CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 73


__ADS_3

“Kenapa kak Tama mengajakku ketempat ini? mau mengajakku makan siang bareng. Tapi kan ini belum jam makan siang kak?” heran Kania menatap Tama yang duduk didepannya sambil menatapnya dingin.


“Nggak usah kepedean kamu, saya mengajakmu kesini hanya ingin bilang tidak usah sok kenal denganku mengerti. Jangan tunjukkan kalau dirimu mengenalku pada yang lain” tukas Tama mewanti Kania agar bersikap acuh padanya.


“Aku kan kenal dengan kak Tama, kenapa harus pura-pura nggak kenal. Aneh deh kak” Kania tampak tidak menerima apa yang dikatakan Tama barusan.


“Tapi saya tidak ingin berurusan denganmu mengerti, kau turuti ucapan saya atau kau pergi dari perusahaan ini” ancam Tama pada Kania.


Kania hanya diam saja mengamati wajah pria yang dulu hangat tapi saat ini pria itu begitu dingin padanya.


“Kakak berubah ya, dulu nggak seperti ini deh”


“Kau anak kecil tahu apa, saya rasa sudah cukup pembicaraan kita” Tama langsung berdiri dan akan meninggalkan Kania yang masih duduk menatap tak terima kearahnya.


“Aku bukan anak kecil lagi ya kak, bukannya kau bilang kalau aku sudah dewasa baru aku bisa berdiri di sisimu. Kau ingkar janji soal itu” marah Kania berdiri menatap Tama yang melihat padanya.


“Kau hanya anak kecil, dan tidak akan bisa berdiri di sisiku. Sudahlah Kania, cari orang yang seumuran denganmu saya tidak ada niat menyukai perempuan yang masih kecil sepertimu” Tama berusaha bersabar menghadapi Kania yang merasa tak terima dengan apa yang dia lakukan.


“Kak Tama sebentar, aku belum selesai bicara. Kau penipu kak, sebentar” seru Kanai sehingga mengundang tatapan penasaran dari orang-orang yang ada disitu.


Tama hanya mengabaikannya saja tak perduli mereka menjadi bahan pergunjingan lainnya, dia rasa sudah cukup berbicara dengan Kania saat ini,


“Aku benci kak Tama, benci banget” geram Kania sambil menghentakkan kakinya ke lantai menatap pria itu yang terus berjalan pergi mengabaikan dirinya saat ini.


Dia kemudian duduk di kursinya kembali dengan kesal menatap minuman Tama yang masih utuh didepannya.


“Seharusnya kau meminumnya lebih dulu baru pergi kak” gumam Kania menatap jus jeruk didepannya.


................................................


Adiba sedang duduk di sofa yang berada di ruangan Rendra, dia sudah selesai dengan pekerjaannya dan sang suami yang masih berkutik di depan laptop membuat dirinya menunggu suaminya itu yang tak kunjung selesai mengerjakan pekerjaannya.


“Sayang sabar ya bentar lagi aku selesai kok” ucap Rendra yang beralih melihat kearah istrinya yang sedang membaca majalah.


“Iya nggak pa-pa” jawab Adiba.


“Oh iya mas nanti kamu mau anterin aku nggak?” tambah Adiba menatap suaminya yang kembali melihat pada istrinya lagi.


“Anterin kemana?”

__ADS_1


“Aku mau ketemu Pram, kamu mau ya anterin aku nemuin dia?” ucap Adiba berharap suaminya mau.


“Ngapain nemuin pria yang namanya Pram itu? kita pulang aja Rafka nungguin kita” ucap Rendra seperti tak ingin untuk bertemu dnegan Pram.


“Ya aku pengen lihat kondisi dia gimana? Kamu tahu sendiri kan dia pacarnya Tere bertahun-tahu dia depresi dan tinggal di Amerika sekarang dia kembali aku harus temuin dia mas bagaimanpun aku kenal sama dia. kamu mau nggak temani aku, kalau nggak mau ya nggak pa-pa aku nggak nemuin dia” tukas Adiba melihat kearah Rendra yang tampak sedang menimang-nimang untuk memberikan keputusannya.


“Ya udah nanti aku anterin kamu ke sana, aku kerjain ini dulu” jawabnya kemudian.


“Oke makasih mas” ucap Adiba sambil memberikan senyuman pada suaminya itu.


“Sama-sama sayangku” balas rendra yang juga tersenyum manis pada istrinya.


Tiba-tiba saja pintu ruangan mereka terbuka tanpa terdengar ketukan suara terlebih dahulu membuat mereka berdua langsung melihat kearah pintu saat ini.


“Papa, Mama” seru Rafka yang berlari masuk kedalam ruangan kedua orang tuanya dnegan menggendong tas sekolah dan masih mengenakan baju sekolahnya saat ini.


“Rafka,” kaget mereka berdua bersamaan saat melihat putranya.


Diikuti dibelakang Rafka ada Jeremy yang berjalan lelah harus mengejar keponakannya yang terus berlari hingga masuk keruangan kakaknya.


“Ka, tolong pesenin minuman dingin dong, jangan minuman kaleng tapi yang seger” ucap Jeremy berjalan lemah ke sofa menghampiri kakak iparnya sambil menatap kakaknya yang sudah berdiri dari meja kerjanya untuk menghampiri Rafka.


“Pesan sendiri, punya ponsel kan” bahas Rendra sambil berjalan mendekati putranya yang sudah ada di sofa bersama istrinya.


“Makan sekalian boleh nggak kakak ipar?”


“Nggak usah ngelunjak Jer,” sergah Rendra pada adiknya.


“Udah nggak pa-pa kok mas, dia juga udah bantu aku urus Rafka” sela Adiba yang membela adik iparnya.


“Wekk, kakak ipar aja nggak masalah” ledek Jeremy pada kakaknya.


“Rafka kok kesini sama Om Jeremy, baru pulang sekolah lagi” tanya Rendra pada anaknya setelah dia memberikan pelukan..


“Tadi Om emy yang jemput aku, terus aku diajak main ketemu teman-temannya” jelas rafka pada ayahnya.


“kamu ajak main kemana anakku? Terus kenapa kamu yang jemput?” tanya Rendra pada adiknya.


“Kakak ipar bisa pesankan aku dulu, tolong” ucap Jeremy dengan wajah memelas nya.

__ADS_1


“Sudah aku pesankan kok, kamu tenang saja” ucap Adiba.


“makasih kakak ipar,” jawab Jeremy kesenangan.


“Jeremy jawab kau ajak kemana anakku” tegas Rendra.


“Cuman aku ajak ke mall ketemu teman sama pacar aja, iya kan Rafka?” ucap Jeremy


“Iya kok Pa Ma, tadi Om emy cuman ngajak ke mall terus ketemu tante cantik yang baik banget sama aku, dia masa malu-malu sama Om Emy” ucap Rafka.


“Oh,” lirih Rendra.


“Duduk mas, aku duduk disini” ucap Adiba yang berdiri dari duduknya menyuruh suaminya saja yang duduk di sofa.


Rendra langsung duduk di tempat istrinya yang diduduki tadi,


“Oh iya, aku tadi tanya kenapa kau yang jemput Rafka belum kau jawab?”


“Papa yang suruh, supir di rumah nggak bisa jemput. Jadinya aku yang jemput” jawab Rafka.


“Oh”


“Mama, Mama kapan Mama sama Papa pulang?”tanya Rafka


“nanti sebentar lagi sayang, tapi nanti Mama sama Papa mau ketemu temen dulu. Rafka ikut Mama sama Papa apa ikut Om Emy nanti?” tanya Adiba pada putranya.


“Ikut Mama sama Papa aja,” jawab bocah itu.


“Syukurlah, aku bisa pergi sama temanku lagi” ucap Jeremy penuh syukur karena ponakannya tidak mau ikut dengannya lagi.


“Papa sama Mama memang mau kemana?” tanya Rafka pada Papanya yang duduk didepannya saat ini.


“Mau ketemu teman mama sayang” jawab Rendra.


“Siapa?”


“Ketemu Daddy sayang, kamu tahu Daddy kan?” sahut Adiba membuat anaknya menggeleng tak tahu.


Rendra langsung menatap Adiba yang memberikan sebutan itu pada Tama untuk putra mereka.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2