
’ Buset benar - benar ketat penjagaan rumah ana , untung semalam belum ada penjagaan seperti ini , tapi bagaimana pun cara nya gue harus bisa bertemu Om hasan . ’ batin Alvin , saat melihat dua penjaga laki-laki berbadan besar di depan gerbang . Bahkan bukan hanya di depan gerbang , Alvin pun melihat empat penjaga laki-laki lainnya di depan pintu masuk
“ Selamat siang . Beberapa waktu lalu , tuan hasan memanggil kita karena ada kerusakan AC dan menurut info dari tuan hasan kerusakan AC nya berada di kamar . Mohon maaf kita baru sempat kesini , apa di antara bapak - bapak ada yang bernama tuan hasanuddin ? “ ujar seorang teknisi bayaran Alvin , sedangkan Alvin sendiri hanya mengikuti arahan teknisi nya , tanpa ikut bersuara .
“ Bisa perlihatkan kartu pengenal kalian ? “ ujar laki-laki berkepala pelontos sebelum mengizinkan masuk .
Teknisi bayaran Alvin pun menyerah kan kartu pengenal nya pada pria berkepala plontos . “ sebentar , saya harus memastikan terlebih dulu , apa kalian bisa di ijinkan bos masuk atau tidak . “ balas pria berkepala plontos , setelah nya pria berkepala plontos mengeluarkan gawangnya dan langsung menghubungi seseorang yang di bilang bos dan melouspicker panggilan nya .
Alvin menyeringai , saat mendengar bos yang di maksud pria berkepala plontos mengizinkan Alvin dan teknisi bayaran nya masuk . “ silahkan kalian bisa masuk , biar si Bon - bon yang membawa kalian masuk ke dalam .“ ujar pria berkepala plontos .
’ Benar-benar gak main - main penjagaan nya . ’ batin Alvin , dengan mengikuti teman dari pria berkepala plontos , sedangkan pria berkepala plontos nya tetap menjaga di gerbang .
Sampai di dalam , Alvin pun di buat kaget dengan penjagaan yang lebih banyak penjaga nya . Di lantai satu , ada sekitar 8 penjaga dengan bertubuh besar , Alvin pun melihat kakek ana dengan 2 orang laki-laki seperti tengah membahas masalah serius di ruang tamu . “ Bos Doso , ini dua orang teknisi AC yang goni laporkan . “ ujar penjaga yang bernama bon - bon .
Alvin kira , Alvin bisa dengan cepat dan mudah bertemu dengan kedua orang tua ana , ternyata sangat sulit . Alvin terlebih dulu di bawa menghadap kakek ana , bahkan kakek ana terus memperhatikan dan menatap penampilan Alvin dan teknisi bayaran Alvin . “ Mana pengenal kalian . “ tanya fakhru , sedangkan kakek ana atau pak adam hanya menatap tajam Alvin dan teknisi nya .
“ Ini tuan . “ teknisi nya pun menyerah kan pengenal nya pada fakhru .
“ Kamu mana pengenal nya ? “ fakhru menunjuk Alvin untuk menunjukkan pengenal nya , karena yang memberikan pengenal hanya teknisi nya saja .
“ Maaf tuan teman saya belum mempunyai pengenal , karena teman saya masih baru dua hari masuk kerja . “ bukan Alvin yang menjawab , melainkan teknisi yang di bayar Alvin .
“ Kenapa orang baru yang kamu bawa , bukan nya orang yang sudah mahir saja . Nanti bukan nya membantu pekerjaan kamu , malah menghambat pekerjaan kamu karena harus mengajarinya . “ sahut Rudi , sementara kakek ana sendiri masih belum mengeluarkan suara nya , meski tatapan nya benar-benar tidak beranjak dari Alvin .
__ADS_1
’ Kenapa kakek ana terus menatap gue , apa kakek ana mengenali ku . Tapi , gue kan sudah menutupi wajahku dengan masker . Lagian kakek ana baru sekali bertemu dengan ku , masa kakek ana masih mengenali ku . ’ batin Alvin .
Alvin yang terlalu khawatir penyamaran nya di ketahui kakek ana , buru - buru menunduk kan kepalanya . Tapi baru beberapa detik Alvin menundukkan kepala nya , Alvin kembali mengangkat kepala nya karena mendengar suara bariton orang yang Alvin tuju . “ apa yang kalian lakukan , kenapa kalian melibatkan orang lain , sampai menahan mereka . “ mereka yang di maksud hasan adalah dua teknisi AC yang tidak lain salah satunya Alvin , tapi hasan sendiri belum menyadari jika salah satu dari teknisi nya adalah Alvin .
Alvin bernafas lega , saat melihat kedatangan ayah ana , bahkan bukan hanya ayah ana , dewi istri dari hasan pun ikut keluar dengan sang suami .
“ Kenapa kamu datang - datang nyolot sama orang yang seharusnya kamu hormati hasan , lihat kan Mama anak kebanggaan Mama justru bersikap seperti si malin kundang saja . “ rudi saat ini benar-benar , menggulirkan hasan seperti pada lawan nya .
“ Kalian berdua teknisi AC yang aku panggil beberapa hari yang lalu kan ? kalian bisa masuk , kerusakan nya ada di kamar atas . “ hasan sama sekali tak memperdulikan ucapan pedas Rudi , sungguh hasan saat ini benar-benar tidak memperdulikan keluarga nya , meskipun keluarga nya sudah menjadikan nya tahanan rumah nya sendiri .
“ Kenapa kamu malah langsung menyuruh mereka masuk begitu saja ? “ kini fakhru yang bersuara .
“ Hayu kalian ikut kita . “ lagi - lagi hasan sama sekali tak mengindahkan ucapan kakaknya yang lain , karena hasan terus membawa dua teknisi yang dia panggil ke kamar atas alias kamar ana .
“ Silahkan kalian periksa kerusakan nya , karena putri ku mengeluh AC nya sedikit bermasalah , putri ku merasa angin nya kurang kencang . “ ujar hasan , setelah membawa dua teknisi ke kamar ana . Untung nya sebelum membawa dua teknisi AC ke kamar ana , hasan sempat menyuruh penjaga yang berjaga di depan kamar ana untuk pergi .
Merasa situasi nya cukup aman , satu teknisi gadungan melangkah kan kakinya untuk mengunci pintunya terlebih dulu , sebelum menyampaikan sesuatu pada pasangan suami istri yang menjadi tujuan Alvin datang . Sedangkan teknisi asli langsung mengerjakan apa menjadi tujuan nya datang .
“ Loh - loh kenapa pintunya di kunci ? siapa kamu sebenarnya ? “ dewi yang mengikuti suaminya masuk ke kamar ana , seketika langsung panik saat melihat salah satu teknisi mengunci pintu kamar ana .
“ Tenang lah bu , ini aku . “ Alvin pun membuka penyamaran nya dengan membuka masker dan topinya yang Alvin gunakan untuk menutupi wajahnya .
Dewi menutup mulut nya karena tak menyangka , saat tahu salah satu teknisi nya adalah Alvin . “ nak Alvin . “ ucap hasan dan dewi berbarengan , yah bukan hanya dewi yang terlihat tak menyangka salah satu dari teknisi nya adalah Alvin .
__ADS_1
“ Jika nak Alvin di sini , lalu ana di mana ? “ dewi langsung mencecar keberadaan putrinya , pasalnya yang dewi dan hasan tahu , ana bersama Alvin .
“ Nak Alvin , kondisi ana baik - baik saja kan ? apa ana tidak mau ikut dengan nak Alvin , sampai nak Alvin menurunkan ana di tengah jalan ? “ kini giliran hasan mencecar Alvin .
“ Bu Dewi , pak hasan tenang dulu ! kondisi ana saat ini baik - baik saja , ana saat ini berada di tempat yang aman bersama ku . Jadi bu Dewi dan pak hasan , jangan terlalu mengkhawatirkan kondisi ana . Justru kedatangan saya kemari sebaliknya , karena ana pun sangat mengkhawatirkan kondisi Ibu dewi dan pak hasan . “ terang Alvin .
Sebenarnya kedatangan Alvin ke rumah ana , bukan hanya ingin mencari tahu kondisi orang tua ana , melainkan Alvin ingin tahu jelas permasalahan di keluarga perempuan yang tengah mengandung benih nya . Alvin nekat menyamar sebagai teknisi , karena Ana sama sekali tak menceritakan apapun yang tengah di alami keluarga nya .
Saat Alvin tengah memikirkan bagaimana caranya untuk lolos masuk ke rumah ana tanpa di curigai , ada orang yang menghampiri Alvin dan menanyakan alamat rumah ana . Alvin pun jadi mempunyai cara untuk masuk ke rumah ana tanpa hambatan dan untung nya teknisi AC itu mau di ajak kerjasama oleh Alvin .
“ Bisa nak Alvin hubungi ana , Ibu ingin sekali bicara dengan ana dan mendengar suara nya . “ pinta bu Dewi .
“ Silahkan bu , Ibu cari saja kontak yang bernama mommy nya anak - anak . “ balas Alvin , dengan memberikan ponsel nya pada dewi .
Dewi pun tak terlalu mempermasalahkan panggilan Alvin untuk ana , dewi pun dengan cepat menghubungi nama kontak yang Alvin sebutkan di ponsel Alvin .
Tut
Tak menunggu lama , orang yang dewi telpon ternyata langsung mengangkat nya . Bahkan bukan hanya mengangkatnya , putri nya justru dengan lantang mencerca si pemilik ponsel .
“ Dasar penguntit , seenaknya saja bapak semalam masuk ke dalam kamar . Padahal jelas - jelas aku sudah mengganjal pintunya dengan sofa bed , tapi bapak malah memindahkan sofa bed nya . Jangan - jangan semalam bapak udah grep - grep tubuh ku seperti yang bapak sering lakukan pada ku . “ Ternyata ungkapan ana membuat Alvin mendapat plototan dari pasangan suami istri yang ada di hadapan Alvin .
Bersambung
__ADS_1