Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Peringatan Mani untuk Alvaro


__ADS_3

Dor


Dor


Hari mulai sore , saat nya mani mulai berkutat di dapur menyiapkan bahan masakan untuk makan malam ana atau bisa di sebut sang adik ipar . Tapi ketika mani baru akan mencuci sayuran - sayuran yang akan di masak , mani mendengar suara gedoran pintu yang cukup kencang , mani pun meletakkan kembali sayuran nya dan memilih membuka kan pintu terlebih dulu , karena suara gedoran pintunya cukup kencang dan cukup mengganggu , kalo perlu mani akan kasih pelajaran pada tamu tak tahu sopan santun itu . “ Padahal ada bell rumah , kenapa harus menggedor pintu kaya mau nagih hutang sih . “ sungut mani , dengan melangkah kah kakinya untuk melihat tamu tak tahu sopan santun .


Ceklek


Mani membuka pintu nya dengan perasaan dongkol . ’ astaga , pantas saja laki-laki pengkhianat yang datang ternyata , tapi sayang laki-laki pengkhianat ini masih sah suamiku . ’ batin mani , setelah mengetahui tamu tak tahu sopan santun itu.


Mani memutar bola matanya dengan malas , ketika tahu tamu tak tahu sopan santun nya adalah sang suami yang baru kembali hadir , setelah beberapa tahun ini meninggalkan dirinya dan putra mereka yang belum di ketahui Alvaro . “ Kecewa , karena bukan kekasih tercinta mu yang datang ? “ mani menyipitkan matanya , saat Alvaro lagi - lagi membahas laki-laki yang mani sendiri tidak tahu siapa laki-laki yang di maksud oleh alvaro .


Merasa bukan dirinya yang di maksud oleh alvaro , mani pun langsung berlalu begitu saja , tanpa terlebih dulu meladeni ucapan laki-laki yang pernah mempunyai sejarah dengan nya . “ benar - benar seperti pengecut . “ gumam mani


Alvaro lah yang datang ke rumah Alvin , alvaro benar-benar seperti lintah darat yang tengah menagih hutang . Hanya saja lintah darat datang untuk menagih hutang uang , sedangkan Alvaro kembali datang untuk menagih hutang penjelasan pada perempuan yang Alvaro anggap masih istri sah nya .

__ADS_1


’ Kenapa laki-laki ini , jadi sering datang kemari sih dan aneh nya laki-laki ini selalu mengatakan aku memiliki kekasih , entah lah maksud dari ucapan laki-laki ini tuh apa ? Padahal yang pergi beberapa tahun yang lalu dengan kekasih nya kan , jelas dirinya bukan aku , kenapa seolah aku saja tersangka utama nya . ’ batin mani dengan masuk kembali ke dapur , tanpa memperdulikan alvaro yang terus mengikuti nya ke dapur .


“ Kamu benar-benar telah berubah . “ mani hanya mendengus , mendengar kritikan tidak jelas dari sang suami yang telah lama meninggalkan dirinya , bahkan sang suami belum mengetahui perihal alpa adalah darah daging nya .


Tuth


Tiba-tiba mani kentut begitu saja tanpa bisa di cegah , padahal posisi alvaro tepat di belakang mani .


“ Eh “ sebenarnya mani sedikit tidak enak hati pada alvaro yang berdiri tepat di belakangnya . Padahal setelah kepergian alvaro , kebiasaan buruk mani mulai berhenti tapi setelah alvaro muncul kembali , justru kebiasaan buruk nya malah kambuh kembali .


“ Maaf sengaja , biar lalat yang sedari tadi datang mengganggu ku segera pergi dari sini dan aku juga tidak ingin non ana serta tuan alvin tahu , jika TUAN ALVARO YANG TERHORMAT DATANG MENEMUI SEORANG PEMBANTU. “ tukas mani dengan penuh penekanan .


“ Maaf ganggu kalian , aku hanya ingin ambil minuman . “ ternyata mani telat memperingati alvaro , karena orang yang mani maksud justru sudah berada di depan matanya . “ silahkan kan kalian di lanjut saja , anggap saja jeda waktu tadi adalah iklan . “ ana berusaha bersikap biasa saja , padahal ana mendengar semua pembicaraan alvaro dan mani dan dugaan ana ternyata benar , pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan antara kedua orang di hadapan nya .


“ Non ana , anda membutuhkan sesuatu lagi ? “ tentu saja mani sangat kentara gugup nya , mani khawatir ana mencurigai hubungan nya dengan alvaro , mani juga takut ana akan memberitahu pada alvin dan Alvin akan memberitahu pihak keluarga nya . Jika semua itu terungkap bagaimana dengan nasib putranya , mani takut putranya tidak bisa diterima dan di akui keluarga mahesa karena status nya sangat kentara berbeda dengan alvaro , seperti langit dan bumi .

__ADS_1


Sementara alvaro sendiri terlihat biasa saja , karena alvaro merasa ana belum menjadi bagian dari keluarga nya dan hubungan adiknya dengan perempuan bernama ana pun belum sampai ke jenjang pernikahan , lain hal nya dengan dirinya dan mani yang sudah berstatus pasangan suami istri . “ ikut dengan ku . “ alvaro langsung menarik tangan mani untuk ikut dengan nya , tanpa memperdulikan kehadiran ana .


Bahkan ana yang masih berada di dapur sempat di buat terperangah , tapi sekali lagi ana tidak mau ikut campur urusan mereka . Ana yakin kakak dari alvin tidak akan menyakiti marni / mani , karena tatapan kakak dari alvin tatapan penuh damba . “ sudah gue duga kan . Tapi yah sudah lah , toh hubungan gue tidak sedekat itu dengan keluarga pak alvin atau pun mbak marni . “ gumam ana , kemudian menuju ke halaman belakang atau lebih tepat nya di gazebo sambil menunggu kedatangan bapaknya si utun mampir .


“ Tunggu ! kamu mau membawaku kemana ? “ saat ini mani sudah berada di mobil alvaro , mani memilih pasrah dan mengikuti keinginan alvaro membawa nya pergi dari rumah Alvin , dari pada banyak orang yang tahu tentang hubungan nya dengan alvaro , cukup ana saja yang melihat kejadian tak terduga tadi .


“ Ke rumah . “ balas alvaro dengan singkat tanpa melihat mani yang duduk di samping kemudi .


Mani melebarkan matanya , saat alvaro mengatakan akan membawanya ke rumah nya . “ jangan ngaco mas , kamu mau nyonya besar dan tuan besar membenciku ? atau jangan - jangan ini memang rencana kamu , agar nyonya besar dan tuan besar benar-benar membuatku semakin benci padaku .


Mendengar apa yang di lontar kan mani , Alvaro pun menepikan mobilnya di bahu jalan terlebih dulu . “ kamu bilang apa ? siapa nyonya besar dan tuan besar yang kamu maksud ? apa mereka kedua mertua mu ? lalu kenapa kamu memilih bekerja di rumah adikku , apa uang yang selama ini aku kasih tidak cukup untuk menghidupi kebutuhan kamu dan anak haram itu ? “ Alvaro langsung membrondong pertanyaan yang selama ini terus bersarang di benaknya semenjak bertemu alpa .


PLAK


Mani menampar pipi Alvaro , karena geram Alvaro menyebut alpa anak haram . “ kamu akan menyesal menyebut putraku anak haram , camkan di otak kamu baik - baik ! jika suatu saat nanti kamu mengetahui fakta yang sesungguhnya , jangan harap putra ku akan memaafkan mu .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2