CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 88


__ADS_3

Frans sedang menelpon seseorang di ruang tengah, dia tampak berbicara serius dengan orang tersebut.


“bagaimana bisa proyek kita gagal, kalian begitu saja tidak bisa mengurusnya. Apa gunanya kalian saya kuliah kan dulu kalau berhitung-hitungan dengan pekerjaan tidak bisa” Frans tampak kesal dengan orang suruhannya tersebut. Para pegawai Frans memang yang muda-muda ia sekolahkan lagi agar menjadi ahli dalam biang yang perusahaannya butuhkan.


“Pa, Mama pulang” seru Citra yang baru saja pulang sambil menggandeng Rafka yang berjalan di sampingnya bocah itu tampak senang karena memegang mainan di tangannya.


Frans melihat kearah istrinya yang baru datang bersama dengan cucunya, dia melihat jam di tangannya saat ini.


“Nanti lagi saya telpon” ucap Frans pada orang diseberang sana.


“Cucu Opa sudah pulang, beli apa sayang. Sini Opa lihat” ucap Frans mendekatkan dirinya pada Opanya.


“beli pesawat-pesawatan Opa, Oma tadi yang beliin” jawab Rafka.


Frans melihat sekilas kearah Citra yang diam saja sambil sesekali memalingkan wajahnya mengabaikan sang suami.


“Kamu ke mal lagi? Ketemu teman arisan mu atau gimana?” tanya Frans pada istrinya.


“Iya, ketemu teman arisan yang satunya”


“yang mana?” tegas Frans


“Duduk dulu kenapa sih pa, ayo rafka kita duduk di sofa” ucap Citra mengajak cucunya untuk dudu di sofa dan dia juga membukakan cemilan yang ia belikan untuk sang cucu.


“Ini cemilan kamu tadi, dihabiskan ya cucu Oma sayang” pinta Citra pada sang cucu.


“Iya Oma, pasti Rafka habiskan. Enak soalnya” jawab Rafka sambil tersenyum.


“Tapi Rafka sambil main juga ya?” tukas bocah itu menatap Omanya.


“Iya”


“Mama tadi belum jawab apa yang papa tanyakan, teman arisan yang mana ma?” ucap Frans duduk didepan istrinya melihat perempuan itu yang diam sejenak.


“Teman arisan yang bagian dari Dela, kenapa sih Papa tanya terus?”


“Mama masih gabung sama teman arisan itu, Papa sudah pernah bilang jangan gabung lagi dengan golongannya Dela. Kenapa Mama nggak nurut banget sih” tukas Frans yang mulai menceramahi istrinya.

__ADS_1


Dia memang sudah pernah melarang Citra untuk bergabung dengan temannya yang bernama Dela. Dela adalah teman sesama model Citra dulu, perempuan itu sangat boros tukang menghamburkan uang dan selalu sombong pada orang lain. Tentu saja Frans tidak mau istrinya bergaul dnegan orang-orang yang seperti itu.


“Ya kenapa sih pa, dia teman Mama dari dulu apa salahnya coba kalau Mama masih ikut arisan sama dia kan disitu juga teman-teman model mama dulu ikutan”


“Terserah mama lah, tapi jangan salahkan Papa kalau suatu saat memblokir semua atm mama” ucap Frans dan beralih pada cucunya yang sedang bermain mainan pesawatnya.


“Loh cucu Opa kenapa ini tangan sama kakinya?” ucap Frans yang langsung cemas melihat cucunya yang ada perban-perban luka di tangan dan kakinya.


“Itu ulah Mamanya yang nggak becus jaga anak,” sahut Citra.


“Mama ini kalau ngomong dijaga bisa, nih kan efek temanan sama Dela. Kalau ngomong nggak bisa di jaga” tukas Frans menatap istrinya tak suka.


“Mama nggak salah kok Oma, aku yang salah karena jatuh dari sepatu roda Mama udah bilang mau megangin aku tapi aku nggak mau” ucap bocah itu polos membela Mama. Moodnya yang ingin bermain langsung hilang saat mendengar itu, dia tidak terima Mamanya disalahkan.


“Opa, Oma aku mau ke atas dulu” pamit bocah itu dari hadapan Mama Papanya meninggalkan mainannya begitu saja.


“Mama kalau ngomong bisa di filter nggak, ngomong di depan Rafka begitu apa pantes seorang nenek seperti itu”


“Ya habisnya Mama kesal pa sama Adiba, gara-gara dia cucu Mama lecet semua”


“Inilah kamu, mulai aneh lagi. Semenjak gabung lagi sama teman-teman kamu yang mantan model itu kau jadi begini beberapa hari ini. kalau Mama masih nggak bisa jaga ucapan mama jangan salahkan Papa kalau Papa kasih hukuman ke Mama”


“Ya karena dia menantu Papa, perempuan yang baik wajar Papa belain dia. udahlah lebih baik Papa kerja sekarang daripada ngomong sama Mama. Papa peringatkan lagi jangan begitu sama menantu ma, kalau Mama begitu menantu mana yang bakal cocok sama Mama.” Ucap Frans menasehati istrinya sebelum pergi keruang kerja.


Citra hanya diam saja menatap sinis suaminya, Frans pasti selalu menyalahkan Dela temannya dulu. dan selalu melarang dirinya untuk berteman dengan Dela. Masalah dulu kan wajar masih muda kini mereka sudah ibu-ibu apa salahnya kalau berteman lagi.


Citra langsung pergi menuju kamarnya yang ada disebelah ruang kerja Frans,.


..................................................


Adiba mengusap kepala Rendra yang berada diperutnya mendengarkan bayi mereka, padahal perut Adiba belum terlalu terlihat.


“Mas,..” lirih Adiba membuat Rendra mendongak menatap kearah istrinya.


“Kenapa sayang?” tanya Rendra


“Kalau kita nggak usah pindah aja gimana?” ucap Adiba dnegan berhati-hati.

__ADS_1


Rendra yang mendengar itu sedikit terkejut dan dia langsung duduk menatap kearah istrinya dengan bingung kenapa Adiba tiba-tiba bilang seperti itu.


“kenapa kita nggak usah pindah?” heran Rendra.


“Mama kayaknya nggak suka kalau kita pindah mas, kayaknya Mama nggak bisa jauh dari kamu” tutur Adiba, dia berbicara dengan sedikit berhati-hati karena takut ucapannya ada yang salah.


“Ya kenapa Mama harus marah, ini keputusanku dan tidak ada yang bisa mencegahnya sayang. Lagi pula aku sudah dewasa kenapa mama masih tidak rela pisah denganku aneh. pokoknya kita harus pindah bagaimana pun itu, rumah aku juga sudah beli dan dalam proses pengisian barang-barang saat ini” jelas Rendra dengan begitu mantap.


“Tapi mas..”


“Nggak usah tapi-tapian, pokoknya kita harus pindah sayang. Kamu kenapa sih kemarin kayaknya iya-iya aja sekarang kenapa jadi ragu kalau kita mau pindah” ucap Rendra menatap istrinya yang sedikit aneh dari tadi sore saat dia baru pulang kerja.


“Nggak pa, ya udah tidur aja yuk kita bicara besok pagi lagi, aku sudah ngantuk besok kamu juga ada rapatkan” ucap Adiba dan langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Rendra.


“Jangan miring ke sana tapi miring kearah ku” tukas Rendra sambil memegang bahu Adiba.


Adiba langsung memiringkan tubuhnya menghadap rendra saat ini,


Rendra juga langsung membaringkan tubuhnya menghadap sang istri mereka saling berhadapan satu sama lain tetapi Adiba langsung memutus kontak dia seakan memejamkan matanya.


“kamu ada masalah?” tanya Rendra yang sudah berbaring disebelah istrinya.


“Nggak ada, masalah apa memang” jawab Adiba masih dengan memejamkan matanya.


“Entah, kamu yang tahu ada masalah apa. kalau kamu nggak bilang aku ya nggak tahu”


“Nggak ada masalah kok, tidur aja yuk” ucap Adiba membuka matanya menatap sang suami.


“Bisa minta tolong mas?” ucap Adiba lirih.


“Apa?”


Tolong usap-usap punggungku” pinta Adiba.


“Iya aku usap tidur ya nyenyak ya sayang” balas Rendra dan langsung melakukan apa yang diminta istrinya tapi sebelum itu dia mencium kening sang istri terlebih dahulu.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2