CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 141


__ADS_3

Hari ini Rendra sudah mulai bekerja setelah seminggu lebih dia mengambil cuti, karena menemani istri yang baru melahirkan. Rendra pulang lebih awal dari kantor, ia membawakan sebuket bunga besar untuk Adiba sebagai tanda rasa cintanya dan ucapan terimakasihnya pada snag istri karena sudah melahirkan anak mereka. Dan sebagi tanda terimakasih Adiba sudah memaafkan dirinya soal kebohongan tempo lalu.


“Sayang, aku pulang” serunya sambil masuk kedalam menuju kamar ketiga anak kembarnya. Karena ia menebak istrinya pasti berada di situ.


“Sayang, suami kamu pulang ini” Rendra terus memanggil Adiba bersemangat sambil berjalan mencari keberadaan sang istri.


“Tarraa, Papa pulang” ucap Rendra saat dia membuka pintu kamar ketiga anak kembarnya sambil menyodorkan sebuket bunga kedepan berharap sang istri ada di situ. Raut wajah Rendra berubah terkejut dan sedikit malu karena yang berada di kamar itu bukanlah istrinya melainkan ada mamanya dan juga dua babysitter yang sedang membicarakan si kemar.


Sontak ketiganya langsung melihat kearah ambang pintu dimana Rendra berdiri sambil memegang sebuket bunga besar di tangannya.


“Konyol kamu kak,” cibi Citra pada anaknya itu.


“Mama? Mama kenapa ada disini. Adiba mana?” tanya Rendra.


“Adiba masih pergi, dia belum pulang dari siang tadi” jawab Citra dan langsung berjalan kearah Rendra.


“Sudah jangan bicara disini, anak kamu baru tidur”Citra mendorong pelan Rendra agar keluar dari kamar si kembar. Karena ia tak ingin ketiga cucunya yang baru saja tidur harus terbangun mendengar suara ayah mereka.


“Adiba pergi kemana ma? Kenapa dia nggak bilang sama aku kalau dia pergi” ucap Rendra yang merasa Adiba tak ijin padanya.


“Dia pergi ke mall sama Jeremy, sama Risa juga beli perlengkapan anak kalian” jawab Citra sambil berjalan kearah sofa yang berada di ruang tengah Rendra mengikutinya sambil terus memegang sebuket bunga di tangannya.


“Perlengkapan apa, perasan sudah tidak ada yang harus di beli” heran Rendra karena seingatnya dia sudah membeli semua perlengkapan bayi.


“Baju-baju bayi, sama beli perlengkapan sekolah Rafka”


“Baju-baju bayi kan juga sudah ada ma,”


“Kurang, mama suruh dia beli lagi. Masa anak tiga perlengkapan bayi cuman segitu” pungkas Citra.


“Sudah sana kamu ganti baju mandi baru lihat anak kamu. sama ajak main Rafka jangan lupa, dia ada di kamarnya sekarang” ucap Citra lagi.


“Iya, Rafka dimana?”


“Di kamarnya”


“Ya sudah aku kekamar dulu” ucap Rendra dan langsung berdiri dari duduknya. Tak lupa dia membawa bunga itu ke kamarnya.


..............................................


“Kak ini kita mau beli apa lagi, baju-baju buat si kembar udah. Terus mau beli apa lagi, apa kita pulang” ucap Jeremy pada Adiba.

__ADS_1


“Bentar jer, kakak pikir dulu apa yang belum” ucap Adiba smabil memikirkan apa yang belum dia beli.


“Itu kak Diba, baju Rafka sama mainan buat Rafka belum” Risa yang berdiri disebelah Adiba mengingatkan perempuan itu.


“Oh iya, aku hampir lupa. Makasih ya Risa sudah ingetin kakak” Adiba menepuk jidatnya sendiri karena dia lupa untuk membelikan baju Rafka.


“Ya sudha ayo kita cari baju sama main buat Rafka kak, terus kita pulang. Kakak ipar kalau sudah ke mall ternyata lama juga ya” ucap Jeremy yang sudah mulai mengeluh.


“Namanya perempuan sayang, aku juga gitu kan” sahut Risa


“Nah betul kata Risa Jeremy, kakakkan perempuan apalagi sekarang sudah ibu-ibu wajar dong kalau ke mall lama. Namanya juga buat refreshing, biar nggak jenuh” pungkas Adiba yang sepakat dengan Risa.


“Iya deh iya, ayo buruan. Ini sudah sore loh, kak Rendra nanti ngomel kalau kakak belum pulang” pungkas Jeremy.


“kak, Rafka ngerasa iri nggak sih punya adik?” tanya Risa sambil berjalan.


“Iri gimana ya sa?” jawab Adiba yang tak terlalu paham.


“Ya dia kayak ngerasi dibedakan atau gimana gitu karena sudah ada adik”


“Nih cewek-cewek malah ngobrolin apa lagi. Ayo buruan” timpal Jeremy yang tak sabaran.


“Apaan sih sayang, diem aja deh. Kamu jalan duluan sana,” pungkas Risa pada Jeremy.


Adiba dan Risa yang melihat itu hanya terkekeh saja dengan Jeremy ysng terus-terus mengomel.


“Rafka sih kemarin sempat merasa dibedakan sa, tapi dia sekarang sudah ngerti kok jadi nggak terlalu marah lagi” jawab Adiba.


“Oh gitu ya kak, soalnya aku penasaran gimana sih orang yang jadi kakak tuh. Aku kan anak bungsu jadi penasaran sama perasaan kakaku dulu saa punya dik aku. aku sama dia kan jaraknya yang kayak Rafka sama adik-adiknya ini. soalnya kata mamaku dulu kakak tuh suka marah-marah sama aku, marah sama mama juga karena merasa di bedakan dan merasa aku gerebut perhatian semua ornag. Syukurlah kalau Rafka nggak begitu”


“Iya allhamdulilahnya sih dia nggak begitu sa, jadi aku senang dan bangga aja sama dia karena bisa ngerti”


.......................................


Adiba yang sudah pulang langsung pergi kekamarnya setelah melihat ketiga anak kembarnya yang sudah tidur. Ia langsung menemui sang suami yang juga sudah pulang dari kantornya. Ia pikir Rendra belum pulang ternyata pria itu pulang lebih awal dari sebelumnya.


“bunga,” ucap Adiba saat melihat ada bunga di sofa yang ada didalam kamarnya itu. segera saja Adiba mendekati sebuket bunga yang teronggok di sofa tersebut.


“Sudah pulang, seneng pergi ke mal” suara Rendra terdengar dari arah ruang pakaian, pria itu berjalan melihat istrinya yang memegang buket bunga yang ia beli tadi.


“mas ini bunga buat aku” ucap Adiba yang langsung melihat kearah sang suami

__ADS_1


“Buat orang” jawab Rendra asal dan dia langsung berjalan ke arah tempat tidur.


Adiba bisa melihat dari wajah suaminya kalau pria itu tengah kesal dan mungkin marah padanya saat ini.


“kamu kesal sama aku mas” tanya Adiba langsung smabil berjalan menghampiri sang suami yang sudah duduk di tempat tidur sambil bersandar di sandaran kasur membaca buku.


Rendra hanya diam saja, tak menanggapi ucapan istrinya tersebut.


“Mas, makasih ya bunganya” ucap Adiba duduk disebelah Rendra sambil memegang bunganya.


“hemm” hanya deheman saja yang diberikan sang suami.


“marah nih, aku minta maaf nggak bilang kalau keluar. aku ke mall sama Jeremy mas” Adiba berusaha membuat Rendra agar melihatnya.


“Iya aku tahu” jawab Rendra tanpa melihat sang istri.


“kalau tahu ya kenapa marah, lihat aku sini dong” Adiba langsung merebut buku dari tangan Rendra.


“kamu apa-apaan sih sayang, aku masih baca bukunya”


“makanya lihat aku bisa nggak” tukas Adiba tak kalah kesal karena tak diperhatikan.


“Mama sama papa bertengkar?” tiba-tiba saja Rafka masuk kedalam kamar orang tuanya dan melihat kedua orang tuanya berdebat.


“Rafka” kaget Adiba maupun Rendra dan langsung melihat kearah anak mereka.


“Ma..mama sama papa nggak berantem kok. Iya kan pa kita nggak berantem” ucap Adiba pada Rafka dan dia memberi kode pada Rendra untuk mengangguk.


“Iya papa sama mama nggak berantem, kok abang disini” Rendra langsung berdiri disebelah istrinya melihat anak mereka yang menatap curiga.


“Aku mau ambil mainan yang baru dibeli mama. Kata Om Emy mainanya sama mama” jawab bocah tersebut.


“Oh, mainan bang Rafka ada di kamar adek bang” pungkas Adiba.


“Yok sama papa ambil mainan ke kamar adek” ucap Rendra dan mengajak anaknya itu untuk mengambil mainan di kamar adik-adiknya.


“Mas, kok mau pergi” rengek Adiba.


“Nanti aja kita ngobrol lagi, aku mau mainan dulu sama Rafka. Ayo kamu juga” ucap Rendra dan dia juga mengajak Adiba untuk kebawah bermain dengan sang anak.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2