CEO KU AYAH DARI ANAKKU

CEO KU AYAH DARI ANAKKU
Ep 41


__ADS_3

Adiba terbangun dari tidurnya karena mendengar suara seseorang sedang berbicara, perlahan dia membuka matanya dan bisa melihat Rendra yang berdiri sambil mengobrol dengan seseorang melalui telpon.


“Yang penting siapkan saja, nanti kalau istriku sudah bangun aku turun ke bawah” ucap Rendra pada orang tersebut.


Adiba perlahan menyibak selimutnya dan terdengar oleh Rendra, pria itu langsung berbalik melihat kearah Adiba.


“Kau sudah bangun? Terganggu oleh suaraku ya?” tanya Rendra.


“Nggak” jawab Adiba singkat, dia langsung berjalan kearah kamar mandi.


“Sekalian mandi saja, habis ini kita makan malam di bawah sekaligus bertemu seseorang” perintah Rendra pada Adiba.


“bertemu siapa?” tanya Adiba menghentikan langkahnya.


“Udah, nanti kamu juga tahu. mandi dulu sana, aku udah mandi. buruan aku tunggu” pungkas Rendra.


“Ya, sebentar” jawab Adiba dan dia kembali berjalan menuju kamar mandi yang berada di kamar mereka sekarang.


“Kapan kamu tidak ketus lagi denganku” lirih Rendra sambil memperhatikan Adiba yang masuk kedalam kamar mandi.


“Tidak apa, kau begitu malah semakin membuatku semangat untuk terus memperjuangkan mu” ucap Rendra begitu yakin dengan tujuannya.


Jelas dia yakin, karena dia tahu Adiba mencintainya. Perempuan itu hanya pura-pura saja tidak mencintai dirinya. Hanya tunggu waktu saja untuk membuat Adiba tidak gengsi bilang cinta padanya.


Sambil menunggu Adiba selesai mandi, Rendra berjalan duduk di tempat tidur sambil menscrol ponsel miliknya. Entah apa yang dia lihat di ponsel itu, yang jelas saat ini dia tampak sibuk dengan ponselnya.


.......................................


“Kenapa mengajakku kemari?” tanya Adiba saat mereka berdua berdiri didepan sebuah pintu kamar orang lain.


“Nanti juga kamu tahu” jawab Rendra dan akan mengetuk pintu kamar tersebut.


“Kau dari tadi bilang nanti juga tahu, tidak ada kata lain selain itu” kesal Adiba yang sedari dia bertanya tadi selalu saja di jawab seperti itu oleh Rendra.

__ADS_1


“Ya terus aku harus jawab apa selain itu, nanti kamu juga tahu sendiri” pungkas Rendra dan mengetuk pintu di depannya.


Tak berselang lama pintu kamar itu langsung terbuka dan membuat Adiba terpaku ditempatnya begitu juga seseorang pria paruh baya yang membukakan pintu untuk mereka berdua.


“Ayah,” lirih Adiba dengan suara bergetar menatap ayahnya yang sama terkejutnya saat ini.


“Boleh kita masuk” ucap Rendra yang membuat keterpakuan Rama beralih pada Rendra. Yang tidak ia kenal sama sekali,


“Kau siapa?” tanya Rama pada Rendra.


“Kenalkan saya suami dari putri anda, yang dua hari lalu menikahi Adiba tetapi anda tidak mau menikahkannya” ucap Rendra sambil mengulurkan tangannya pada sang ayah mertua.


Rama yang mendengar itu sedikit terkejut tetapi dia berusaha menyembunyikannya, dia melihat sekilas kearah Adiba yang menunduk tidak berani menatapnya.


“Ada perlu apa kalian kesini, saya tidak ingin bertemu dengan kalian berdua. Kalian bukan siapa-siapa saya” ucapan Rama begitu tajam membuat Adiba yang mendengarnya merasakan sakit yang teramat. Ayahnya sendiri tidak mengakui dirinya seperti ini.


“Sebelumnya maaf kalau saya tidak sopan, tapi saya harus meluruskan semuanya. Kasihan istri saya yang tidak anda anggap sebagai anak. Ayo masuk sayang” ucap rendra langsung menarik tangan Adiba amsuk kedalam kamar hotel yang ditempati oleh ayah Adiba.


“Nggak, kita tetap disini. Ayahmu marah denganmu karena ulahku dulu kan, aku akan tanggung jawab soal itu”


“Ayah ada siapa?” ucap seorang perempuan yang baru saja keluar dari kamar. Hotel yang mereka tempati saat ini ada ruang tamu dan juga satu kamar.


“Diba..” lirih perempuan paruh baya itu tetapi masih terlihat muda, dia terkejut saat melihat anak dari suaminya yang berdiri didepannya saat ini bersama dengan seorang pria yang kemungkinan suaminya. Karena beberapa hari lalu Julia menelpon kalau Adiba akan menikah dan meminta Rama untuk datang.


“Kenapa anda menyelonong masuk tanpa saya suruh masuk” ucap Rama yang sudah berada disebelah Adiba dan juga Rendra.


“Kalau saya menunggu anda menyuruh masuk maka anda tidak akan menyuruh kita” jawab Rendra.


“Sudahlah ayo kita pulang, bukannya dia bilang tidak mengenal kita” ucap Adiba mengajak Rendra untuk pulang saja.


“Nggak, kita disini. Aku mau bicara dengan ayahmu” tukas Rendra.


“Kau ma bicara apa dengan saya, saya tidak mengenal anda. Kalau tidak ada urusan lain silahkan pergi dari kamar saya. Anak saya sedang tidur.” Ucap Rama mengusir Rendra untuk keluar.

__ADS_1


“Anak?” heran Rendra dan dia melihat kearah Adiba.


Adiba hanya diam saja, memang yang disebut anak itu memang anak ayahnya dan istri baru dari ayahnya. Ayahnya menikah lagi saat ibunya baru meninggal setengah tahun. Dan saat dia baru melahirkan dulu ayahnya sudah menikah dengan perempuan yanga dan didepannya saat ini. dan dari pernikahan mereka berdua di karuniai anak laki-laki yang umurnya tidak jauh dari Rafka.


“Sudahlah, ayo kita pulang” ucap Adiba mengajak Rendi.


“Lepasin dulu, aku mau ngomong sama ayah kamu.”


“Om, anda tidak seharusnya membuang anakmu seperti ini Om. Apa dengan tidak mengakui dia sebagai anak anda bahagia,?”


“Jelas saya bahagia, untuk apa punya anak yang membuat nama orang tuanya jelek. Gara-gara perempuan ini juga ibunya meninggal” ucap Rama menatap Adiba yang meneteskan air mata karena perkataan itu. dia merasa sakit saat dikatakan sebagai penyebab ibunya meninggal.


“Stop Om, itu bukan salah Adiba tidak seharusnya anda melakukan itu. apa orang yang diperkosa bisa memilih untuk tidak melakukannya, jelas-jelas anak anda di perkosa tetapi kenapa anda menyalahkannya”


“Asal Om tahu yang melakukannya dulu adalah saya, atas keinginan saya bukan atas keinginan anak Om. Dia saya perkosa dulu makanya dia hamil ana saya dan itu bukan kesengajaan dari anak anda. Kenapa anda menyalahkannya dan membuangnya seperti sampah” ucap rendra lantang.


Mata Rama melebar mendengar itu, dia tidak menyangka kalau yang menikahi anaknya sekarang adalah orang yang memperkosa Adiba dulu. dan dia juga baru tahu kalau Adiba di perkosa.


“Kau berbohong kan, soal ini. kau melakukannya karena ingin membela perempuan yang sudah kotor ini. untuk apa kau melakukannya, cari perempuan yang lebih baik dari dia, dan untuk apa kau menjadikan dirimu sebagai ayah dari anaknya yang entah siapa ayah dari anak itu” ucap Rama.


Sekali lagi hati Adiba hancur berkeping-keping mendengar ucapan ayahnya, sebegitu bencinya kah ayahnya adanya sampai merendahkannya seperti itu.


“Om bisa berhenti bicara atau tidak, kalau anda masih menjelekan anak anada sendiri saya tidak tinggal diam Om. Dia istri saya sekarang, dan asal Om tahu anak itu anak saya bukan anak orang lain” ucap Rendra yang sedikit meninggikan suaranya.


“Sudahlah, ayo pulang.” Ucap Adiba dengan bibir bergetar, air matanya sudah menetes hatinya begitu sakit saat ini.


“Kalau anda tidak mempercayai semua itu, silahkan anda tanya sendiri pada ayah saya. Ini nomornya, dan segeralah minta maaf pada putri anda sendiri sebelum anda menyesali semuanya” ucap Rendra meninggalkan kartu nama ayahnya, dia melakukan itu agar Rama bisa menghubungi ayahnya kalau dia tidak percaya dengan ucapannya saat ini.


Adiba sendiri berjalan pergi begitu saja meninggalkan Rendra yang masih bicara dengan ayahnya, dia sudah tidak kuat tetap didepan sang ayah. Hatinya sakit dengan hal ini, bukan sakit lagi tapi sangat-sangat sakit sudah bertahun-tahun berlalu tetapi ayahnya masih membenci dirinya.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2