Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Dimana Tari?


__ADS_3

"Argh... " Lestari mendes*ah. Tangannya mengusap rambut Bruce.


Lestari siap, pelumas itu sudah penuh di area intinya. Bruce, berdiri dia menatap wajah Lestari.


"Are you ready? Yakin kamu tidak menyesal?" tanya Bruce.


"Tidak! Lakukan, jika tidak aku tidak selamat. Seluruh tubuhku kesakitan. Selamat kan saraf-saraf ku dari obat ini." Lestari baru sadar dia telah dijebak Julio.


"Okey..di kamar saja. Aku ingin kita berdua sama-sama menikmati dengan puas," Dia kembali membawa Lestari ke ranjang.


Bruce membaringkan Lestari diranjang dengan lembut. Bruce naik diatas tubuh Lestari dia menyusuri setiap lekukan tubuh Lestari dengan lidahnya.


Pertahanan Bruce runtuh dengan sajian lezat didepannya. Bruce membenamkan kepalanya di bawah sana, menguatkan lidahnya menari-nari memberi sensasi nikmat tiada Tara.


Tari meleng**uh. Tangannya mencengkram keras ujung seprei. Bruce tersenyum dia semakin menggila, memberi gigitan kecil dibenda berbentuk kacang kecil berwarna pink itu.


"Bruce!"


"Call me my name...Baby! like that!" titah Bruce.


"Bruce," sahut Lestari.


"Kamu siap?" tanya Bruce lagi.


"Yeah...lakukan!" Lestari pasrah.


Bruce menekan perlahan menerobos benda itu hingga membuat Lestari mengangkat pinggulnya.


" Sesak!" ucap Bruce.


"Long time saya tidak melakukan itu. Ini pertama kali kamu menyentuh lagi," des**ah Lestari.


"Oh good.I lIke that ,baby!" sahut Bruce.


Bruce memberi irama slow hingga irama fast.


Bruce dan Lestari melakukan penyatuan itu hingga pelepasan kenikmatan. Bruce terkulai lemas disamping Lestari. Wanita itu langsung tertidur karena seluruh tubuhnya remuk.


♥️♥️♥️

__ADS_1


"Lepaskan aku!" jerit Julio.


Namun tidak ada satupun yang berani menolong Julio.


Felix terus menarik kasar tubuh bongsor itu keluar dari Restoran itu. Felix membawa Julio kembali ke mobilnya. Felix membuka pintu dengan bantuan seorang security resto. Lalu Julio dipaksa masuk ke dalam mobil miliknya.


" Diam! Tunggu sampai kau benar-benar sadar barulah menyentir sendiri! Aku tidak tanggung jawab jika kau memaksa menyetir dalam keadaan mabok seperti saat ini. Tapi, semua kembali kepadamu nyawamu kamu sendiri yang menentukan." Felix menunjukkan belatih karatan berujung tajam ke dapan Julio.


"Cih..." Julio berdecih.


"Kau dan temanmu tunggu pembalasanku!" ancam Julio sebelum dia tertidur diatas stir mobil.


"Lakukan jika kau mampu melawan," sahut Felix sinis.


🥀🥀🥀🥀


Sementara Rico menunggu dengan gelisah di rumah. Dia tidak fokus menjawab semua pertanyaan dari Putri.


"Papi..."


"Ha...Eh Iya! Kenapa sayang?" Rico tersenyum paksa.


"Papi kenapa nggak semangat bermain dengan Putri? Papi marah?" tanya Putri.


"Mami jaga Opa dia rumah sakit , Papi. Sebelum berangkat Mami pesan seperti itu di Putri." Jelas Putri.


"Oh..." Rico hanya berkata 'O'


Lalu, Ia kembali bermain dengan Putri. Untuk menghilangkan kekwatirannya terhadap Lestari. Rico mengajak Putri bermain petak umpet.


"Siapa yang kalah, dihukum lompat kodok." ucap Rico.


"Satu...dua..tiga...sempuluh!" hitung Putri asal.


"Papi...di mana?" Putri pura-pura mencari Rico padahal dia sudah melihat Rico bersembunyi dibalik sofa kamar.


"Hore!! Papi kalah!" girang Putri.


"Hore..." teriak Rico.

__ADS_1


Namun karena Reaksi Rico biasa saja membuat Putri kesal.


"Nggak asyik main dengan papi. Masa Papi kalah terus, Putri bosan!" Keluh Putri karena Rico sama sekali tidak menikmati permainan mereka.


"Maafin papi.yuk main lagi" ajak Rico.


"Nggak ahh putri capek. Putri mau cari Nanny minta temani gosok gigi ." Putri keluar dari kamar dengan kesal. Kata Filipo cara ngambek Putri mirip Lestari kecil.


"Nany, mau gosok gigi. Tadi, kata Mami, Sebelum Putri tidur harus gosok gigi dulu." ucap Putri.


"Okey..yuk gosok gigi!" Suster membawa Putri ke mandi untuk menggosok gigi.


Sementara Rico berulang kali ingin menekan tombol memanggil di nomor Lestari tapi ia mengurungkan niatnya lagi.


"Tari..kamu kemana sih?" gumam Rico.


"Hallo bunda," akhirnya Rico memilih menelpon Rose.


"Iya kenapa Co?" tanya Rose.


"Tari di rumah sakit?" tanya Rico.


"Ngga! Sore tadi, Lestari udah pulang ke rumah. Katanya kasihan Putri sendirian terus," jawab Rose .


"Oh mungkin Tari dirumah. Maaf bunda, gimana kabar Ayah?" Rico mulai mengalihkan pembicaraannya. Tapi, jujur hatinya benar-benar gelisah, cemburu, kwatir .


"Ayah baru saja sadar." Rose tersenyum bahagia menatap wajah Filipo.


"Syukurlah besok pagi Rico mampir rumah sakit." jawab Rico. Lalu ia pun mengakhiri panggilan karena putri sudah kembali ke kamarnya.


"Yuk..sebelum bobo berdoa dulu," ucap Rico.


"Okey... Papi yang pimpin doa." jawab Putri.


Selesai berdoa, Rico dengan telaten meninabobokan Putri hingga balita itu terlelap.


Rico tidak tidur dia termenung di sofa. Memikirkan Lestari.


"Jika di rumah sakit tidak ada. Lalu, kamu kemana Tari?" Rico mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


Sebenarnya naskah ini sudah lama ada di draf tapi trauma kemairn up 3 bab malah ada yang Batal fav 🤧. Makanya saya urung up lagi🙏. Jujur kami penulis tidak berharap apa2 cukup baca tanpa skip beri like dan komen sudah sangat senang. Terima kasih sebelumnya 🙏


__ADS_2