CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 37


__ADS_3

Adiba keluar dari kamar mandi sudah dengan memakai kaos dan juga celana yang tidak terlalu pendek, dia memang setiap kali tidur memakai pakaian yang seperti itu. dia perlahan keluar sambil memeluk kebaya yang dia gunakan tadi melihat waspada takut-taku kalau rendra tidak menepati janjinya. Dia takut kalau pria itu akan meminta haknya secara paksa malam ini. karena dia tidak mempercayai sepenuhnya ucapan Rendra, pria itu tidak pernah menepati ucapannya sama sekali.


Adiba memeriksa ke seluruh penjuru kamar mencari keberadaan Rendra di dalam kamar tersebut. Namun tidak ada tanda-tanda Rendra berada didalam kamar saat ini, membuat Adiba heran sendiri kemana perginya Rendra sekarang.


“Masa bodo, dia pergi kemana sekarang. Yang jelas aku aman saat ini” ucap Adiba menepis pertanyaan di kepalanya soal dimana Rendra. Ia langsung berjalan kearah tempat tidur. Dia akan tidur disitu karena Rendra sendiri yang bilang akan tidur di sofa.


Baru saja Adiba akan meletakkan bajunya di dekat nakas meja, pintu kamar terbuka membuat dirinya menoleh melihat kearah pintu saat ini.


Di Sana Rendra berdiri menatapnya, pria itu juga sudah berganti baju rumahan melihat kearahnya saat ini.


“Bajumu jangan ditaruh disitu, di kamar mandi ada tempat baju kotor kamu taru disitu saja” ucap rendra berjalan masuk sembari menutup pintu kamarnya.


“Kalau tidak biar aku saja yang menaruhnya di situ, mana bajumu” ucap rendra dan akan mengambil baju yang berada di tangan Adiba.


“Tidak usah aku saja” tolak Adiba,dan dia langsung pergi melewati Rendra yang diam terpaku karena penolakan Adiba padanya.


Beberapa saat kemudian, Adiba sudah menaruh pakaian kotor pada tempatnya dan dia kembali ke arah tempat tidur. Lagi-lagi dia hanya melewati Rendra yang berdiri di tempat tadi.


‘Kau tidurlah besok ikut aku” ucap Rendra pada Adiba.


“Mau kemana? Urusan pekerjaan atau bukan. Kalau bukan aku tidak mau ikut” ucap Adiba dan ucapannya sudah terdengar penolakan.


“besok aku beritahu, tidurlah di kasur. Aku di sofa” ucap rendra dan langsung berjalan ruang pakaian yang berada di sebelah tempat tidurnya dia membuka pintu lebar lebih dulu baru ia masuk kedalam untuk mengambil selimut miliknya. Adiba membiarkannya saja dan dia tidak perduli soal itu, dirinya langsung naik ke tempat tidur mengabaikan Rendra yang masih berada di ruang pakaian.


Bukannya dia menjadi istri yang durhaka tetapi mau bagaimana lagi pernikahan ini sungguh dia belum siap melakukannya.


Adiba sudah membaringkan dirinya di tempat tidur sambil berselimut tebal, Rendra sendiri baru keluar dari ruang pakaian dan dia melihat Adiba yang tidur sambil menyelimuti dirinya sendiri. entah mengapa dia begitu ingin mendekat kearah Adiba saat ini, perlahan langkah Rendra mendekati Adiba kini. Dia sedikit menunduk dan mencium kening perempuan itu.


“Selamat malam istriku” ucap Rendra pada Adiba yang sudah memejamkan matanya., setelah itu dia pergi menjauh ke sofa meninggalkan Adiba tidur sendiri di situ.


..............................................


“Akhhh,” teriak Adiba saat melihat kesamping dimana rendra tengah memeluk dirinya saat ini. pagi hari sudah menyapa dan dia sudah dikejutkan dnegan apa yang pria itu lakukan sekarang padanya.


“kenapa sih pagi-pagi teriak-teriak” ucap Rendra dnegan suara seraknya menatap Adiba yang menatanya tajam.

__ADS_1


Adiba melepas paksa tangan Rendra dan mendorongnya dnegan kaki begitu saja hingga pria itu jatuh ke lantai.


“Arkkh, sakit. Kamu kenapa sih” heran Rendra sambil memegangi pantatnya yang sakit.


“Kau bilang kenapa? Kau sengaja melakukannya. Kau habis melakukan apa padaku, dasar pria brengsek tidak pernah menepati ucapan mu” ketus Adiba memaki Rendra yang berada di lantai.


“Dasar pria bajingan, bukannya kau bilang mau tidur di sofa kenapa tidur disebelah ku. Kau ingin memperkosaku lagi seperti dulu” pungkas Adiba menatap nyalang Rendra dan dia mengeratkan selimut ke tubuhnya.


“terserah kau mau bilang apa padaku. Aku tidak sebrengsek dulu, aku tidur disini karena aku tidak bisa tidur di sofa badanku sakit” jawab Rendra setelah menghela nafasnya.


“Aku tidak melakukan apa-a padamu, kau bisa lihat sendiri pakaianmu masih utuh” lanjut Rendra pada Adiba yang tak percaya padanya.


Adiba langsung melihat kondisi tubuhnya sendiri dan benar saja bajunya masih utuh tidak, ia masih memakai pakaian lengkap.


“Mandilah sudah pagi, nanti ikut denganku” ucap Rendra sambil berdiri dari duduknya.


“Kau mau mengajakku kemana”


“Nanti kau juga tahu sendiri, Mandilah. Aku mau melihat Rafka dulu, dia pasti menanyakan dirimu” ucap Rendra sebelum berjalan keluar dari kamar.


“Oh iya, nanti kalau mama tanya aneh-aneh jawab saja terserah dirimu. Dan nanti kalau dia bertanya mau kemana bilang saja mau bulan madu. Meskipun kau terpaksa bilang begitu, agar Mama tidak banyak tanya padamu” lanjutnya menatap Adiba yang menatap dirinya aneh.


“Sebenarnya dia mau mengajakku kemana?” heran Adiba. Dan dia kembali memastikan dirinya berpakaian lengkap saat ini. dia takut kalau Rendra melakukan apa-pa saat dia tidur semalam.


...........................................


“Wiih pengantin baru sudah bangun saja”


“Rafka kamu sebentar lagi punya adik sepertinya” ucap Jeremy sambil menggendong Rafka tak sengaja berpapasan dengan kakaknya di tangga.


“Jaga mulutmu didepan anak kecil” ketus Rendra pada adiknya.


“kenapa, dia bukan anak kecil lagi kak. Anakmu saja yang menjelma anak kecil, otaknya tapi seperti orang dewasa” pungkas Jeremy melihat keponakan yang dia gendong saat ini.


“Papa, Mama mana? Mama kenapa dari kemarin nggak nemuin aku” ucap Rafka yang tengah digendong oleh Jeremy.

__ADS_1


“Mama ada di kamar sayang, masih mandi sekarang. Rafka semalem tidur sama Om Jeremy gimana enak kan?” ucap Rendra pada putranya.


“Iya asik tidur sama om Emy, nonton itu film robot-robot begitu” ucap Rafka sambil memperagakan gerakan robot.


“Hei, Not Emy but Jeremy” ucap Jeremy sambil menatap keponakannya.


“Sayang nanti Mama sama Papa mau keluar sampai besok nggak pulang. Kamu di rumah aja ya sama Om Emy, sama Opa Oma. Nggak pa-pa ya?”


“Mau kemana lo kak, bawa anak lo. Bisa-bisa gue jadi baby sitter nya nanti” ucap Jeremy tidak terima kalau Rafka di tinggal di rumah.


“Kayak nggak tahu aja pengantin baru ngapain, titip sehari aja apa susahnya. Uang jajan lo gue tambah” pungkas Rendra pada adiknya.


“Ogah, ditambah kek ngga ke gue ogah jagain bocil”


“Papa sama Mama memang mau kemana?” tanya Rafka.


“Papa sama Mama ada kerjaan sayang, Rafka pengen punya adik kan. Papa sama Mama kerja buat punya adik buat Rafka” ucap Rendra.


“Ya udah kalau begitu Rafka nggak mau ikut sama Mama sama Papa. Rafka di rumah saja sama Opa” ucap Rafka dengan antusias.


“Bagus, anak pinter. Kalau begitu Papa mandi dulu ya, Rafka sama Om emy dulu” ucap Rendra mengusap rambut anaknya lembut dan dia langsung menuruni tangga. Dia memang akan mandi tetapi tidak mandi di kamarnya. Di Sana ada Adiba, pasti Adiba memikirkan hal aneh tentangnya jadi dia lebih baik mandi di kamar mandi bawah saja.


“Kan di kamar lo ada kamar mandi kak, kenapa mandi di bawah” seru Jeremy heran dnegan kakaknya yang malah memilih mandi dibawah.


Rendra diam saja tidak menjawab ucapan sang adik dia pergi begitu saja mengabaikan Jeremy yang uring-uringan sendiri.


“Nasib-nasib, udah jadi oM tiba-tiba punya keponakan. Punya kakak nggak jelas begitu” gumam Jeremy sambil geleng kepala.


“Om Emy, bilang apa tadi?” tanya Rafka.


“Nggak, udah yok keatas aja. Kamu jalan sendiri ya nanti. Om capek gendong kamu”


“Salah Om sendiri, kan aku nggak minta gendong OM” ucap Rafka polos.


“Ya kamu nggak minta, kakek kamu yang nyebelin itu yang nyuruh” pungkas Jeremy kesal.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2