CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 122


__ADS_3

Rendra berlari terburu-buru dari ruangannya setelah menerima telpon dari Jeremy barusan. Dia harus segera pulang sekarang sebelum Gwen datang kerumahnya, kalau sampai Gwen lebih dulu ada di rumahnya bisa-bisa istrinya menjadi singa betina. Dan imbasnya dia yang akan pusing nantinya.


“Rosa, Rosa,” panggil Rendra pada salah satu staffnya saat dia berjalan melewati beberapa kubik meja kerja karyawannya.


“pak Hardi dimana ya?” tanya Rendra soal salah satu direktur di perusahaanya.


“Pak Hardi ada di kantin sekarang pak, ada yang perlu saya sampaikan pada beliau” jawab perempuan bernama rosa tersebut. Dan baik bertanya pada Rendra.


“Tolong nanti bilang pada beliau kalau saya pulang lebih awal, dan minta anak orang kepercayaannya atau beliau sendiri untuk menggantikan saya di pertemuan dengan pihak Mirecle” pesan Rendra pada sang staff.


“baik pak, nanti akan saya sampaikan pada beliau, maaf pak sebelumnya nanti bapak kembali ke kantor lagi atau tidak?”


“Tidak, kalau begitu saya permisi dulu” jawab Rendra dan langsung pergi dari hadapan satfnya tersebut.


Rosa sendiri hanya memberi hormat saja saat atasanya itu berjalan pergi dari hadapannya saat ini. dia melihat ada raut cemas pada wajah atasannya itu tai dia tak berani untuk bertanya. toh itu juga bukan ranahnya untuk bertanya, setelah Rendra tak terlihat Rosa berjalan pergi dari tempatnya saat ini.


................................................


Dirumah Adiba sedang kedatangan tamu, bundanya tengah mapir kerumahnya saat ini bersama dengan Alfin. Mereka berdua baru saja pulang dari bogor tempat dimana ayahnya tinggal disana.


“Bunda dari bogor tapi nggak ngajak-ngajak aku sama mas Rendra bun?” ucap Adiba yang berjalan dari dapur membawakan minuman untuk bundanya itu.


“Ya gimana, bunda kesana buru-buru Dib. Jadi nggak sempet mau ngasih tahu kamu, lagi pula memang kamu mau diajak ke bogor tempat ayah kamu” balas Rini sambil membantu Adiba menaruh minuman di meja.


“Ya kenapa harus nggak mau bun” heran Adiba sambil duduk di sofa yang bersebelahan dengan sang bunda.


“Kamu sama ayah kamu kan nggak terlalu deket, bunda takutnya kamu malah nggak nyaman disana” sahut Alfin yang berusaha menjelaskan alsan bundanya tak mengajak Adiba.


“bener kata Alfin, Dib. Bunda takutnya kamu malah nggak nyaman, ketemu sama ayah kamu”


“Iya sih, tapi aku pengen banget man ke Bogor ketemu saudara yang lain termasuk kakaku”


“Ya sudah kapan-kapan, bang Alfin ajak kamu main lagi ke Bogor” ucap Alfin kemudian,


“Hemm, Diminum itu jusnya bun bang” ucap Adiba mempersilahkan keduanya untuk minum.


“Rafka dimana Diba? Apa belum pulang sekolah?” tanya Rini sambil melihat suasan rumah yang tampak sepi.


“Belum bun, mungkin sebentar lagi pulangnya”

__ADS_1


“Oh, bunda sudah lama nggak ketemu anak kamu. terakhir ketemu waktu tunangan Jeremy hampir seminggu lalu atau sudah dua minggu itu” ucap Rini


“Kurang tahu juga bun, kayakny sudah du mingguan deh itu. udah lama deh kayaknya” pungkas Adiba


“Kamu lahiran kapan? Sudah tahu tanggalnya atau pastinya belum” tanya Alfin smabil melihat Adiba dan perutnya yang besar itu.


“aku lahiran masih lama sih bang, dua bulan lagi kalau nggak salah” jawab Adiba sambil mengusap pelan perutnya yang sedikit terasa tendangan karena seperti mengerti tengah di bicarakan.


“Dua bulan cepet itu, sudah tahu jenis kelaminnya belum. Kalau sudah bunda boleh request nama nggak?” ucap Rini ang terlihat berbinar saat berkata seperti itu.


“Sudah bun, iya boleh aku sama mas Rendra juga siap nampung nama-nama bay requesan dari kalian”


“Yaelah bunda, bunda ngga usah dulu aja. Biarin dari keluarga Rendra yang kasih nama, kemarin kan Rafka itu requesan bunda sama ayah masa sekarang mau bunda lagi yang kasih nama” protes Alfin pada bundanya.


“Iya juga ya, ya sudah bunda nggak jadi kasih rekomendasi nama” lirih Rini saat menyadari itu, kalau dia dan keluarganya nanti yang memberikan nama pada anak Adiba bisa-bisa dia jadi tidak enak dengan keluarga Rendra.


“Nggak pa-pa bun, keluarga mas Rendra nggak ada yang protes kok” ucap Adiba.


“nggak ah, nggak enak bunda.” Tolak Rini


“memang anaknya cowok atau cewek Dib?”


“Wiih rafka ada temennya nanti, aturan kembar bikin kembar Diba biar rafka sekalian dapat dua adik”


“anak aku memang kembar bang, kembar tiga malahan” jelas Adiba.


“Oh, eh gimana kembar tiga kamu bilang?” ucap Alfin dan dia melebar kan matanya saat mencerna kembali ucapan Adiba barusan


"Iya kembar tiga bang,"


"Bun, berarti bunda bisa kasih rekomendasi nama juga. lah anaknya Adiba tiga yang mau lahir" suruh Alfin


"Asiklah bunda bisa kasih nama lagi, pantes kok perut kamu gede banget.Eh ada tiga cucu bunda to disini" ucap Rini yang senang sambil mengusap perut Adiba.


Ting..Tong


Bel rumah berbunyi dnegan cukup nyaring didalam rumah saat ini. mereka bertiga yang tengah asik mengobrol langsung berhenti saat mendengar bunyi bel tersebut.


“Ada tamu kayaknya, kamu ada janji sama seseorang?” tanya Rini pada Adiba yang tampak penasaran siapa yang bertandang kerumahnya saat ini.

__ADS_1


“Nggak bun” jawabnya sambil menggeleng.


“Bi..Bibi tolong bukain pintunya ya, itu ada tamu di depan” seru Adiba memanggil asisten rumah tangganya.


“Iya non” jawab sang asisten rumah tangga sambil berlari ke depan untuk membukakan pintu rumah tersebut.


“Bunda, bang Alfin diminum sama dimakan cemilannya” ucap Adiba pada dua orang keluarganya tersebut.


“Iya tenang aja, abang minum. Tamu mu atau tamu Rendra itu?” tanya alfin apda Adiba.


“Kurang tahu bang, belum masuk orangnya” jawab Adiba.


“maaf Non Adiba, di depan ada tamu yang ingin bertemu sama non Adiba sama den Rendra” ucap asisten rumah tangga Adiba yang menyampaikan kalau didepan lebih tepatnya diruang tamu ada orang yang ingin bertemu tuan rumahnya.


“Siapa ya bi, perempuan atau laki-laki?” tanya Adiba


“Dua-duanya non”


“Siapa ya,” bingung Adiba.


“Ya sudah suruh tunggu sebentar ya, oh iya sama sekalin bi nanti buatin minum untuk tamunya” perintah Adiba pada asisten rumah tangganya tersebut.


“Bunda, bang Alfin aku kedepan dulu ya. Kayaknya tamu mas Rendra deh” pungkas Adiba yang mula berdiri dari duduknya saat ini.


“Ya sudah temuin dulu tamu kamu, bunda sama Alfin disini saja” pungkas Rini, menyuruh Adiba untuk kedepan saja. Mereka tak masalah ditinggal hanya berdua di ruang tengah.


Adiba lalu berjalan pergi ke ruang tamu untuk menemui orang yang ingin bertemu dengannya dan bertemu dengan suaminya. Suaminya tak ada maka dia sendiri yang menemui tamunya saat ini.


..........................................


Rendra baru saja sampai dirumahnya, dia melihat pintu rumahnay yang terbuka dana da mobil hitam yang terparkir didepan rumahnya saat ini. dan dia juga meliha ada mobil warna silver yang ada di dekat garasi rumahnya dahinya mengernyit saat melihat dua mobil tersebut. Tapi satu mobil ia kenali, karena itu mirip dengan mobil sepupu Adiba.


“Ini bukannya mobil Alfin, kenapa dia disini juga. dan itu mobil siapa?” bingungnya sambil berjalan mendekat ekarah pintu utama.


Dia perlahan naik keteras rumahnya dan melihat kedalam rumah, matanya sedikit melebar saat melihat orang yang dia kenal beberapa tahu lalu ada dirumahnya dan tengah mengobrol dengan sang istri saat ini,


“Gwen,” gumamnya, dan langsung mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2