CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 46


__ADS_3

Hari berganti dengan cepat, matahari sudah bersinar dengan begitu cerahnya saat ini. Rendra baru saja bangun dari tidurnya sedang Adiba sudah tidak berada didalam kamar membuat Rendra kebingungan mencari istrinya itu yang sudah tidak ada di kamar.


“Dimana Adiba?” gumam Rendra sambil merenggangkan otot-ototnya yang capek.


Dia langsung melangkah turun dari tempat tidur, dan mengambil ponsel miliknya yang berada di nakas meja.


“Gila, sudah jam tujuh” gugup Rendra saat melihat jam di layar ponselnya.


“Mampus gue terlambat buat Rapat,” dia langsung menaruh ponselnya begitu saja di tempat tidur dan segera berlari ke kamar mandi untuk bergegas mandi dan berangkat ke kantor. Kenapa Adiba tidak membangunkan dirinya dari tadi sih..


Baru saja Rendra masuk ke kamar mandi pintu kamar sudah terbuka, Adiba melihat kearah tempat tidur yang sudah kosong itu


“Dia sudah bangun, aku pikir dia belum bangun juga” gumam Adiba dan langsung berjalan kearah ruang pakainya untuk mengambilkan baju yang akan di pakai Rendra berangkat ke kantor.


Baru beberapa menit Rendra sudah keluar, entah dia mandinya dengan terburu-buru atau bagiamana.


Bertepatan dnegan itu Adiba keluar dari ruang pakaian membawakan baju miliknya, Adiba yang tadi melangkah biasa saja langsung terdiam ditempatnya melihat kearah Rendra yang hanya mengenakan handuk saja yang melilit di pinggang pria itu sedangkan badannya bertelanjang dada.


Adiba meneguk ludahnya melihat perut kotak-kota Rendra, rasanya kenapa jantungnya kembali berdebar saat ini.


“Kenapa kamu dia saja disitu, kamu kok nggak bangunin aku sih. Aku ada rapat hari ini” ucap Rendra yang berjalan menghampiri Adiba yang terpaku ditempatnya.


“Kenapa diem? Kamu terpesona ya sama aku.” ucap Rendra langsung mengambil baju dari tangan Adiba.


“Nggak usah geer” jawab Adiba memalingkan wajahnya dari Rendra.


“Aku nggak geer kok, tapi kenyataan kan. kamu terpesona sama aku,” ucap Rendra dnegan percaya dirinya menatap sang istri.


“Stuuttt, udah nggak usah jawab lagi, aku lagi nggak ada waktu buat debat sama kamu. aku terlambat sayang” ucap Rendra sambil mengarahkan telapak tangannya di wajah Adiba.


“Kamu udah bangun, udah rapi begini. tapi suaminya nggak di bangunin,” pungkas Rendra sambil cemberut.


“Aku bukannya nggak mau bangunin kamu ya, tapi kamu nya aja yang tidurnya kayak kerbau.” Cibir Adiba dan langsung berjalan menuju ruang pakainya lagi untuk mengambil tas dari ruangan itu.


“kamu tadi darimana?” tanya Rendra sambil memakai celananya.


“Ahkkk, kamu kenapa sih makai celana begitu” Adiba langsung menutup matanya dan berbalik membelakangi Rendra lagi.

__ADS_1


“Lebay sih, kamu darimana tadi?” pungkas Rendra lagi.


“Dari bangunin Rafka” jawab Adiba dan berjalan pergi.


“Oh, aku kira kamu kemana” Rendra yang sudah memakai celananya langsung menaruh handuknya begitu saja di kasur dan dia memakai kemeja putih yang dipilihkan Adiba untuknya.


“Sayang aku minta tolong sih pakaikan dasi ku” ucap Rendra meminta tolong pada Adiba saat perempuan itu sudah keluar kembali dari ruang pakaian.


“Bisa nggak sih nggak usah panggil sayang” ucap Adiba yang terlihat tidak suka Rendra memanggilnya itu.


“Lah terus panggil siapa, panggil baby gitu. Buruan, aku terlambat ini.”


“Pasang sendiri, mau kebawah” tolak Adiba dan akan pergi begitu saja.


“Aku bilangin Rafka nanti kamu, kalau kamu nggak perduli sama aku” ucap rendra mengancam Adiba.


“Apaan sih, main ngadu. Sok kamu mentang-mentang Rafka sering belain kamu, kamu ngancem aku”


“Aku nggak ngancem kamu, ini kan kewajiban kamu jadi istri aku. udahlah sayang buruan, kita jangan debat lagi. Nanti kalau kamu masangin dasi ku aku kasih hadiah yang kamu pengen kemarin” uap Rendra.


“Apa yang aku pengen, nggak usah ngada-gada deh”


“Kamu benar-benar mau aku pukul ya, nggak usah ngeledekin aku bisa” kesal Adiba dan mengangkat tas kecilnya hendak melemparkan pada Rendra.


Dia yang kesal langsung pergi begitu saja meninggalkan Rendra yang lagi-lagi puas membuat Adiba kesal, dia langsung memasang dasinya sendiri dengan tergesa-gesa. Dia harus segera berangkat bekerja sekarang. Kalau dia terlambat menghadiri Rapat bisa-bisa kalau ayahnya tahu dia bisa kena omel.


............................................


Rendra dan Adiba sudah sampai di kantor, mereka berdua saat ini sudah berada didalam lift yang sama. Sebenarnya Adiba tidak ingin satu lift dnegan Rendra karena ini lift khusus dan dia tidak ingin orang-orang tahu kalau dia sudah menikah dnegan Rendra saat ini.


Tapi Rendra yang dasarnya pemaksa itu membuat dirinya berada di lift yang sama,


“kamu bisa nggak sih tidak jadi pemaksa” ucap Adiba pada Rendra yang berdiri disampingnya.


“Nggak,” jawab Rendra melihat Adiba sekilas.


“Aku harap kamu jangan bilang pada siap-siapa kalau kita sudah menikah” ucap Adiba melihat Rendra takut-takut.

__ADS_1


“Terserah diriku, kenapa mereka tidak boleh tahu.”


“Ya aku tidak mau mereka berpikir aneh-aneh padaku”


“mereka sudah berpikir aneh-aneh denganmu sejak kau pertama kali melihatku, sudahlah biarkan mereka tahu kalau kau istriku” tukas Rendra


Adiba hanya bisa diam, benar juga orang-orang di kantor sudah membicarakan dia aneh-aneh. Tapi tetap saja dia tidak ingin orang tahu kalau dia sudah menikah dnegan Rendra.


“Sudahlah tidak usah banyak berpikir” ucap rendra langsung menggenggam tangan Adiba, membuat Adiba langsung melihat kearah pria itu.


“Bisa lepasin nggak”


Rendra diam saja dan pura-pura tidak mendengar ucapan Adiba barusan, dia melihat ke depan mengabaikan ucapan Adiba padanya.


“Kemari,” ucap Adiba menarik Rendra agar menghadapnya.


“kenapa? Mau ngomel lagi” tukas Rendra yang sudah melihat Adiba.


“Kamu CEO kan pakai dasi tidak jelas begini” ucap Adiba sambil membenarkan dasi Rendra yang terlihat tidak rapi.


Rendra melihat Adiba yang telaten membenarkan dasi miliknya saat ini, dan tangannya langsung meraih begitu saja wajah Adiba dan memberikan ciuman pada perempuan itu.


Adiba yang terkejut mendapat ciuman tersebut, langsung melepaskannya dan menatap Rendra.


“Nggak usah natap aku begitu, nanti tergila-gila denganku kamu. ada perhatiannya juga nih sama suami” ucap Rendra tersenyum pada Adiba yang langsung memalingkan wajah dan mengusap bibirnya bekas ciuman Rendra barusan.


“Dasar pria yaang seenaknya sendiri” batin Adiba sekilas melihat Rendra yang ada dibelakangnya.


“kenapa sayang malu?” tanya Rendra mengarahkan wajah Adiba padanya lagi.


“Itu hadiah dariku,” lanjutnya.


“Udah deh, minggir. Stop dekat-dekat denganku nanti, aku tidak mau orang-orang berpikir aneh-aneh” ucap Adiba langsung keluar dari lift saat pintu lift itu terbuka.


“Males, ku bakal dekat-dekat terus sama kamu istriku” seru Rendra saat Adiba melangkah pergi meninggalkannya yang masih ada didalam lift.


“Orang itu sudah gila,” gumam Adiba sekilas melihat Rendra yang tersenyum melihatnya dan dia sekilas melihat sekeliling takut kalau ada yang mendengarnya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2