
“ Dari mana mbak ? “ sapa ana , saat mani melewati nya begitu saja , padahal saat ini ana berada di ruang makan tengah memakan makanan yang ana pesan secara online .
Ana memilih memesan makan malam nya secara online , karena ana sama sekali tidak ada bakat di dapur apalagi memasak . Dari dulu ana selalu di sibukkan dengan karier dan karier , ana sama sekali tidak pernah mengerjakan apapun ke dapur , karena sang bunda pun tidak membiarkan ana membantu nya di dapur dengan alasan kasihan , jadi jangan tanya jika kesempurnaan ana hanya di urusan kerjaan perkantoran atau karier bukan urusan dapur .
Lagian ana pikir mani masih lama pergi nya , jadi ana memutuskan memesan makanan yang dulu pernah menjadi makanan favorit nya dengan sang sahabat . Anggap saja ana sedang aji mumpung , karena tidak ada dua satpam menyebalkan seperti marni dan Alvin , baik mani maupun Alvin sangat protektif dan cerewet jika menyangkut tentang asupan makanan yang ana makan untuk ibu hamil ..
’ Bodoh banget sih gue malah sok - sok-an menyapanya , harusnya gue biarin aja dia nyelonong masuk ke kamar nya . Pasti bentar lagi ngomel , karena makanan yang gue makan ini . ’ rutuk ana dalam benaknya .
Mani menghentikan langkah nya , kemudian mendekati ana ke meja makan untuk membalas sapaan ana terlebih dulu , mani merasa tidak enak hati pada ana karena sudah pergi terlalu lama tanpa terlebih dulu menyiapkan makan malam untuk ana , sampai - sampai ana harus memakan makanan kurang bagus untuk orang hamil , seperti mie ayam yang saat ini ana makan dengan lahap nya . “ Maaf non , aku tidak melihat non ana tadi . “ mani berkata jujur , mani benar-benar tidak menyadari keberadaan ana di ruang makan , kalo saja ana tidak menyapa dirinya . “ Tapi ngomong - ngomong kenapa non ana malah makan mie ayam , mie ayam nya pun terlihat sangat pedas gitu . Kalo tuan Alvin tahu , pasti tuan Alvin tidak akan mengijinkan non ana makan makanan seperti itu . Maaf tadi mani belum sempat nyiapin makan malam untuk non ana , karena ada keperluan mendadak dengan tuan ____ “ ujar mani dengan sedikit tidak enak hati , saat akan menyebut nama alvaro . Mani mencoba menjelaskan , karena jelas ana tahu saat Alvaro menarik tangannya keluar .
’ Gue bilang juga apa , pasti nih orang ngoceh kan . ’ batin ana , tanpa berniat berhenti makan mie ayam nya .
Karena ana sama sekali tak merespon larangan nya dan tetap memakan mie yang terlihat super pedasnya , mani pun dengan
sengaja mengangkat mangkok yang berisi mie ayam tersebut . “ sudah cukup ! non ana bisa sakit perut jika non ana meneruskan makan makanan terlalu pedas seperti ini , pasti non ana juga belum makan nasi kan . “ larang mani seperti seorang kakak , saat sang adik melakukan kesalahan .
__ADS_1
Mani sama sekali tidak takut , seandainya ana tidak terima dengan apa yang dia lakukan sekarang . Mani merasa ana adalah tanggung jawab yang sudah alvin serah kan padanya , jadi sebisa mani akan menjaga dan melindungi ana , bahkan mani sendiri menganggap ana saudara atau lebih tepat nya sesama ipar , meski semua keluarga mahesa belum tahu status mani di keluarga mahesa adalah istri dari alvaro .
“ Kalo mbak marni mau mie ayam nya juga , tuh masih ada dua bungkus buat marni sama anak mbak marni , tapi kembaliin mie ayam punya ku ! aku sangat pengen makan mie ayam kali ini , jadi bisa kah mbak marni tidak melarang ku seperti seorang ibu tiri yang jahat seperti yang barusan aku lihat di televisi . “ pinta ana dengan mengeram kesal karena mani dengan seenaknya merebut atau lebih tepat nya mengambil paksa mangkok mie ayam yang sedang ana makan .
’ Astaga , kenapa gue jadi kebawa - bawa sinetron ikan terbang yang barusan gue lihat yah . ’ rutuk ana dalam benaknya.
Mani sedikit menahan tawa , setelah mendengar ungkapan dari ana . Pasalnya yang mani tahu setelah tinggal satu atap dengan seorang ana , ana jarang sekali nonton televisi atau melihat drama ikan terbang , malahan mani pikir dunia ana hanya sebatas buku - buku nya dan gadget nya saja . “ Baiklah untuk kali ini , non ana boleh makan mie ayam . Tapi jangan mie ayam yang pedesnya nauzubillah seperti ini , lebih baik mie yang ini saja yang non ana makan . “ mani mengganti mie ayam ana , dengan mie ayam yang masih dalam bungkusan yang belum di buka atau mie ayam yang ana bilang untuk diri nya dan juga alpa .
Ana menghela napas panjang , melihat sikap protektif mani pada nya . ’ Nasib gue gini amat yah . Tinggal di rumah , bunda yang sangat protektif dengan gue . Tinggal di rumah bapak nya calon anak gue malah lebih parah lagi , ada mbak marni sama bapak nya anak gue . ’ batin ana .
“ Ya udah deh gue balik aja ke kamar . “ karena kadung kesal , ana pun memilih meninggalkan mani dan mie ayam nya . Padahal sayang banget mie ayam nya sangat lezat rasanya menurut ana , tapi karena ada pengganggu ana pun jadi tak berselera dengan mie ayam nya lagi dan lebih memilih kembali ke kamar .
’ Makan aja mie ayam nya buat lo semua , gue mah gampang bisa minta lagi sama bestie gue . ’ batin ana , tanpa memperdulikan atau pun menjawab marni yang terus memanggilnya .
Entah sengaja atau tidak sengaja , ana sampai membanting pintu kamar nya dengan sedikit keras , saat masuk ke dalam kamar saking kesal nya .
__ADS_1
“ Brak “
Mani sedikit tersentak saat ana dengan keras membanting pintu kamar nya . “ astagfirullah , wong wedok nesune koyo wong lanang . “ Ujar marni dengan memegang dadanya .
Sampai kamar , ana ternyata langsung mencari ponsel nya untuk menghubungi sang sahabat . Ana berencana menghubungi sahabat nya vini dan berencana meminta sang sahabat untuk membelikan mie ayam seperti tadi , beruntung ana memesan mie ayam itu di tempat langganan nya dengan sang sahabat .
Tapi saat ana baru mengangkat ponsel nya , secara kebetulan ponsel ana lebih dulu berdering dan di layar ponsel nya tertulis nama Vinie . Tentu saja senyum ana langsung terbit , kemudian langsung mengangkatnya dalam suara dering pertama . “ Assalamu'alaikum vin , alhamdulillah gue benar-benar punya sahabat sejati seperti lo . “ ujar ana saat mengangkat panggilan telepon dari sahabat nya .
“ Gak usah lebay deh lo , gue ngehubungin lo lagi bukan untuk memenuhi ngidam lo , tapi karena ada sesuatu yang harus lo tahu . “ balas vini .
“ Is lo mau nyampein apa sih , gak bisa gitu lo menuhin keinginan gue dulu . “ balas ana dengan lemas .
“ Emang lo sekarang lagi ngidam apa lagi ? tapi serius deh an , gue benar-benar mau nyampein berita penting untuk masa depan lo . “
“ Emang ada kabar apa sih , sampe lo serius kaya gitu ? “ akhirnya ana mengalah dan lebih dulu mendengarkan kabar yang akan di sampai kan sang sahabat .
__ADS_1
“ An , lo tahu mantan suami lo sekarang di tangkap polisi gara-gara di laporkan istrinya yang sekarang ? _____ “
Bersambung