CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 31


__ADS_3

Rendra berjalan cepat menyusul Adiba yang sudah masuk kedalam lift saat ini, dia menahan pintu lift yang akan tertutup agar bisa satu lift dnegan Adiba yang sedari tadi berusaha menjauh darinya. Sedari mereka turun dari mobil milik pria bernama Tama tadi Adiba terus berjalan menghiraukan dirinya.


Saat dia menahan pintu lift itu agar tidak tertutup, ternyata di dalam lift bukan hanya ada Adiba tetapi ada karyawannya yang lain. Yang kini tengah menatap dirinya aneh,


“kenapa melihatku seperti itu, kalian keluar dari lift ini. cari lift lain” tukas Rendra pada beberapa karyawannya yang berada di dalam satu lift dengan Adiba.


“Tapi pak sa..” ucap salah satu karyawan perempuan dan langsung di potong oleh rendra.


“Tidak usah pakai tapi-tapian, cepat keluar dair lift ini. atau kalian mau saya pecat” ucap Rendra mengancam.


Adiba langsung menatap kesal pria itu yang seenaknya sendiri menurutnya saat ini.


Mereka yang berada di dalam lift itu langsung keluar satu persatu termasuk Adiba yang akan keluar tetapi langsung dihalangi oleh Rendra.


“Mau kemana kamu? siapa yang menyuruhmu keluar” ucap Rendra melihat Adiba yang mendongak menatapnya.


“Bukannya kamu yang menyuruh kita untuk keluar”


“Aku memang menyuruh yang lain keluar tapi tidak denganmu, cepat kalian keluar” tukas Rendra dan melihat para karyawannya yang berjalan keluar.


Setelah mereka semua keluar Rendra langsung masuk dan sedikit menarik Adiba agar masuk kembali kedalam dan pintu lift langsung tertutup saat ini.


Para Karyawan Rendra yang abru saja diusir secara tidak langsung, menatap penasaran mereka merasa ada yang tidak beres dengan bosnya dan juga mantan direktur keuangan mereka.


Didalam lift Adiba menatap tidak suka pada Rendra yang berdiri didepannya, menatap dirinya dalam diam.


“Jangan begitu menatapku, nanti benci jadi cinta lagi. Nggak pa-pa juga sih kalau kamu cinta sama aku, kita langsung nikah nanti dan Rafka punya orang tua yang utuh” ucap Rendra sambil tersenyum.


“Jangan mimpi” ucap Adiba membuang muka.


“Siapa yang mimpi, aku tidak mimpi. Tunggu waktu, kamu akan jadi milikku” ucap rendra penuh keyakinan.


“Jangan harap aku akan jadi milikmu” ketus Adiba menata Rendra.


Rendra langsung mendorong Adiba, dia memojokkan perempuan itu mengunci tubuh perempuan tersebut yang seketika membuat Adiba takut dengan apa yang Rendra lakukan.

__ADS_1


“Kamu sudah jadi milikku, dan aku akan mendapatkan mu bagaimanapun caranya termasuk melakukannya seperti dulu. agar kau hamil anakku lagi” ucap Rendra dan mendekatkan wajahnya pada Adiba.


“Apa yang kau lakukan, “ ucap Adiba sambil menahan tubuh Rendra.


Rendra malah semakin mendekatkan dirinya bahkan tangannya memegang kedua tangan Adiba.


“Rendra, apa yang akan kau lakukan padaku. Lepaskan, lepaskan akau. Jangan kau ulangi perbuatan brengsek mu dulu” ucap Adiba memberontak pada Rendra.


“Kau takut?” ucap Rendra malah tersenyum miring.


“Tenang sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku tidak akan membuatmu kecewa denganku,” ucap rendra dan langsung menjauhkan dirinya pada Adiba.


Adiba sedikit bisa bernafas lega dan dia melihat sekilas kearah Rendra yang tidak berbicara lagi, pria itu justru bersikap dingin saat ini. dengan tidak melihat kearahnya seakan menganggap dia tidak ada disebelah pria itu lagi.


.........................................


Rendra sibuk mengerjakan sesuatu di meja sedangkan Adiba merasa dia tidak punya pekerjaan karena sedari tadi Rendra mendiaminya dan tidka menyuruhnya sama sekali membuat dirinya seakan tidak ada pekerjaan.


Karena bosannya, Adiba terpaksa berdiri dari duduknya saat ini dan dia berniat untuk menghampiri Rendra yang terlihat sibuk sendiri dengan pekerjaannya.


Rendra hanya melihat sekilas Adiba yang berdiri disebelah mejanya saat ini.


“Tidak ada, kau duduk saja di sana” jawab Rendra dan tanpa melihat kearah Adiba saat ini.


“kau serius tidak ada, pekerjaanmu saja sebanyak ini. mana serahkan padaku,” ucap Adiba dan akan mengambil sebagian dari berkas-berkas di meja itu.


“Tidak perlu, kau pergilah” ucap Rendra dan mengambil kembali berkas yang ada di tangan Adiba. Dia menumpuknya kembali dan lebih mendekatkan tumpukan itu pada dirinya agar tidak di ambil oleh Adiba.


Adiba terperangah keheranan dengan apa yang dilakukan Rendra barusan, kenapa pria itu sekarang terkesan dingin dengannya padahal tadi pagi saat di lift dia bersikap begitu dengannya.


“Sedang apa kau masih disini, pergi sana. Aku sibuk, kau ingin menggodaku sekarang” tukas Rendra terkesan dingin.


“Siapa juga yang ingin menggoda mu” sungut Adiba kesal, dia langsung pergi begitu saja dari hadapan Rendra.


“Eh tunggu, tolong belikan aku Coffee latte dingin, dan bawa kesini” perintah Rendra ada Adiba yang akan berjalan pergi.

__ADS_1


“Apa?” ucap Adiba.


“Apa aku harus mengulanginya lagi sayang, tolong belikan aku Cofee latte dan bawa kesini” pungkas Rendra memerintahkan lagi pada Adiba.


“Ya,.” Kesal Adiba dan langsung pergi dari hadapan Rendra, Rendra membiarkannya begitu saja tanpa melihatnya sedikit pun.


Saat Adiba sudah membuka pintu rungan baru Rendra menatap pintu itu yang sudah tertutup dan senyumnya seketika langsung timbul di wajahnya.


“Bagaimana sayang, cara tarik ulur ku. Kau tidak suka kan dengan sikapku yang begini” ucap Rendra sambil menahan senyumnya.


“Yes, rencana gue dimulai” ucapnya terlihat gembira berhasil membuat Adiba bete barusan. Dia sekarang akan berusaha sedikit cuek dan juga kadang sedikit perhatian dnegan perempuan itu.


......................................


“Kenapa, Kenapa, hidupku begini. kenapa harus bertemu pria menyebalkan itu lagi saat ini” kesal Adiba memukul pelan tangannya di meja bar tempat dia menunggu pesanannya selesai di buat.


“Dia dari dulu sampai sekarang kenapa masih menyebalkan begitu, dan kenapa tadi sikapnya langsung berubah saat di lift. Apa dia marah denganku karena menyebutnya brengsek” pikir Adiba merasa gamang.


“Bu Adiba, ini bu pesanannya. Tumben ibu minum Coffe latte” ucap sang barista yang menyodorkan coffe latte pada Adiba.


“Bukan untuk saya, ini untuk bos kalian” jawab Adiba sedikit kesal


“Bos kita? Siapa bu”


“Pak Rendra” jawab Adiba singkat.


“Loh pak Rendra yang menyuruh ibu, kenapa tidak menyuruh sekertaris nya saja”


“Saya sekertaris nya, jadi dia menyuruh saya”


“Loh kok ibu sekertaris nya, bukannya ibu Direktur disini kenapa jadi sekertaris” ucap barista itu yang sempat cuti bekerja dan saat ini bekerja kembali di cafe perusahaan


“Saya di pecat, dan dipekerjakan sebagai sekertaris sekarang. Ini uangnya, terimakasih” ucap Adiba segera menyerahkan uang yang tersebut pada Barista itu. dia harus segera pergi sebelum barista pria itu terus bertanya padanya. Dia risih kalau ditanyai oleh pria tersebut yang terlalu banyak omong untuk standar pria.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2