CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 28


__ADS_3

Rendra pagi-pagi sekali sudah berada di depan rumah Adiba saat ini, dia datang karena ingin berangkat bersama perempuan itu dan juga sekaligus untuk melihat anaknya. Dia saat ini harus lebih sering mendekatkan diri pada anaknya agar mereka saling dekat. Dan kelak saat dia bisa menikah dengan Adiba anaknya itu tidak sungkan dengannya, dia takut anaknya tersebut bakal menjaga jarak nantinya.


“Dimana Adiba, kenapa belum keluar juga” ucap Rendra saat melihat rumah itu masih tertutup rapat. Sedari tadi dia sudah menunggu di tempat itu tapi kenapa Adiba belum muncul juga saat ini.


Rendra yang sudah tidak sabar membuka pintu mobilnya, dia langsung turun dari mobil dan berjalan kearah rumah tersebut.


Rendra berjalan masuk ke halaman rumah dan dia langsung berhenti saat pintu rumah terbuka dimana Rafka yang keluar dalam keadaan panik.


Rafka berlari dengan langkah kecilnya keluar dari rumah, dia tampak bingung mencari seseorang dengan wajah paniknya.


“Rafka” panggil Rendra pada bocah itu.


Rafka yang mendengar panggilan tersebut melihat kearah orang yang memanggilnya, matanya langsung berbinar.


“Om, Om bantu aku Om” seru Rafka pada rendra dia berjalan menghampiri pria dewasa itu dengan panik.


Rendra yang melihat kepanikan Rafka langsung berjalan cepat menghampiri bocah tersebut.


“Ada apa sayang? Kenapa kamu menangis?” tanya Rendra pada Rafka yang memang tengah menangis saat ini.


“Mama Om, Mama, Mama pingsan” ucap Rafka yang berdiri di depan Rendra yang sudah mensejajarkan tubuhnya.


“Apa? Mama kamu pingsan” Rendra tampak terkejut mendengar ucapan itu.


“Iya Om, ayo, ayo Om bantu Mama OM” ucap rafka sambil menarik-narik Rendra.


“Iya-iya sebentar” Rendra langsung menggendong Rafka, bocah itu sendiri saat ini sudah mengenakan seragam sekolahnya.


Mendengar Adiba pingsan membuat hatinya cemas saat ini, kenapa dengan Adiba sebenarnya, kenapa perempuan itu bisa tidak sadarkan diri. pikir Rendra sambil berjalan cepat masuk kedalam rumah.


“Mama kamu dimana sayang?” tanya Rendra pada Rafka yang ada di gendongannya.


“Mama di kamar Om, ayo buruan Om” ucap Rafka menangis agar rendra cepat membantu Mamanya. Karena di rumah saat ini tidak ada orang Omanya dan om tantenya pergi ke bandung untuk menghadiri acara keluarga di sana dan Opanya ada di Surabaya.


Rendra langsung masuk kedalam kamar yang ditunjuk Rafka, dan dia melihat Adiba yang terbaring di lantai.


“Sayang kamu turun dulu ya, Om mau bantu Mama kamu” Rendra dengan cepat menurunkan Rafka dan dia langsung menghampiri Adiba yang tengah tak sadarkan diri.


‘Adiba, Adiba bangun,..” ucap Rendra pada Adiba, dia menepuk pelan wajah perempuan itu dan dia merasakan tubuhnya yang hangat.


Rendra langsung memeriksa pergelangan tangan Adiba, dan dia diam sebentar. Sudah ia pastikan Adiba demam saat ini, dan demamnya cukup tinggi.


Rendra dengan sigap langsung mengangkat Adiba dan membaringkannya di tempat tidur.


“Om, Mamaku kenapa Om. Mamaku baik-baik aja kan” ucap Rafka menatap cemas Rendra


“Sini sayang,” panggil rendra pada Rafka.


“mama kamu nggak pa-pa kok, Mama cuman demam. Kamu disini dulu ya jagain Mama Om mau ambil air es dulu” ucap Rendra mengangkat rafka dan mendudukkan bocah itu disebelah Adiba yang terbaring di kasur.


Rendra langsung berjalan keluar dari kamar tersebut, dia langsung menuju ke dapur untuk mengambil air untuk mengompres Adiba sebagai pertolongan pertama. Kalau misalkan demamnya belum turun akan ia bawa ke rumah sakit perempuan itu.

__ADS_1


..........................


Rendra sudah selesai mengompres Adiba dia berkali-kali melakukannya agar panasnya turun dan saat ini sudah berangsur turun.


Dia menatap Adiba yang masih belum bangun dari pingsannya, dia sedih menatap perempuan itu saat ini.


“kenapa kau bisa sakit begini? apa yang membuatmu sakit” ucap Rendra sambil memegang tangan Adiba.


“melihatmu seperti ini membuatku lemah, cepatlah pulih,” ucap Rendra mencium punggung tangan Adiba.


“Om, aku sudah makan. Makanannya enak” ucap Rafka yang masuk kedalam kamar dan membuat Rendra langsung menatap Rafka yang menghampirinya. Bocah itu sangat girang saat ini karena habis makan-makanan fast food yang dia belikan barusan. Karena di rumah tidak ada makan dan Rafka belum makan sedari pagi jadi dia belikan saja makanan jadi.


“makanannya enak ya, Rafka mau lagi..” ucap Rendra pada Rafka,


“Nggak Rafka udah kenyang, kalau Om mau beli lagi buat Mama ya Om” ucap bocah itu.


“Mama kok belum bangun Om, mama nggak pa-pa kan” bocah itu mulai gelisah lagi saat melihat Mamanya yang belum bangun.


“Mama kamu nggak pa-pa kok sayang, sini duduk sama Om” ucap Rendra dan langsung memangku Rafka. Dia mencium singkat kening bocah itu.


“Andai Om Papa aku, aku pasti senang. Om baik banget sama Mama sama aku, Om mau bantuin Mama tadi” ucap rafka


Rendra yang tadi tidak fokus dengan Rafka yang tengah duduk di pangkuannya langsung melihat kearah bocah itu. matanya sendu menatap Rafka.


“Rafka mau jadi anak Om,.” Ucap Rendra begitu saja.


“Rafka mau jadi anak Om, tapi mama kemarin bilang Om yang kemarin Papa Rendra. Terus gimana Om” ucap Bocah itu dengan polos. Dia masih mengingat ucapan mamanya kemarin yang bilang kalau pria yang datang bersama Mamanya itu Papanya tapi saat dia keluar lagi pria itu tidak ada.


“Pria itu bukan papa kamu, Papa kamu Om sayang bukan pria itu, Om Pap..”


“Rafka,.” Lirih Adiba yang terbangun saat ini.


Perkataan Rendra terpotong gara-gara itu, dia langsung melihat Adiba.


“Mama,.” Rafka langsung turun dari pangkuan Rendra dan langsung naik keatas tempat tidur yang kosong disebelah Mamanya.


“Kau,.” Ucap Adiba sedikit terkejut saat melihat Rendra yang duduk disebelahnya melihat kearahnya saat ini.


“kenapa kau ada disini,” ucap Adiba dan akan duduk, Rendra hanya diam saja dan langsung membantu Adiba untuk duduk.


“Mama sudah bangun, Mama kenapa bisa tiba-tiba jatuh tadi, mama nggak pa-pa kan” pertanyaan-pertanyaan khawatir bocah kecil itu tanyakan pada sang mama.


‘Mama nggak pa-pa sayang” lirih Adiba sambil melihat Rafka.


“Aku tanya kenapa kau bisa ada disini, kalau kau tidak ada kepentingan pergi dari rumah ku” tukas Adiba pada Rendra.


“Mama, mama jangan begitu. Om Endra yang nolong Mama, Om ndra yang bantu rafka buat nolong Mama” pungkas Rafka.


“Kau dengar anak kita bilang apa? aku yang menolong mu” tukas Rendra pada Adiba.


“Dia anakku”

__ADS_1


“Dia juga anakku, bilang padanya kalau aku ayahnya bukan orang itu”


“Tidak akan aku bilang”


“Oke, aku yang bilang sekarang. Jangan salahkan aku kalau dia akan membencimu” ucap Rendra di barengi ancaman dalam ucapannya.


“Mama sama Om ndra ngomongin apa, siapa yang anak siapa Om” ucap rafka yang berada di tengah-tengah pembicaraan orang dewasa itu.


“Kau atau aku yang bilang” ucap Rendra pada Adiba yang malah diam dan sesekali melihat Rafka.


“Aku yang bilang,” jawab Adiba terasa berat untuk menjawab.


“Bagus sekarang bilang, kalau aku ayahnya” ucap Rendra.


Adiba langsung menatap kearah Rafka yang duduk di kasur sebelahnya, dia memegang bahu anaknya pelan. Mungkin inilah keputusan terbaik, benar kata bundanya Rafka harus tahu siapa ayah kandungnya dan dia tidak ingin di benci anaknya di kemudian hari.


“Rafka mau tahu Papa Rafka?” ucap Adiba pada Rafka, dia sekilas melihat kearah Rendra yang seperti tidak sabar.


“Iya, Rafka pengen tahu Papa Rafka. Papa Rafka yang kemarin itu bukan, tapi kalau dia Papa Rafka kenapa dia nggak kesini sekarang” ucap Bocah itu pada Mamanya.


“i..itu, itu bukan papa Rafka, Ma..Ma salah ngomong kemarin”


“Terus papa Rafka siapa Ma? Rafka punya papa kan Ma?” ucap bocah itu mulai terlihat sedih dan takut, benar dia takut kalau omongan orang-orang yang dilontarkan padanya sebagai anak haram itu nyata.


“Mama jawab, Rendra punya papa kan?” ucap bocah itu mulai menangis.


“cepatlah jawab,” tukas Rendra.


“Rafka punya Papa, Papa Rafka sekarang ada disini sama Rafka”


“Mana ma? Papa mana. Disini nggak ada Papa, adanya Om ndra.” Pungkas bocah itu melihat sekeliling mencari papanya.


“Om Rendra papa kamu, dia papa yang selama ini kamu tanyakan sama Mama. Om Rendra papamu Rafka” ucap Adiba berat mengatakan itu dan dia menitihkan air matanya.


Rafka langsung melihat kearah Rendra yang menatapnya berkaca-kaca,


“Om Papa kamu sayang, sini sama Papa” ucap rendra mengulurkan tangannya pada sang anak.


“Om Ndra papa Rafka, serius ma” ucap Rafka menatap sang Mama dan dia langsung menatap Rendra matanya berbinar menatap pria itu.


“Papa,” seru Rafka dan langsung menerima uluran tangan rendra.


Rendra menggendong Rafka, dia berdiri sambil menggendong putranya dengan bahagia. Akhirnya, yang dia tunggu-tunggu selama ini terwujud juga.


Dia menggendong rafka memeluknya erat,


“Iya sayang ini papa, Ini Papa Rafka. Maafin papa ya, papa minta maaf sama kamu, Papa minta maaf, papa minta maaf, papa telat sayang” ucap Rendra haru memeluk anaknya itu.


Adiba yang berada di tempat tidur menitihkan air mata haru melihat anaknya yang terlihat bahagia mengetahui siapa Papanya. Sekali lagi bundanya benar Rafka bahagia saat tahu siapa papanya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2