CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 24


__ADS_3

Rendra buru-buru ke kantor saat ni, dia sedikit berlari agar sampai keruangan nya, dia bisa habis kalau papanya tahu dia tidak ada di kantor saat ini. dan dia sudah sampai di depan ruangannya sambil terengah-engah dia sebentar untuk mengatur nafasnya.


Adiba yang berada disitu melihat Rendra yang tadi berlari dan sekarang berdiri di depan mejanya sambil mengambil nafas dalam.


“darimana saja kau?” tanya Adiba dingin, terkesan cuek dengan Rendra.


Rendra yang tadi sangking terburu-burunya tidak menyadari kalau Adiba berada di depannya langsung menatap perempuan itu yang melihatnya aneh.


“kau disini?” tanya Rendra.


“kau pikir aku dimana kalau tidak disini” ketus Adiba pada Rendra,.


“Papa ku mana? Di sudah kesini?” tanya Rendra pada Adiba.


“Papa mu? Mana aku tahu” ucap Adiba.


Rendra menegakkan tubuhnya melihat ke sana kemari, dan dia langsung mengitari meja kerja Adiba dan menarik tangannya.


“Ayo ikut aku” ucap Rendra sambil menarik Adiba masuk kedalam ruangannya.


“Ada apa denganmu lepaskan aku,.” ucap Adiba menolak tetapi dia tetap ditarik kedalam oleh Rendra.


“tempatmu di ruangan ini bukan di luar, kau sekertaris pribadiku mengerti. Duduk di sofa” perintah Rendra.


“jangan asal bicara ruangan ku di luar bukan disini” ucap Adiba yang terduduk di sofa karena Rendra mendorongnya pelan tadi agar duduk.


“Mulai hari ini ruangan mu, mengerti jangan banyak protes.” Tukas Rendra.


“Kamu serius tidak melihat papaku calon mertuamu?” tanya Rendra pada Adiba.


Adiba yang mendengar ucapan rendra itu melebarkan matanya,


“Apa? Barusan kamu bilang apa?” ucap Adiba.


“Tidak usah pura-pura terkejut.” Ucap rendra enteng dan dia langsung mengambil ponsel miliknya dari dalam saku celananya. Ia akan menghubungi Jeremy, bocah itu tadi bilang kalau ayah mereka akan ke kantor lalu kenyataannya mana dia tidak ada disini.


“Halo, dimana pa-pa.?” Ucap rendra saat Jeremy sudah mengangkat panggilannya.


“Bukannya dia di kantor mu kak?”


“tidak ada, kau menipuku”


“tidak kak, tadi papa memang bilang mau ke kantormu. Makanya aku bilang padamu cepat kembali. Serius dia tidak di sana?”


“Tidak ada,” ketus Rendra langsung mematikan panggilan telponnya.


Dan dia melihat sekilas kearah Adiba yang duduk di sofa sambil memperhatikan dirinya,


“kenapa melihatku begitu? Jatuh cinta denganku?” ucap rendra saat dia mendapati Adiba tengah melihatnya.


“Tidak akan, jangan kepedean” ketus Adiba dan langsung memalingkan wajahnya.


Rendra berjalan mendekat sambil tersenyum melihat Adiba, dan dia langsung duduk di sebelah Adiba saat ini.

__ADS_1


“Kamu masih sama seperti dulu, selalu ketus padaku. Bedanya sekarang kamu lebih cantik, aku makin mencintaimu” ucap Rendra


Adia bukannya tersanjung dia malah menatap pria di depannya sinis,


“mencintaimu? Omong kosong. Kalau kau mencintaiku tidak mungkin menjadikan ku bahan taruhan,” sinis Adiba.


“Tidak ada omong kosong dalam ucapan ku, aku memang menjadikan taruhan dirimu. Karena aku terpaksa, aku kehabisan uang jajan dari papa dan mereka menyuruhku menjadikanmu gadis kutu buku sebagai pacarku tentu saja aku mau selain aku sudah mengincar mu aku juga akan mendapatkan uang dari mereka. Tapi kau malah menolak ku mentah-mentah dulu andai kau tidak menolak ku aku tidak akan memperkosamu dulu. aku akui aku salah melakukan itu padamu”


“Kau memang bajingan, menghancurkan hidup seorang perempuan, kau mau akau melakukan apa sekarang. Jika tidak ada aku ijin pulang” ucap Adiba dan langsung berdiri dari duduknya tetapi tangan endra sudah menarik tangannya dan membuat dia terjatuh di pangkuan rendra.


“Apa yang kau lakukan, lepaskan” ucap Adiba yang akan berdiri lagi tapi tidak bisa karena Rendra menahannya saat ini.


“Maafkan aku, aku menyesal. Ayo kita mulai lagi dari awal, menikahlah denganku” ucap Rendra sambil memeluk Adiba,


“Aku menyesal soal masa lalu ku, dan aku hancur karena anakku sudah kamu gugurkan” ucap Rendra sambil memeluk Adiba, dia meneteskan air mata mengatakan itu.


Adiba merasakan bajunya sedikit basah dan dia melihat sekilas Rendra yang tengah meluknya dari belakang. Pria itu meneteskan air matanya, hal itu membuat Adiba terperangah tak percaya benarkan itu air mata.


“Apa dia serius menyesali semuanya?” batin Adiba


..............................


“Rafka, Rafka, Opa pulang nak” seru Alif dari luar sambil membawa mainan berupa pesawat terbang masuk kedalam rumahnya


“Rafka, lihat opa bawa apa buat kamu” ucap Alif lagi,


Julia dan juga Rafka berjalan ke depan saat mendengar suara tersebut, bocah itu langsung girang saat melihat siapa yang datang.


“mas Alif, kok pulang nggak bilang-bilang” ucap Julia yang terkejut melihat suaminya pulang ke rumah padahal suaminya itu bilang akan ada di Surabaya selama seminggu.


“Opa, Opa, ini untuk Rafka” ucap rafka senang melihat mainan baru yang di pegang kakeknya tersebut.


“iya ini untuk Rafka, Rafka senang sama mainannya. Sini cium Opa,” ucap Alif memberikan mainan tersebut pada rafka dan dia menyamakan tingginya dnegan bocah lima tahun itu. rafka langsung mencium Alif.


“Opa, aku masuk kedalam dulu ya. Aku mau mainan ini sama Om Aldo sama Om Alfin juga” ucap Rafka.


“nanti ya sayang, kamu disini dulu sama Oma sama Opa, ada yang pengen ketemu sama kamu”


“Siapa mas yang mau ketemu sama Rafka?” tanya Julia penasaran.


“nanti kamu juga tahu, sini rafka Opa aja yang bukain. Duduk dulu yuk,” ucap Alif mengajak duduk bocah itu di sofa ruang tamunya.


Julia hanya menatap bingung dan penasaran soal siapa yang akan menemui cucunya saat ini. dia mengikuti suaminya dan rafka yang duduk di sofa, baru juga beberapa langkah dia berjalan ada suara yang mengucap salam di pintu rumahnya.


“Walaikumsalam,” jawabnya bersamaan dengan Alfin.


Dua orang paruh baya yang berada di depan pintu tersenyum melihat mereka,


“Oh pak Frans, Bu Citra “ seru Julia saat melihat itu.


“Masuk pak bu,” ucap Alif yang duduk bersama dengan rafka.


“Iya, ayo ma masuk” ucap frans mengajak istrinya untuk masuk kedalam.

__ADS_1


“Maaf ya, kita datangnya tiba-tiba” ucap Frans.


“Nggak pa-pa pak, bapak sama ibu kan pasti sibuk” ucap Alif


“duduk pa, Bu” ucap Julia mempersilahkan tamunya untuk duduk.


“Iya Julia” jawab Citra,


“Aduh, maaf ya saya tinggal dulu. saya buatkan minum dulu ya pak Frans Bu Citra” pamit Julia akan ke dapur.


“jadi ngerepotin kita” ucap Frans dan Citra merasa tidak enak.


“Nggaklah pak bu,” ucap Alif, sedangkan Julia langsung kebelakang untuk membuatkan minum tamunya. Dia memang mengenal kedua orang itu yang merupakan bos dari suaminya, mereka adalah pemilik perusahan yang ada di Surabaya tepat suaminya menjabat sebagai Manager. Mereka juga yang selama ini banyak membantu mereka termasuk menguliahkan kedua anak mereka Adiba dan juga Alfin.


“Pa, itu..” ucap Citra terhenti saat melihat Rafka yang berdiri di depan Alif sibuk membongkar mainannya.


“Iya,.” Lirih Frans, seketika mata Citra berkaca-kaca mendengar jawaban suaminya.


“Mirip Rendra pa,” ucapnya terlihat sedih.


“Rafka, masa nggak cium tangan sama teman Opa. Cium tangan dulu nak sama Opa Frans sama Oma Citra” ucap Alif pada cucunya.


Rafka langsung melihat kedua orang di depannya, dan dia berjalan menghampiri dua orang asing yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


“ Sudah besar kamu,” ucap Frans saat rafka mencium tangannya dia mengusap rambut Rafka.


“memang Opa tahu siapa aku, kok bilang begitu” ucap bocah tersebut.


“Opa sangat tahu kamu, yang gendong kamu waktu bayi Opa” ucap Frans sambil tersenyum.


Citra yang mendengar ucapan suaminya langsung menoleh terkejut dengan itu,


“Oma,.” Panggil Rafka saat Citra tidak melihat dirinya dan tidak mengulurkan tangannya.


“Oh iya, kamu pinter banget sih sayang. Ganteng juga, “ Citra rasanya ingin menangis haru melihat itu, ini pertama kalinya dia melihat cucunya sendiri setelah sekian lama suaminya itu membohongi dirinya. Dan dia juga terkejut ternyata suaminya hadir saat perempuan yang dihamili Rendra melahirkan dan dia tidka memberitahunya. Ini saja kalau dia tidak menemukan sebuah foto anak kecil di meja kerja suaminya beberapa hari lalu, suaminya itu tidak mungkin memberitahu padanya.


“kamu mirip Papa kamu,” ucap Citra menatap manik mata bocah itu.


“Papa? Oma tahu papa aku”


“Papa kamu anak ki..” ucapan Citra terhenti karena Frans menyenggolnya dan menggeleng.


“Oma tahu dimana papa aku, dimana di..”


“rafka, itu Om Aldo manggil kamu” ucap Julia yang baru saja dari dapur telah kembali,.


“Iya Oma,” bocah itu langsung berlari antusias sambil membawa mainannya, dan lupa soal pertanyaan dirinya tadi.


Citra benar-benar sedih, dia tidak bisa menutupi kesedihan ini. dia juga tidak bisa diam untuk tidak memberitahukan pada Rendra. Kasihan anaknya selama ini sudah dibohongi oleh papanya sendiri, dan kenyataannya anaknya masih hidup Rendra pasti senang mendengar hal ini. dia akan memberitahu putranya itu, tekad Citra begitu kuat untuk memberitahukan pada rendra.


“ma diminum” ucap Frans.


“Iya” lirih Citra.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2