
“ Kemana semua orang , marni ___ mommy ____ “ teriak Alvin saat keadaan rumah seperti tak berpenghuni , Alvin seperti nya datang sangat terlambat . Karena setelah kepergian mani yang di jemput bi minah , ana pun menyusul mani keluar dari rumah selang 1 jam kepergian mani .
Karena tidak satu pun yang menyahuti panggilan nya , Alvin pun melangkah kan kakinya menuju dapur , tapi sampai dapur pun tidak ada satu orang pun yang terlihat . Karena di dapur tidak ada orang , Alvin pun memutuskan untuk mencari ke kamar langsung dan kamar pertama yang Alvin datangi adalah kamar Mani yang jaraknya tidak terlalu jauh dari dapur , atau lebih tepatnya masih berada di lantai satu , Alvin sengaja menempatkan mani tidak di kamar pembantu melainkan kamar kedua yang lebarnya tidak jauh berbeda dengan kamar utama yang di tempati ana , Alvin beralasan tidak tega jika alpa tidur kamar sempit dan karena alasan Alvin cukup masuk akal , mani pun menempati kamar yang di tunjuk Alvin .
Tok
Tok
Tok
“ Marni ____ “ panggil Alvin dari luar kamar mani , karena sudah beberapa kali di ketuk pintu nya tapi pemilik kamar belum keluar juga , Alvin pun menekan Handel pintunya , ternyata kebuka pintu kamar nya . “ Eh __ kok gak di kunci “ meski pintu kamar nya tidak di kunci pemilik kamar nya , Alvin tentu tidak berani masuk begitu saja, selain tidak sopan Alvin pun sadar jika pemilik kamar nya adalah kakak ipar nya . “ Marni ____ Ibunya alpa ____ . Alvin pun memutuskan untuk kembali memanggil pemilik kamar , tapi nihil pemilik kamar benar-benar tidak menyahut panggilan nya .
Karena pemilik kamar tidak ada jawaban apapun dari dalam kamar , Alvin pun memutuskan untuk berpindah ke kamar atas atau kamar utama untuk mencari keberadaan perempuan yang tengah mengandung keturunan nya . Sampai di lantai atas , Alvin memicing kan mata nya melihat kamar yang di tempati ana sedikit terbuka . Tanpa mengetuk pintu atau pun memanggil nama ana , Alvin langsung menerobos masuk ke kamar yang di tempati perempuan yang tengah mengandung keturunan nya . Melihat kamar yang di tempati ana sedikit terbuka , tentu saja Alvin langsung kalut dan pikiran nya langsung kemana - mana dan benar saja ketika masuk ke kamar yang di tempati ana , kamar terlihat sepi . Alvin pun kembali memicing kan mata nya , saat melihat ponsel yang dia belikan untuk ana tergeletak di atas ranjang . “ Sial , seperti nya ana benar-benar mengikuti ucapan mami untuk pulang ke rumah nya . Gue harus segera menyusul ana ke rumah nya , sebelum bahaya mendekati nya . “ Alvin pun dengan tergesa-gesa keluar dari kamar hingga masuk ke mobilnya .
__ADS_1
Alvin pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi , agar segera sampai ke kediaman kedua orang tua ana . Sampai ke kediaman orang tua ana , Alvin memarkirkan mobilnya di luar pagar rumah tanpa memasukkan ke halaman terlebih dulu .
Tok
Tok
Tok
Alvin mengetuk pintu rumah ana dengan tidak sabaran , tapi saat salah satu penghuni rumah keluar yaitu pak hasan , pak hasan malah di buat bingung dengan kedatangan Alvin ke rumah nya . “ Loh nak Alvin , apa terjadi sesuatu dengan ana , sehingga nak Alvin terlihat cemas ? “ tanya pak hasan , saat melihat orang yang sedari tadi terus mengetuk pintu secara tidak sabaran .
Pak hasan tentu saja di buat heran dengan lamaran Alvin yang mendadak dan terkesan tergesa-gesa , memang sih pak hasan ingin ana menikah dengan ayah biologis dari buah hati yang di kandung putrinya , hanya saja tidak seperti ini juga kali . “ Tunggu nak Alvin , sebaiknya kita bicara ini di dalam . Di luar ada mata - mata keluarga om , Om khawatir mereka mendengar pembicaraan kita dan akan berakibat fatal . “ bisik pak hasan dengan sengaja memeluk Alvin , agar orang suruhan keluarga nya tidak terlalu curiga .
Semenjak ana jadi buronan keluarga nya , orang - orang suruhan nya selalu mengawasi situasi rumah nya dan orang-orang suruhan keluarga nya akan melaporkan siapa pun yang keluar masuk ke rumah nya . Alvin mengangguk dan masuk ke dalam rumah mengikuti pemilik rumah , untuk menyampaikan apa yang tadi sudah sempat sampai kan . “ Om , apa mereka terus mengawasi rumah ini ? “ tanya Alvin , setelah pak hasan menutup kembali pintunya , bahkan bukan hanya menutup pak hasan pun sekalian mengunci dan menutup semua hordeng rumah nya agar orang - orang yang terus mengawasi rumah nya tidak mendengar pembicaraan nya dengan Alvin .
__ADS_1
Pak hasan terlebih dulu membawa Alvin ke ruang santai yang terhalang tembok penghalang ruang tamu dan ruang santai , pak hasan sengaja membawa Alvin ke ruang santai agar orang suruhan keluarga nya tidak bisa mendengar pembicaraan nya dengan Alvin karena jarak dari depan ke ruang santai cukup jauh dan tak terlihat dari luar . “ Nak Alvin , apa terjadi sesuatu dengan ana ? apa ana dan calon cucu ku baik - baik saja ? “ cecar pak hasan .
’ Lalu kemana perginya ana , kalo dia tidak pulang ke sini . Apa mungkin ana ke tempat temannya yang sering datang ke rumah , gue harus cari tahu alamat teman ana di mana ? ’ batin Alvin .
“ Ana dan calon penerus ku baik - baik saja , Om tidak usah khawatir . “ bohong Alvin . “ Oh iya om , Om tahu tidak alamat tempat tinggal teman deket ana yang sering datang ke rumah itu ? Om jangan salah sangka dulu , aku bertanya alamat teman dekat ana yang itu karena ana meminta ku membawa teman dekat ana untuk menginap di rumah untuk menemani ana selama beberapa hari ini , sebelum aku mengesahkan hubungan ku dengan ana . “ pak Alvin menautkan kedua alisnya , mendengar alasan Alvin yang menanyakan alamat sahabat dari putrinya .
“ Nak Alvin tidak sedang mengkhianati putri Om dengan vini kan ? “ entah lah pak hasan sedikit ragu dengan alasan Alvin , meski pak hasan percaya jika Alvin tidak akan mengkhianati putri nya , hanya saja pak hasan teringat sesuatu jika putri nya dulu di khianati suami nya dengan sahabat putri nya yang lain .
“ Om , Alvin tidak mungkin berkhianat dengan perempuan yang Alvin sendiri tidak mengenal perempuan yang om maksud . Lagian ana sedang mengandung calon penerus ku dan ana juga sudah mengisi semua isi hati dan pikiran ku , jadi aku bersumpah tidak berkhianat Om . “ papar Alvin .
“ Iya Om percaya , tapi katakan yang sejujurnya buat apa nak Alvin menanyakan alamat vini , Om hanya sedikit takut putri om kembali di khianati teman nya sendiri . “ terang pak hasan .
Alvin menghela napas dalam-dalam sebelum mengatakan yang sejujurnya pada pak hasan , mungkin jika Alvin mengatakan yang sejujurnya orang tua ana tidak akan berpikiran negatif tentang diri nya . “ Om sebenarnya ___ Alvin datang kemari , karena ana pergi dari rumah Alvin ____ “ belum selesai Alvin menjelaskan , pak hasan tampak kaget mendengar ana pergi dari rumah Alvin .
__ADS_1
“ Jadi , ana pergi dari rumah nak Alvin ? “ potong pak hasan
Bersambung