
“Enak es krimnya?” tanya Rendra pada Rafka yang berada di pangkuannya. Rafka memang berada di pangkuan Rendra saat ini karena pria itu sendiri yang ingin memangku bocah lima tahun itu. Dia merasa bocah itu mirip dengan dirinya dulu dan dia ingin lebih dekat lagi dengan bocah tersebut.
“Ini enak Om, boleh minta lagi” ucap Bocah tersebut dengan logat khas anak kecilnya.
“Rafka udah nak, nggak boleh banyak makan es krim. Nanti kalau Mama kamu tahu Om bisa kena marah” ucap Alfin yang melarang bocah itu.
“nggak Ma Ma nggak marah,” ucap bocah itu.
“Rafka, udah ya. Kita pulang yuk tante mau ada les” ucap Chika
“mas kita pulang ya?” ucapnya lagi pada sang kakak yang berada di sebelahnya.
“Nggak mau, aku mau sama Om ini. aku nggak mau pulang, aku marah sama Mama” rengek Rafka tidak mau pulang dan ingin terus bersama dengan Rendra.
“Lah kok gitu sih dek, yok pulang” ucap Chika berusaha mengajak pulang Rafka.
“Nggak boleh gitu sayang, Mama kamu kerja untuk kamu loh. Nggak boleh marah sama Mama ya” ucap Rendra pada Rafka.
“Mama bohong sama aku, aku marah sama Mama. Dia bilang mau nemuin aku sama Papa tapi mana. Pokoknya aku nggak mau pulang, nggak mau ketemu Mama Huhu hikss hikss” ucap Rafka dan bocah tersebut mulai menangis saat ini.
“Rafka nggak boleh begitu sayang, Mama kamu kerja buat kamu selama ini. dia mati-matian kerja cuman buat kamu. kamu nggak seharusnya begitu” ucap Chika di sedikit tersulut emosi oleh bocah lima tahu tersebut.
“Chika, namanya ank kecil kamu jangan begitu” tegur Alfin pada adiknya.
“Rafka pulang ya, nanti mama kamu nanyain kamu loh. Pulang sama Om ya” ucap Alfin dan akan menggendong Rafka yang menangis takut karena di bentak oleh Chika barusan.
“Anak ganteng jangan nangis,” ucap Rendra sebelum mengangkat Rafka dan menyerahkannya pada Alfin rasanya dia tidak tega melihat bocah itu menangis dan tidak rela bocah itu dibawa pulang
“jangan nangis ya, Om antar kamu pulang. Om ikut Rafka boleh?” tanya Rendra pada bocah itu.
Rafka yang menangis langsung mendongak melihat Rendra,
“boleh,” lirih Rafka.
“Saya boleh ikut kalian pulang?” tanya Rendra setelah mendapat jawaban dari rafka dia langsung bertanya dengan Alfin.
“Om Alfin, Om ini ikut ya, ikut kita” rengek Rafka meminta Alfin mengijinkan Rendra untuk ikut.
“Iya mas, kalau mas nya mau ikut ke rumah kita. Maaf banget ya mas udah ngerepotin masnya” ucap Alfin.
“yey, Om ikut. Om namanya siapa?” tanya Rafka yang mulai berhenti menangis karena senang pria di depannya mau ikut dengannya pulang ke rumah.
__ADS_1
“nama Om Rendra, nama kamu Rafka kan.”
“Iya Om,” ucap Rafka terlihat girang.
“Kalau begitu biar Rafka satu mobil sama saya saja ya,” ucap rendra.
Seketika Alfin dan Chika melebarkan matanya saling pandang,
“Saya nggak akan nyulik dia kok. Kalau kalian takut Rafka saya culik, adik kamu biar ikut di mobil saya” ucap Rendra.
“Ya udah mas nggak pa-pa” ucap Alfin akhirnya.
................................
Diba sedang berada di kantornya dia duduk di kursi sekertaris yang berada di luar ruangan rendra. Meja dan kursi itu tempat barunya saat ini, hari ini dia sebenarnya tidak kuat lagi berada disini. Tapi mau bagaimana lagi dia harus memaksakan diri.
“Bu Diba kok disini?” tanya seorang pria yang berjalan di depan Adiba saat ini.
“Iya pak, saya sudah dipecat sebagai Direktur dan sekarang saya bekerja sebagai sekertaris Pak Rendra jadi saya disini” ucap Adiba lirih.
“Dipecat? Bagaimana bisa” ucap pria yang menjabat sebagai Direktur ditempat ini.
“Saya juga tidak tahu”
Adiba sesekali melihat kearah jam yang tergantung di dinding, ini sudah jam makan siang tetapi rendra sejak pergi sehabis berbicara dengannya tadi tak kunjung kembali kira-kira keman pria itu pergi batin Adiba.
“Kuat Adiba, kamu arus kuat demi Rafka. Jangan takut dnegan pria itu” ucapnya sembari menghela nafas ringan.
Dia akan menjalani ini semua, dia pasti bisa melakukannya tanpa.
................................
Mobil Rendra sudah berhenti di sebuah rumah minimalis tetapi sedikit agak besar dari komplek perumahan yang kecil.
“Om, Om ini rumahku” ucap Rafka pada Rendra.
“Ini rumah kamu?” tanya Rendra pada Raka, bocah itu mengangguk antusias.
“Ayo Rafka turun,” ajak Chika yang duduk di kursi belakang, karena tadi Rafka tidak mau di pangkuan dan ingin duduk di depan bersama dengan pria yang baru mereka kenal.
“Ayo Om, ayo. Oma pasti senang lihat Om, karena udah beliin aku es krim” ucap Rafka sambil menarik-narik tangan Rendra.
__ADS_1
“Iya sebentar ya,” ucap rendra langsung melepas sabuk pengamannya dan dia juga melepaskan sabuk pengaman Rafka.
“Kamu disini dulu ya, Om ya bukain pintu dari luar” ucap Rendra dan langsung keluar dari mobilnya.
Begitu juga Chika yang langsung keluar saat mobil kakaknya juga sudah masuk ke halaman rumahnya.
Rendra langsung membuka pintu mobil dimana Rafka duduk, dan dia langsung menggendong bocah itu.
“ini rumah Rafka ya,” ucap rendra sambil berjalan menggendong Rafka.
“Iya ini rumah Rafka, eh maksudnya rumah Oma sama Opa” ucap bocah itu polos.
“rafka ayo ikut Om,” ucap Alfin.
“nggak usah, biar saya saja” ucap rendra.
“masnya nggak capek mas gendong Rafka?” tanya Alfin.
“Nggak kok”
“Kalau begitu masuk dulu yuk mas, Chika kamu bilang bunda kalau ada tamu suruh buatin minum” ucap Alfin pada adiknya tersebut.
“Iya mas” jawab Chika sambil berjalan masuk kedalam.
Alfin dan juga Rendra juga ikut berjalan masuk kedalam rumah tersebut, tetapi langkah Rendra berhenti saat dia akan masuk kedalam karena ponsel miliknya berbunyi membuat dia langsung mengambilnya dari saku celana.
“Kak kamu dimana? Kata orang kantor kamu tidak ada di kantor sekarang. Cepatlah ke kantor Papa mau kesitu, jangan sampai dia sudah datang kamu tidak ada’ ucap jeremy pada rendra saat pria itu sudah mengangkatnya.
“kenapa pria itu datang ke perusahaanku hah?”
“Aku tidak tahu, buruan ke kantor” ucap jeremy.
Panggilan tersebut langsung terputus,
“Ayo mas masuk” ucap Alfin meminta rendra masuk.
“Ayo Om,” ajak rafka.
“Om minta maaf ya sama kamu, Om ada urusan. Lain kali Om kesini lagi oke anak ganteng,.” Ucap Rendra menurunkan Rafka dair gendongannya.
“Maaf ya saya permisi dulu, saya ada urusan penting” ucap rendra dan langsung berlari pergi menuju mobilnya membuat Alfin yang akan berbicara langsung terhenti karena Rendra yang sudah berlari lebih dulu.
__ADS_1
°°°
T.B.C