
“ Ya sudah mulai saat ini , kamu mau kan jadi kekasih gelap ku . “ Juna benar-benar tidak menyia - nyiakan kesempatan emas untuk bisa bersama dengan wanita impian nya , tak masalah juga menjadi kekasih gelap dari wanita impian nya . karena yang terpenting bagi Juna , bisa terus bersama dengan wanita impian nya .
“ Siapa takut . “ Juna dengan berani mengecup sekilas bibir dari kekasih yang baru saja mereka resmikan .
Sementara di perusahaan Maladewa Ana di buat tercengang karena posisi nya sebagai sekretaris dari sang bos yang tidak lain adalah Alvin . Ana pikir , dia hanya akan di jadikan karyawan marketing biasa , bukan malah di jadi kan sekretaris . Terlebih ana sama sekali tidak mengerti bagaimana cara kerja sebagai sekretaris . “ Bapak mau menipu ku ? jelas - jelas yang kalian butuhkan itu bagian marketing , bukan sekretaris . “ ana kekeh tidak ingin ambil posisi sekretaris , ana merasa jiwa nya di bagian marketing bukan sebagai sekretaris .
“ Kalo begitu saya akan melamar di perusahaan lain dan saya akan membatalkan melamar di sini , saya hanya akan bekerja sesuai dengan kredibilitas yang saya miliki dan jelas itu bukan posisi sekretaris . “ Ana benar-benar tidak mau terima posisi sekretaris , karena baginya posisi sekretaris itu bukan keahlian nya .
“ Maaf , bukan nya kamu sudah menandatangani kontrak kerja nya . Kamu juga sudah membaca dan menyetujui , posisi apa pun . Benar bukan Nona ? Jadi perusahaan Maladewa sama sekali tidak menipumu , bukannya poinnya pun sudah anda baca bukan dan sudah di bumbui tanda tangan anda sendiri . “ ujar pak adi dengan sangat percaya diri . “ Anda tahu , berapa denda yang harus anda bayar jika membatalkan perjanjian nya 500 milyar denda yang harus anda bayar pada pihak perusahaan Maladewa . “ tambah pak adi , agar ana berpikir ulang jika mau menolak tawaran nya . Seperti nya HRD Maladewa belum tahu , seberapa pengalaman nya ana dalam hal kecil seperti ini .
“ Apa anda yakin , saya sudah menandatangani kontrak kerja nya ? “ ujar ana dengan tingkat percaya diri .
Pak adi pun langsung mengambil dan melihat kertas yang masih tergeletak di atas meja , padahal pak adi dengan jelas melihat perempuan yang di ingin kan bosnya menjadi sekretaris nya itu sudah memberikan tanda tangan nya di kontrak kerjanya . “ tidak mungkin , kenapa kertas nya masih kosong . Bukan nya tadi dia sudah menandatangani nya . “ batin pak adi , saat tidak melihat goresan tinta di kertas yang dia pegang .
__ADS_1
“ Kenapa , bapak kok terlihat bingung ? apa bapak melihat tanda tangan ku di kertas yang bapak pegang itu “ tanya ana .
“ Pantas saja pak Alvin sangat menginginkan perempuan ini menjadi sekretaris nya , ternyata perempuan ini sangat jenius dan sangat pintar bersiasat . “ batin pak adi .
“ Seperti nya disini , hanya membuang waktu ku saja . “ ucap ana , kemudian beranjak dari kursinya .
“ Tunggu ! “ pak adi langsung mencegah ana keluar dari ruangannya “ kalo mbak tidak menginginkan posisi sekretaris , baik lah jika mbak menginginkan posisi marketing atau posisi apa pun yang mbak ingin kan , akan aku penuhi . Asal mbak tetap di Maladewa . Bagaimana penawaran ku ? “ pikir pak adi , tidak masalah jika nantinya malah mendapatkan amukan dari Alvin , karena tidak berhasil menjadikan sekretaris nya , yang penting Maladewa tidak kehilangan perempuan sejenius ana .
“ Jika aku menginginkan posisi bapak , apa bapak akan memenuhi keinginan ku ? Balas ana dengan sedikit menguji kesabaran dari HRD nya .
“ Baiklah , aku akan terima tawaran pak ____ “
“ Adi mbak ana . “ balas pak adi dengan cepat .
__ADS_1
“ Pak adi mulai hari ini , aku Nurhasanah siap bergabung di perusahaan Maladewa . “ Balas ana dengan yakin .
Brak
Alvin masuk ke ruangan pak adi dengan sangat tidak sabaran , karena bagian HRD tak kunjung mengantarkan ana sebagai sekretaris nya . “ pak adi , apa yang kalian lakukan di ruangan berduaan ? “ tuduh Alvin .
“ Pak Alvin . “ pak adi langsung menunduk hormat , saat Alvin tiba-tiba masuk ke ruangan . Pak adi tahu , atasan nya pasti sudah menunggu ana dengan tidak sabaran .
“ Gak punya etika . “ jawab ana dengan sinis , karena Alvin masuk tanpa terlebih dulu mengetuk pintu , apalagi Alvin malah menuduh yang tidak - tidak saat masuk .
“ Mbak ana , pak Alvin ini Direktur Utama kita . “ ana tidak begitu kaget saat pak adi memperkenalkan Alvin . Ana sudah menduga , jika Alvin bukan orang sembarangan di Maladewa . “ mbak ana sudah tahu , kalo pak Alvin itu Direktur Utama Maladewa ? “ karena respon ana terlihat biasa saja , pak adi pun mengira ana sudah mengetahui kedudukan Alvin di Maladewa .
“ Belum . Jadi pak adi , ruangan marketing sebelah mana yah ? “ ana seperti tak memperdulikan keberadaan Alvin , ana seperti menganggap Alvin tidak berada di satu ruangan yang sama .
__ADS_1
Bersambung