
Rendra yang kesal dengan orang-orang yang seakan tak perduli dengannya, memilih menyendiri duduk di pinggir kolam renang sambil sesekali melihat anaknya yang bermain di ayunan.
“Rafka hati-hati mainannya nanti jatuh” seru Rendra memperingatkan sang anak.
“Iya” jawab Rafka.
“Mama dimana sayang?” tanya Rendra yang penasaran dengan keberadaan istrinya yang sedari tadi tak terlihat.
“nggak tahu” jawab bocah itu dan berhenti main ayunan, dia langsung turun dari ayunan tersebut dan berjalan kearah Papanya.
“Papa ayo masuk” ajak bocah itu saat dia sudah berada di depan sang papa.
“kamu masuk saja dulu, papa masih ingi disini, tolong kalau ketemu mama kamu suruh temuin papa disini ya” pinta Rendra pada sang anak.
“Siap Papa” balas bocah itu dan langsung berlari masuk kedalam.
Rendra langsung menghadap lagi kearah kolam renang, kakinya ia masukkan kealam air. Kepalanya benar-benar penuh pikiran tentang istrinya yang masih mendiami dirinya saat ini.
“Kakak” panggil Jeremy dari belakang.
Rendra yang mendengar hal itu langsung menoleh, tetapi saat dia melihat kebelakang tepat pada adiknya. Pria itu malah mendorongnya saat ini hingga membuatnya masuk kedalam kolam renang.
“Hahahah, Selamat ulang tahun kak” Jeremy tertawa [uas saat kakaknya sudah masuk kedalam kolam renang.
“Sial kau, dasar manusia tidak jelas” marah Rendra saat dia sudah masuk di dalam kolam renang.
“Kakak yang lebih tidak jelas, sepeti anak kecil yang tengah marah karena mainannya diambil orang. Dasar bocah,” ledek Jeremy.
Rendra yang kesal, berkali-kali mengarahkan air kearah Jeremy.
“Kakak iarm kakak ipar cepat keluar, suamimi seperti bocah” Jeremy memanggil-manggil Adiba yang masih berada di dalam rumah saat ini.
Tak berapa lama kemudian Adiba keluar dengan membawa kue di tangannya yang sudah terdapat lilin yang menyala, dia tak sendiri melainkan bersama dengan keedua mertuanya dan anaknya.
“Happy birthday mas Rendra” ucap Adiba saat sambil berjalan mendekati suaminay ayng langsung diam tak menyiramkan air pada Jeremy lagi.
“Happy birtday, happy birthday Papa” ucap Rafka mengikuti sang mama sambil tersenyum pada Papanya.
Sedangkan kedua orng tua Rafka saling tersenyum satu sama lain, melihat kearah putra sulung mereka saat ini yang basah kuyup.
Rendra tampak specheles dengan apa yang ia lihat didepannya sekarang.
“Kalian ingat ulang tahunku” ucapnya sedikit tak percaya.
“Ya ingatlah mas, masa nggak” jawab Adiba sambil tersenyum
“Ya kita ingatlah, masa kita enggak ingt sama ulang tahu kamu” sahut Monica.
__ADS_1
Rendra langsung naik ke atas, dia berjalan menghampiri istri dan orang tuanya tetapi langkahnya berhenti saat melihat Jeremy.
“Ma..mau apa?” tukas Jeremy saat kakaknya melihat kearahnya terus.
“nggak, kesel aja” jawab Rendra dan langsung melenggang pergi.
“Ye Papa ulang tahun,” seru Rafka kegirangan.
“Sini sayang peluk papa, cium juga” pinta Rendra pada anaknya.
“Nggak mau, baju papa bsah” tolak Rafka.
“Gitu ya, yaudah Papa minta peluk mama” ucap Rendra yang langsung berdiri lagi hendak menghampiri sang istri.
“Eit, aku, aku juga nggak mau dipeluk. Kamu basah kuyup begini” tlak Adiba senada dengan ucapan anaknya.
“tega kalian, yaudah kalian nggak mau peluk aku aku minta peuk orang tuaku” ucap Rendra cemberut.
“Kita juga nggak mau, iya kan pa” tolak Monica saat anaknya endak memeluknya saat ini.
“Isss, menyebalkan kalian”
“Sudahlah Rendra tidak usah banyak bicara, cepat kamu tiup lilinya. Keburu malam, kamu nanti kedinginan” perintah Frans pada anaknya tersebut.
“Iya kak buruan, tiup lilinnya. “ sahut Jeremy.
“Yey,” seru rafka
........................................................
Sinar mentari sudah bersinar cukup terang tetapi sepasang suami istri belum angun dari tidur mereka saat ini. mereka berdua masih hangat tidur dalam pelukan.
“Sayang, sayang bangun” ucap Rendra yang tiba-tiba terbangun dan langsung membangunkan Adiba yang berada di peukannya saat ini.
“hemm, kenapa mas?” tanya Adiba dengan suara serak khas bangun tidurnya.
“Aku lupa kalau hari ini aku ada rapat,” ucap Rendra yang langsung glagapan sendiri.
“Kok bisa lupa sih, gitu aja mau nginep dirumah Papa kamu. terus gimana baju kamu kan dirumah kita” Adiba langsung duduk dan melihat suaminya yang tampak kebingungan.
“Nah itu, gimana coba, ayo buruan bangun kita pulang kerumah” Rendra langsung bergegas turun dari tempat tidurnya saat ini.
“Sayang buruan” ucapnya lagi apda Adiba.
“Sabar kenapa mas, aku hamil ngak bisa buru-buru” tukas Adiba sedikit tak senang saat diburu-buru.
“hehhee lupa, jangan marah dong” ucap Rendra dan langsung menghampiri sang istri. “Aku gendong ya,” ucap pria itu dan langsung menggendong istrinya saat dia sudah sampai didepan perempuan tersebut.
__ADS_1
“Apa-apaan sih mas, kok main gendong” ucap Adiba yang cukup terkejut dengan apa yang dilakukan sang suami.
“Biar cepat, ayo kita turun ke abwah terus pulang kerumah” Rendra langsung bruu-buru menggendong istrinya keluar dari kamar.
“Iya tapi jangan buru-buru kenapa, Rafka bagaimana mas. Diakayaknya belum bangun, kita bangunin dulu ya” ucap Adiba.
“udah Rafka biar disini saja, kita pulang berdua ya, aku sudah kesinagan sayang. Nanti biar aku yang suruh Jeremy bangunin Rafka dan antar dia kesekolah”
“tapi mas,” ucap Adiba sekana tak setuju dengan apa yang Rendra minta.
“Sudah nggak pa-pa, aku benar-benar telat ini” Rendra tak terlalu mendnegarkan apa yang dikatakan Adiba. Dia terus menggendong sang istri kearah tangga.
.....................................................
Dilain tempat Tama saat inis edang pergi berdua dengan Kania, hubungan mereka semakin dekat meskipun masih belum ada status sama sekali. Biasa Kania masih jual mahal begitu juga Taa yang kadang-kadang amsih gengsi meskipun pria itu saat ini lebih banyak menunjukkan rasa suka.
“kak Tama kenapa ngajak aku kesini?” tukas Kania sedikit ketus tetapi sebenarnya hatinya senang dia diajak liburan ke pantai.
“Yang kamu lihat apa sekarang, ya kita liburanlah” tukas pria itu sedikit cuek.
“Tumben ngajak aku liburan, mau modus lagi hah. Sadar kak, kita nggak ada hbungan apa-apa ya” pungkas Kania.
“Siapa juga yang kamu liburan, bukan aku yang ngajak” ucap Tama enteng sambil etrsenyum mengejek Kania.
“Lalu siapa yang ngajak liburan, yang disini kakak masa orang yang lewat itu yang ngajak liburan”
“Tunggu sebentar lagi, yang ngajak liburan bentar lagi juga datang”
“Siapa sih, ini apsti kakak yang ngajak tapi gengsi mau bilang”
“Kali ini bukan aku tapi orang lain, aku gengsi juga karena dirimu yang jual mahal”
Skak, ucapan Tama membuat Kania diam,
“Sudahlah nggak usah dibahas,” ucap Tama mengalihkan ucapannya.
“dasar nyebelin,”
“Itu..” tunjuk Kania pada dua orang yang berjalan kearah mereka saat ini.
Tama langsung melihat siapa yang ditunjuk Kania saat ini,
“Haii, kalian akhirnya sudah datang” sambut Tama sambil melambaikan tangan apda dua orang itu.
Kania langsung melihat ekarah Tama, dans ekali melihat kearah orang yang barusa datang, dua orang yang ak asing baginya.
°°°
__ADS_1
T.B.C