Kalau dia nanti masih belum pulang lihat aja, apa yang gue bikin disini. dasar pria tidak bertanggung jawab sama sekali” kesal Kania sambil melipatkan kedua tangannya di dada. Di sesekali melihat kearah depannya saat ini dimana ada foto Tama dan juga Adiba dan Tere.


“Kau tahu kakakmu nggak? Dia mempermainkan hati wanita asal kau tahu. dan sekarang kakak kebanggaan mu menghilang entah kemana” ucap Kania sambil melihat kearah Tere yang tersenyum memeluk kakaknya.


“Ah terserah dia dimana sekarang, apa perduli ku” kesal Kania dan langsung berdiri, lebih baik dia mandi sekarang daripada memikirkan Tama yang sedari kemarin habis menciumnya pria itu tak bicara sama sekali padanya. Siapa coba yang tidak kesal dengan hal itu, pria itu tak bertanggung jawab sama sekali


..........................................


Tama sendiri saat ini berada di rumahnya, dia rebahan di kasur sambil sesekali menutupi dirinya dengan bantal. Dia sedari pulang kerja tadi hanay begini terus seperti orang gila saja bahakan selimutnya acak-acakan di ranjang.


“bodoh, bodoh. Kenapa kau semalam menciumnya Tama...” tukas Tama merutuki kebodohannya sendiri.


“Aduh, apa yang harus aku lakukan saat bertemu Kania” tukas Tama kebingungan sendiri sekarang.


Tok


Tok


“Tama Mama boleh masuk,” terdengar suara dari luar membuat Tama langsung mendudukkan dirinya dan menaruh bantal yang dia pegang.


“Masuk saja” jawabnya dingin dan berusaha untu bersikap biasa saja saat ini.


Pintu langsung terbuka dan Mamanya melihat seisi kamarnya yang berantakan saat ini.


“Kenapa kamarmu berantakan begini Tama/” tanya sang Mama.


“Mama mau apa kesini?” tukas Tama terdengar tak bersahabat.


Mamanya hanay diam sambil berjalan mendekat kearah Tama, dan duduk di pinggir ranjang sang anak.


“Ini sudah hampir tiga tahun, kamu marah dengan Mama atas meninggalnya adikmu?” ucap sang Mama lirih.


“Tidak usah dibahas masa lalu itu”


“Mama juga sedih soal Tere yang memilih jalan itu Tam, tapi semua ini sudah jalannya dan bukan salah Papa atau Mama”


“Ya memang ini bukan salah Mama tapi ini salah Papa. Mama kalau tidak ingin aku benci berhenti menuruti Papa yang seenaknya sendiri ma.”


“Dulu Mama juga menurut dengan Papa soal Adiba mengusir perempuan itu dari ruah kita, kedua Mama bilang pada Papa kalau Tere pacaran dnegan pram. Ketiga Mama hanya diam saja saat Tere melompat dan tidak marah sama sekali pada Papa. Dengan begitu Mama masih mau aku tidak marah denganmu” ucap Tama mengungkapkan alasannya selama ini bersikap dingin pada Mamanya.


“Tapi Mama tidak sepenuhnya melakukan itu tam, Mama yang membantu Adiba dnegan menelpon pak Frans dulu sehingga pak Frans tahu kalau Rendra Lah yang membuat Adiba begitu.” Ucap mama Tama membela dirinya.

__ADS_1


Tama melebarkan matanya mendengar hal itu,


“Mama tidak bohong, benarkah Mama yang memberitahu OM Frans soal Adiba?” tama seakan tak percaya dnegan Mamanya saat ini.


“Iya mama yang melakukannya, Mama tidak tega dengan Adiba dulu. kau percayalah pada Mama Tam. Dan maaf kalau soal Adikmu mama terpaksa memberitahu Papamu karena dia sudah tahu lebih dulu. jadi mama terpaksa untuk jujur” jelas sang mama


“Mama juga sedih soal Tere, kau tidak tahu Mama selama ini terpuruk karena kepergiannya. Ditambah kamu yang malah pergi dari rumah dan tidak pernah pulang lagi” ucap Mama Tama terlihat begitu sedih, mataya begitu berkaca-kaca membayangkan hal itu dulu.


“Entah aku harus percaya atau tidak, tapi mama bisa keluar dari kamarku. Aku capek ma, aku ingin istirahat” pungkas Tama dan memalingkan wajahnya dari sang mama.


“Iya, Tapi Mama boleh tanya sesuatu padamu?”


“Apa?”


“Kau serius akan menikah dengan perempuan yang kau bawa waktu?”


“Bukan urusan mama” jawab Tama yang tak ingin membahasnya.


“ya sudah kalau kamu tidka ingin bilang apa-pa pada Mama.” Ucap perempuan paruh baya itu dan langsung berdiri dari duduknya saat ini.


“Oh iya Tam, Mama boleh tahu nomer telponnya Adiba. Mama pengen ngobrol sama dia” ucap sang Mama sambil melihat kearah Tama.


“Nanti aku kirimkan ke Mama” jawab Tama singkat


“Dia baik-baik sja kan sekarang, dia sudah bahagia dengan Rendra kan?”


“Iya”


Tama hanya diam saja melihat mamanya yang keluar dari kamarnya saat ini, dia lalau memalingkan wajahnya melihat bingkai foto kecil dimana ada di atas nakas saat ini.


Tama memang sering melihat foto itu saat dia banyak fikiran hanya Tere dan Adiba yang bisa mengobati dirinya.


“Apa benar Mama yang menelpon Om Frans,” gumam Tama.


Dia langsung merebahkan dirinya saat ini, menatap langit-langit kamarnya.


................................................


Rendra saat ini sedang berjalan kearah parkiran sebuah mall, dia baru saja pergi ke mall sendirian karena sehabis dari kantor ia langsung pergi ke mall untuk membeli bakmie karena dia ingin makan itu dan membeli beberapa buah untuk istrinya.


Brughh.


Dia yang berjalan kearah mobil saat ini tak sengaja menabrak seseorang yang terjatuh di tanah bukan orang itu saja tetapi belanjaan orang tersebut juga ikut jatuh begitu juga belanjaan Rendra.


“Astaga, kau kalau jalan pakai mata” tukas Rendra yang kesal langsung mengambil kantung plastik buahnya.


“yang salah disini si...Rendra” ucap Perempuan itu yang masih terduduk di bawah.


Rendra yang mendengar namanya di panggil langsung melihat kearah perempuan itu yang masih terduduk di bawah saat ini.

__ADS_1


“Jane,.” Lirih Rendra saat melihat perempuan tersebut.


“Iya ini aku, tolong bisa bantu aku berdiri sebentar’ ucap perempuan tersebut dan mengulurkan tangannya pada Rendra.


“Maaf tidak bisa kau lihat sendiri, tanganku penuh” balas Rendra sambil menunjukkan belanjaannya.


Jane terpaksa langsung bangun sendiri tanpa dibantu oleh rendra yang berdiri melihatnya.


“Kau apa kabar Ren, lama banget kita nggak ketemu”


“Baik, kau sendiri?”


“Aku juga baik, sedang apa kau disini?”


“Belanja apalagi” tukas Rendra yang terlihat tidak terlalu suka pembicaraan mereka.


“Kita ketemu begini mengobrol dulu yuk, kita kan udah lama nggak ketemu bahkan hampir empat tahun atau lima tahun”


“Maaf Jane aku nggak bisa, istri dan anakku menunggu di rumah”


“Aku pergi dulu” ucap rendra yang langsung berjalan pergi.


“Eh tunggu” Jane menahan tangan Rendra saat ini.


“Kenapa?” tanya Rendra pada perempuan itu yang menghalangi dirinya saat ini.


“Kau tadi bilang istri dan anakmu, kau sudah menikah dan punya anak sekarang?”


“Iya, aku sudah menikah dan punya anak. Kenapa?”


“Sudah ya aku pergi dulu” ucap Rendra sambil melepaskan tangan Jane yang ada di lengannya saat ini.


“Ren, sebentar”


“ada apa?”


“kenapa kau tidak mengabari ku kalau sudah menikah”


“Untuk apa juga aku mengabari mu,” tanya Rendra yang menatap aneh pada perempuan didepannya.


Jane bukannya menjawab, dia malah diam saja. Sesekali dia juga menunduk, dan kembali menatap Rendra.


“benar juga untuk apa kau mengabari ku, aku bukan siapa-siapa mu” ucap Jane sambil tersenyum getir.


“Itu kau tahu kau bukan siapa-siapaku. Jadi jangan pernah muncul di hadapanku lagi, dan aku minta tolong padamu. Bilang pada tante mu jangan menyuruh Mamaku yang tidak-tidak” tukas Rendra sambil tersenyum sinis pada Jane.


“Aku pergi,” ucap rendra lagi dan langsung pergi meninggalkan perempuan itu yang diam tetapi masih menatap Rendra saat ini.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2