
“ Baiklah Mami akan mengikuti mau mu , asal serahkan alpa pada Alvaro biar Marsya yang akan menjadi ibu pengganti untuk alpa . Sedangkan untuk ana dan Alvin , Mami tidak akan mengizinkan ana tinggal di sini sebelum ______ “ belum selesai nyonya Alexa menyelesaikan ucapan nya , Alvin datang dan langsung menyela ucapan nya .
“ Jangan lakukan itu mih , kalo Mami tidak ingin kehilangan al maupun bang varo . “ potong Alvin .
“ Keputusan mami sudah bulat , lagian mami lakukan untuk kebahagiaan kalian berdua . “ kekeh nyonya Alexa , tanpa menerus kan ucapan yang sempat terpotong , karena kedatangan Alvin .
“ Mih , tapi ana sedang mengandung benih eksklusif al . Jadi mami jangan coba - coba memisahkan al dengan ana , karena al tidak akan membagikan benih eksklusif dan bermutu al pada perempuan manapun selain ana . “ tukas Alvin .
Nyonya Alexa dan mani yang mendengar pernyataan absurd Alvin geleng-geleng kepala , suasana yang tadinya tegang pun langsung mencair karena ulah Alvin . Sementara ana semakin menunduk malu mendengar pernyataan nyeleneh dari laki-laki yang telah menanamkan benih di rahim nya . Ingin rasanya ana menenggelamkan Alvin di planet mars , pasti ibu dari laki-laki yang sudah menanam kan benih padanya semakin menganggap nya perempuan gampangan . ’ Padahal gue sudah mau menerima ajakannya untuk menikah dan memulai hidup baru dengan nya , tapi kalo seperti ini pada akhir nya ya sudah lah . Ibunya pak Alvin pun seperti nya keberatan , mengingat ibu Alexa tadi sempat meminta gue untuk pergi dari rumah nya . Tapi aman tidak yah , kalo misalnya gue kembali tinggal bersama ayah dan bunda ? apa gue tinggal di kosan si vini aja yah , seperti nya lebih aman tinggal di kosan vini aja deh , karena jauh dari jangkauan paman fakhru dan paman rudi . ’ batin ana dengan menerka tempat tinggal nya yang akan menjadi tempat pelarian nya .
Saat ana masih memikirkan tempat tinggal nya setelah pergi dari rumah ini , ana tentu saja tersentak kaget kala Alvin menarik tangannya dan meninggal kan ibu nya dan juga mani yang terlihat termangu , entah apa kelanjutan perdebatan antara nyonya Alexa dengan laki-laki yang kini tengah menggandeng nya menjauh dari perempuan yang melahirkan nya , karena pikiran ana masih menerawang tempat tinggal nya setelah pergi dari sini . “ Yuk pergi dan jangan berpikiran untuk pergi dari sisi ku . “ ujar Alvin dengan membawa nya ke kamar .
__ADS_1
“ Pak jangan kaya gini . “ ana menghempas kan tangan Alvin , ketika sampai kamar nya .
“ Jangan coba - coba berpikiran untuk pergi dari sisi ku . “ tukas Alvin untuk yang kedua kalinya , ana tentu saja tertegun karena Alvin seperti bisa membaca apa yang tengah di pikiran nya . “ kamu ingat bagaimana takdir menyatukan kita dengan ini . “ ujar Alvin dengan menyentuh lembut perut ana yang sudah mulai membuncit .
“ Pak semua ini bukan takdir , melainkan kesalahan . Konflik di keluarga ku dan ketidaksetujuan Ibu Alexa adalah pertanda , jika kita tidak di takdir kan untuk bersatu . Jadi ijin kan aku pergi dari sini maupun dari sisi pak Alvin , karena walaupun bapak memaksakan kehendak bapak dengan menjadi anak pembangkang untuk membuat ku terus berada di sisi pak Alvin , aku sungguh tidak kuat pak . “ tandas ana dengan melangkah menjauh meninggalkan Alvin yang masih termangu karena masih memikirkan ucapan ana .
Ana akan pergi dari rumah Alvin tanpa membawa apapun , kecuali pakaian yang dia kenakan dan dompet milik nya . Karena memang ana tak membawa apapun saat masuk ke rumah Alvin , pakaian satu - satu nya yang dia bawa saat pertama kali masuk ke rumah ini pun sudah tidak terpakai karena perut ana sudah mulai membuncit jadi terlalu sempit kalo dia pakai . “ mau kemana an ? “ sapa nyonya Alexa , ketika ana hendak pergi sendiri dari rumah ini .
Nyonya Alexa tentu saja terlihat dejavu , melihat ana malah akan meninggalkan putra bungsu nya . Padahal bukan seperti ini yang di maksud nyonya Alexa , nyonya Alexa meminta ana untuk pulang bukan karena nyonya Alexa mengusir atau pun berniat memisahkan putra nya dengan perempuan yang di cintai nya , terlebih perempuan yang di cintai nya tengah mengandung cucunya . Sebelum nyonya Alexa menjelaskan , nyonya Alexa pun meminta ana untuk duduk terlebih dulu di samping mani . “ duduk lah dulu “ pinta nyonya Alexa .
Nyonya Alexa menghela napas dalam-dalam , sebelum menjelaskan ucapan nya yang di potong putra bungsu nya . “ apa ana membenci mami ? “ ana tentu saja langsung menggelengkan kepala nya mendengar pertanyaan seperti itu . “ lalu kenapa ana tidak lagi memanggil mami dan ingin pergi meninggalkan putra mami ? “ ana tentu saja bingung harus menjawab apa , bukan kah beberapa saat yang lalu perempuan yang ingin di panggil mami olehnya , meminta nya untuk pergi dari rumah ini dan meninggal kan putra nya , lalu kenapa sekarang seolah ana yang hendak pergi dari kehidupan putra nya .
__ADS_1
“ Maaf Bu , tapi bukan nya Ibu sendiri yang meminta ana untuk pergi dari sisi pak Alvin ? ana sadar diri bu , kalo ana ini bukan perempuan yang pantas untuk pak Alvin . “ balas ana yang masih segan memanggil nyonya Alexa Mami .
“ Ana tidak ingin mendengar kelanjutan yang akan Mami katakan ? padahal tadi Mami belum selesai berbicara loh , tapi gara - gara anak nakal itu memotong nya , Mami pun belum menyelesaikan ucapan mami . “ tukas nyonya Alexa .
Ana melihat ke arah Mani untuk meminta penjelasan , tapi mani membalas nya dengan senyuman . Ana semakin tidak mengerti saja apa yang di ingin kan perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik ini . “ tapi bu , maksud ana Mami . Bukan nya Mami mengatakan kalo ana tidak bisa lagi tinggal sini , maaf mih sekali lagi . Siapa pun yang mendengar ucapan Mami , pasti mengartikan kalo secara tidak langsung Mami meminta ana untuk pergi dari kehidupan pak Alvin . Ana ngerti kok kalo Mami tidak bisa menerima ana di kehidupan pak Alvin , karena ana memang tidak pantas untuk pak Alvin . Tapi Mami tidak usah khawatir , ana akan tetap menjaga dan menyayangi anak ini meski nanti tidak ada figur seorang ayah untuk anak ku . Ana juga janji , seandainya pak Alvin atau pun Mami ingin bertemu dengan anak nya , ana tidak akan menghalangi nya . “ meski gugup , ana tetap mengeluarkan apa yang ada di pikiran nya .
“ Sudah cukup apa yang ada di pikiran kamu itu ? Mami ngerti , pasti ana beranggapan kalo Mami melarang hubungan kalian , tapi meskipun Mami melarang pun bukan nya kalian sudah mempunyai hubungan terlarang bukan , jadi buat apa juga Mami melakukan nya toh anak Mami juga pasti akan melakukan perlawanan agar bisa hidup dengan ana . Kalaupun Mami mengatakan ana tidak bisa lagi tinggal di sini dalam arti lain ana harus pulang ke rumah orang tua ana , karena Mami dan Papi berniat akan meminta ana menjadi istri Alvin pada orang tua ana dengan cara baik - baik dan mengenai tempat tinggal ana , bukan Mami tidak mengizinkan ana tinggal di rumah ini , tapi menurut Mami rasanya sangat tidak etis meskipun Mami tahu Alvin tidak tinggal di sini . “ papar nyonya Alexa dengan melanjutkan apa yang belum sempat dia bicara kan pada ana , karena Alvin memotong nya dan salah faham .
’ Sudah ku duga , nyonya besar tidak akan melarang hubungan Alvin dengan ana , begitu juga hubungan ku dengan ayah dari putra ku , hanya saja syarat yang beliau ajukan pada ku benar-benar tak masuk akal . ’ batin Mani
Bersambung
__ADS_1