CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 40


__ADS_3

Rendra dan juga Adiba sudah sampai di hotel dimana mereka akan menginap saat ini. Rendra memilih hotel tersebut bukan karena untuk mereka menginap saja tetapi untuk bertemu seseorang. Orang yang akan mereka temui adalah ayah Adiba, dia ingin menemui ayah dari istrinya itu. dia akan meminta maaf atas kesalahannya dulu dan juga memohon agar ayah Adiba memaafkan istrinya.


“Kamu mau tidur dulu atau mau makan siang dulu?” tanya Rendra yang menghampiri Adiba yang duduk di tempat tidur sibuk dengan ponselnya.


“Terserah kamu saja” jawab Adiba tanpa melihat kearah Rendra yang berdiri melihat kearahnya saat ini.


“Kamu sibuk ngapain sih, kalau bicara lihat kearah ku bisa” ucap Rendra yang tidak suka saat melihat Adiba hanya melihat ponselnya saja.


“terserah diriku” jawab Adiba dan hanya sekilas melihat Rendra yang sudah berada di depannya.


Rendra langsung mengambil ponsel Adiba, dia tidak suka ketika dia sedang bicara lawan bicaranya tidak melihat padanya.


“kamu apa-apaan sih, aku mau menelpon rumah. Aku ingin tahu kabar anakku bagaimana?” kesal Adiba dan langsung berdiri.


“Rafka baik-baik saja, kau tidak usah khawatir. Di rumah ada kakek dan neneknya ada Jeremy juga. kau disini bersenang-seneng lah. Ayo kita keluar saja,” ucap Rendra dan menarik Adiba berjalan pergi dari kamar. Dia akan mencari makan siang saja untuk mereka berdua hari ini.


.............................................


Sepasang suami istri itu saat ini sudah duduk disalah satu meja yang berada di restauran hotel. Rendra sudah memegang menu makanan dia tampak memilih makanan di sana.


“Kau mau makan apa?” tanya Rendra pada Adiba yang duduk di depannya.


“pesankan seafood saja”


“Eh, tidak jadi. Pesan yang lain saja terserah dirimu” ucap Adiba tidak jadi memesan makanan seafood.


“kenapa tidak jadi?”


“Kau alergi seafood kan? Nanti kalau aku makan seafood kau iri lagi” ucap Adiba terlihat tidak menatap Rendra yang tersenyum melihat dirinya.


“Kau tahu ya kalau aku alergi seafood, tahu darimana? Jangan bilang saat kuliah dulu kau diam-diam memperhatikanku. Kau dulu sudah jatuh cinta padaku?” ucap Rendra sambil menopang dagunya menatap Adiba intens, tak lupa senyum manis dia tunjukkan pada Adiba.


Jelas dia tersenyum karena Adiba mengetahui kalau di alergi seafood, itu berarti Adiba tahu tentang dirinya dari dulu. dan mungkin Adiba sudah mencintai dirinya dari dulu..


“jangan geer, aku hanya asal tebak” pungkas Adiba mengelak perkataan Rendra.


“Asal tebak, nggak masuk akal sayang. Nggak mungkin kamu asal tebak, kamu dulu stalking aku ya, kamu tahu dari siapa dulu dari Davin atau dari Ilham” ucap Rendra menggoda Adiba.


“Kita mau makan atau tidak, kalau tidak lebih baik aku ke kamar” ucap Adiba mengalihkan pembicaraan.


“Marah nih ceritanya” pungkas Rendra.

__ADS_1


“Aku ke ka..” ucap Adiba yang sudah kesal dia yang berdiri dari duduknya langsung ditahan oleh Rendra.


“Oke, aku minta maaf sayang. Jangan marah dong, aku kan bercanda sekaligus ngomong fakta” ucap rendra menahan senyum.


Adiba langsung menatapnya tajam,


“maaf, maaf. Duduk lagi, ayo makan, aku pesankan steak ya” ucap Rendra.


Adiba tidak menjawab ucapan Rendra tetapi dia menuruti permintaan pria itu yang menyuruhnya duduk kembali.


“istriku ternyata gengsinya gede” lirih Rendra dia memang sengaja mengucapkan itu untuk menggoda Adiba tetapi suaranya juga sengaja ia pelan kan agar terdengar menggumam.


“Kamu bilang apa barusan” pungkas Adiba datar.


“Nggak, salah dengar kamu” elak Rendra


“Mbak,” ucap rendra kemudian sambil melambaikan tangannya pada seorang pelayan.


“Iya mas,” jawab pelayan tersebut yang menghampiri mereka berdua.


“Dua steak yang spesial” ucap rendra.


“tunggu sebentar ya mas mbak” ucap pelayan tersebut dan pergi setelah mencatat pesanan sepasang suami istri itu.


“Mau istirahat saja di kamar”


“Serius nggak mau kemana-mana?”


“Nggak, aku capek”


“ya sudah, kita tidur siang saja habis ini. baru nanti malam aku ajak kamu bertemu seseorang” ucap Rendra pada istrinya.


“bertemu siapa?”


“Ada nanti kamu juga tahu.” ucap Rendra, karena ucapan Rendra tersebut membuat Adiba penasaran tentang siapa yang akan mereka temui nanti.


...................................................


Rendra dan juga Adiba sudah selesai makan siang, mereka berdua saat ini sudah kembali ke kamar mereka. Rendra segera menyalakan televisi untuk mengurangi rasa canggung mereka saat satu ruangan begini. daripada sunyi lebih baik ia menyalakan televisi kan.


“Kamu tidurlah di kasur, aku di sofa” ucap Rendra dan akan berjalan kearah sofa.

__ADS_1


“Kau tidur disini saja denganku, kau bilang semalam badanmu sakit semua kan” ucap Adiba, dan seketika langsung menghentikan langkah Rendra yang akan naik ke sofa.


Dia langsung berbalik melihat Adiba saat ini,


“Kamu serius sayang? Kamu mau berbagi kasur denganku” ucap Rendra dengan binar mata kebahagian.


“jangan salah paham, aku hanya kasihan denganmu. Tapi ingat jangan pernah menyentuhku” ucap Adiba dnegan sedikit mengancam.


“peluk tidak boleh?” ucap Rendra.


“Jangan macam-macam tukas Adiba dengan sedikit tajam tatapan yang dia tunjukkan pada Rendra.


“Bercanda sayang, jangan serius-serius begitu” pungkas Rendra pada Adiba. Dia segera berjalan ke sebelah tempat tidur dan bersiap naik ke tempat tidur mereka.


Adiba hanya melihatnya saja, mau bagaimana lagi dia terpaksa mengijinkan Rendra satu tempat tidur dengannya. Dia tidak tega melihat pria itu mengeluh sakit saat tidur di sofa.


“kenapa diam saja, sini tidur” ucap Rendra sambil menepuk tempat tidur di sebelahnya.


Adiba yang sedari tadi diam dan sedikit melamun tersadar karena apa yang Rendra lakukan tersebut.


“buruan tidur kamu capek kan setelah menempuh perjalanan Jakarta Jogja. Nggak usah takut aku janji, aku nggak bakal ngapa-ngapain kamu kalau bukan kamu yang minta” ucap Rendra pada istrinya.


Adiba hanya diam tidak menjawab ucapan Rendra, dia perlahan naik ke kasur sambil menyibak selimut dan membaringkan dirinya membelakangi suaminya yang menatap padanya.


“Tidur jangan membelakangi suami kenapa, nanti aku tergoda dengan lekuk tubuhmu bagaimana. Sini lihat kearah ku” pungkas Rendra


Adiba langsung berbalik menatap suaminya,


“Jangan macam-macam” sungut Adiba kesal menatap rendra.


“Siapa yang macam-macam, kan aku Cuma mengingatkan” ucap Rendra.


Adiba langsung menuruti perkataan Rendra, dia tidur menghadap pria itu saat ini dan langsung memejamkan matanya malas berlama-lama menatap Rendra.


Rendra sendiri tersenyum melihat Adiba yang memejamkan matanya menghadap arahnya saat ini.


“Makin bertambah umur, kamu makin cantik. Aturan aku dari dulu bilang suka padamu, andai gengsi ku tidak ada dulu. mungkin kita hidup bahagia bertiga dari lama” gumam Rendra terus menatap Adiba.


Adiba yang belum tertidur mendengar ucapan Rendra tersebut, jujur dia terkejut mendengar ini. meskipun Rendra pernah bilang kalau menyukainya sejak dulu tapi ucapan ini kembali mengejutkannya. Dia akui dulu dia juga menyimpan rasa pada Rendra tapi hanya dalam diam saja tanpa ada yang tahu.


Dan dia tadi tahu kalau Rendra alergi seafood dari hasil stalking dirinya, benar dia memang selalu melihat akun medsos Rendra dan dia pernah membaca komen-komenan pria itu dan temannya. dimana Rendra menyalahkan Davin karena memberinya makan udang saat bertamu ke rumah pria itu.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2