
“Mau sarapan apa sebelum kita pergi?” tanya Rendra pada Adiba yang duduk di tempat tidur seperti sedang melamun kan sesuatu.
Adiba yang tersadar karena ucapan Rendra segera mendongak menatap pria itu yang sudah rapi, bukan Rendra saja yang sudah rapi tapi dirinya juga.
Hari ini mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Jakarta saja, karena untuk apa disini lagi. Rendra juga tidak ingin membuat Adiba sedih lagi karena ayah perempuan itu.
“apa saja” jawab Adiba.
“Ya sudah kalau apa saja, kita sarapan di bandara saja nanti. Ayo kita berangkat, kita ambil penerbangan pagi” ucap Rendra dan segera mengajak Adiba untuk pergi.
“Kau sudah beli tiketnya?”
“Sudah semalam, aku beli dua penerbangan siang dan pagi.” Ucap Rendra
“kenapa kau membuang-buang duit mu. Beli satu saja kan bisa” tukas Adiba
“Tidak usah mengomeli ku dulu, ayo pulang” ucap Rendra dan mengulurkan tangannya pada Adiba mengajak perempuan itu untuk berdiri.
Adiba terpaksa menerima uluran tangan tersebut,
“Tumben mau pegang tanganku” ledek Rendra sambil tersenyum pada Adiba.
“Tidak usah menggodaku bisa” tukas Adiba yang tak senang dengan ledekan Rendra barusan.
“sudah mau menerimaku sebagai suami, ciee sudah ngaku kalau cinta sama suaminya” ucap Rendra menggoda Adiba lagi.
“Nggak jelas ya, aku bisa jalan sendiri” ucap Adiba melepaskan tangannya dan dia langsung menarik koper miliknya yang berada di sebelah Rendra pergi meninggalkan pria itu yang tersenyum puas telah menggoda Adiba pagi-pagi.
Rendra langsung berjalan menyusul Adiba yang sudah membuka pintu kamar mereka,
“Sayang tunggu aku kenapa?” goda Rendra lagi menyusul Adiba. Dia melakukan hal ini agar Adiba merasa terhibur dan tidak memikirkan soal semalam lagi. Rasanya dia juga merasa sedih dengan apa yang terjadi pada Adiba.
.......................................
“Maaf mbak, kalau boleh tahu kamar nomer berapa ya yang atas nama Rendra dan Adiba?” tanya Rama pada resepsionis hotel tempat dia menginap. Dia menanyakan nomor kamar Rendra karena dia ingin bicara berdua dnegan putrinya, dia akan mencoba memaafkan sang putri soal masa lalu. Dan dia juga akan minta maaf pada Adiba soal dirinya yang telah mengusir anaknya tersebut.
Dia semalam menelpon tuan Frans ayah dari Rendra dan pria itu meminta maaf padanya soal kelakuan anaknya dan dia juga menceritakan semuanya tentang Adiba selama ini.
__ADS_1
“Sebentar ya pak, saya periksa dulu mereka di nomor berapa?” ucap sang resepsionis perempuan tersebut.
Perempuan itu memeriksanya melalui komputer yang berada didepannya saat ini,
“Maaf saya boleh tanya sesuatu yang lain tidak?” tanya Rama dengan hati-hati.
“Iya boleh pak, silahkan saja bertanya”
“Pemilik hotel ini apa keluarga Dewangga?” tanya Rama penasaran. Karena dia berpikir kalau orang yang tidak membolehkan dia pergi dari hotel ini adalah keluarga Rendra juga.
“Maaf bukan pak, pemilik Hotel ini adalah Keluarga Nugroho. Lebih tepatnya tuan Reyden Tama Nugroho.” Ucap sang Resepsionis.
“Jadi bukan keluarga Dewangga?”
“Bukan pak” ucap perempuan itu menggeleng.
“Kalau bukan keluarga Rendra yang melarang ku pergi dari sini berarti ada orang lain yang melakukannya. Apa pemilik hotel ini mengenal Adiba, jadi dia melarang ku pergi dari sini agar aku bertemu dengan putriku.” Batin Rama.
“Maaf pak, tuan Rendra dan nyonya Adiba sudah check Out sedari tadi pagi pak” ucap sang resepsionis saat sudah memeriksa nama Adiba.
“Apa? mereka sudah pergi”
Mendengar itu membuat Rama, merasa semakin bersalah dia belum sempat bicara dengan putrinya tapi putrinya sudah pergi. Jelas anaknya itu sakit hati dengan ucapannya semalam. Dari lubuk hatinya ia menyesal atas apa yang ia lakukan pada Adiba beberapa tahu ini. dia menganggap anaknya sendiri buru dan menyalahkan putrinya itu atas kematian ibunya. Seharusnya dia tidak ke kanak-kanak kan seperti itu, istrinya tiada mungkin sudah takdirnya. Seharusnya ia tidak menyalahkan Adiba selama ini, gara-gara dirinya keluarganya hancur sendiri. Oki juga tidak mau menyapanya lagi sebagai seorang ayah saat ini, perempuan itu memilih tinggal sendiri daripada tinggal dengannya.
“Ya sudah kalau begitu mbak,s aya permisi” ucap Rama dan langsung pamit pergi dari meja resepsionis.
.......................................................
Rendra dan juga Adiba sedang makan di restauran yang berada di bandara sambil menunggu jadwal pesawat mereka yang mengalami Delay,
“Makan yang banyak jangan males-malesan makan, sini aku suapi” ucap Rendra dan akan merebut sendok yang dipegang Adiba.
“Aku bisa makan sendiri,” ucap Adiba sedikit menjauhkan sendok nya dari Rendra.
‘Kalau bisa makan sendiri ya dimakan. Dari tadi makanan kamu masih utuh begitu” tukas Rendra.
‘Hemm,” ucap Adiba dan langsung memakan makanannya sendiri mengabaikan Rendra yang melihat kearahnya terus.
__ADS_1
“Rendra,.” Seru seseorang perempuan yang memanggil Rendra saat ini.
Sontak Rendra dan juga Adiba langsung melihat kearah sumber suara tersebut. Terlihat seorang perempuan yang mendekati mereka saat ini.
“Sarah,.” Ucap Rendra yang langsung berdiri saat melihat perempuan berseragam pramugari be rok mini tersebut.
Adiba hanya diam saja memperhatikan Rendra yang langsung mendekati perempuan tersebut.
“Iih, lo udah balik ke Indo tapi nggak bilang-bilang. Gue kangen sama lo tahu nggak” ucap Sarah dan langsung memeluk Rendra.
Adiba terkejut melihat hal itu, dia menatap tidak suka pada dua orang itu yang tengah berpelukan didepannya. Yang membuatnya semakin terkejut saat Rendra membalas pelukan perempuan bernama sarah tersebut.
“Wiih makin cantik aja lo sekarang,” ucap Rendra sambil melepaskan pelukannya daris arah dan memperhatikan perempuan itu dengan seksama.
“LO mah bisa aja, kalau ngerayu cewek” pungkas Sarah tersenyum malu-malu saat di puji rendra barusan.
Entah mengapa hati Adiba semakin dongkol saat melihat perempuan tersebut yang tersipu malu karena pujian Rendra.
“Serius, lo makin cantik aja sekarang. Baru beberapa tahu kita nggak ketemu perubahan lo sudah sebegini. Gila,” ucap rendra memuji Sarah.
“Jadi mereka sebelumnya pernah ketemu, apa perempuan itu mantan pacarnya. Dasar pria hidung belang, bilangnya hanya mencintaiku dan menyesal, nyatanya di Amerika punya kekasih lain” batin Adiba menggerutu, dia langsung berdiri dari duduknya saat ini. ia malas melihat dua orang itu yang saling meluapkan kerinduan satu sama lain.
Rasanya hatinya tidak nyaman melihat hal seperti itu, Adiba langsung berjalan begitu saja melewati Rendra dan juga Sara tanpa bicara apapun.
“kamu mau kemana?” tanya Rendra sambil menahan tangan Adiba yang akan berjalan pergi.
“Toilet” ketus Adiba melepaskan paksa tangan Rendra dan pergi begitu saja meninggalkan pria itu.
“Siapa lo?” tanya Sarah dan sekilas melihat kearah Adiba yang berjalan pergi.
“Istri gue” jawab Rendra.
‘Gila itu istri lo, cewek yang sering lo ceritain dulu. gila lo main peluk gue didepan istri lo, cemburu tuh” tukas Sarah.
“biarkan saja, aku memang ingin mengetesnya. Kalau begitu aku susul dia, thanks ya, meskipun tidak kita sengaja. Lain kali kita ngobrol lagi” ucap rendra dan langsung pergi meninggalkan Sarah yang terdiam melihat Rendra yang pergi menyusul Adiba saat ini.
°°°
__ADS_1
T.B.C