
Butiran bening dari mata ana runtuh sudah , setelah beberapa saat lalu ana benar - benar memberikan mahkota nya pada laki-laki yang bukan muhrim nya . Sungguh seharusnya ana tidak melakukan hal bodoh seperti ini , cuma gara-gara rasa sakit hati nya pada sang suami ana sampai rela memberikan mahkota pada orang yang tidak seharusnya dia berikan pada selain suaminya .
“ Huhu “ ana menangis pilu , tepat di samping laki-laki yang sudah mendapatkan mahkota nya .
Mendengar suara tangis pilu ana , Alvin sungguh sangat menyesali perbuatan bodohnya , karena telah merusak wanita yang sangat dia cintai . Seharusnya Alvin bisa menahan syahwatnya dan bersabar , meski pun ana sendirilah yang suka rela memberikan nya . “ Maaf “ ucap Alvin dengan terus memandang pundak ana yang bergetar karena menangis . Hanya kata itu yang bisa Alvin ucapkan , mungkin kata maaf tidak akan bisa mengembalikan mahkota yang sudah Alvin renggut dari dalam diri ana .
Ana bergeming , saat mendengar permintaan maaf dari laki-laki yang sudah merenggut mahkota nya . Ana pikir Alvin sudah terlelap di alam mimpi nya , karena ana lihat atasannya sudah memejamkan matanya . Ana pun buru - buru menghapus air matanya , sebelum membalikkan tubuhnya menghadap atasannya yang sudah merenggut mahkota nya . Ana tidak akan memperlihatkan kelemahan nya di depan Alvin dan membuang rasa malunya untuk menghadapi Alvin , karena memang ini bukan kesalahan Alvin seorang . “ Pak Alvin tidak usah merasa bersalah padaku , karena kejadian ini bukan sepenuhnya kesalahan pak Alvin . Justru aku malu sama Pak Alvin , karena aku ini tak ubah nya wanita murahan yang sudah mengobral mahkota nya . Pak Al juga jangan pernah berpikiran ingin mempertanggung jawabkan perbuatan bapak , jika kemudian hari terjadi sesuatu padaku . “ tutur ana tanpa berani menatap mata atasannya , meskipun bicaranya seperti orang yang kuat .
__ADS_1
Tentu saja Alvin tahu , wanita yang ada di hadapan nya ini tengah memakai topeng untuk menutupi perasaan terluka dan rapuh tapi sok - sok kuat . “ aku akan segera mengurus masalah perpisahan mu dengan Juna , lalu aku akan segera menikahi mu . “ balas Alvin dengan sungguh-sungguh . Sebenarnya tanpa adanya kejadian seperti ini pun , Alvin berencana merebut ana dari laki-laki seperti Juna .
Tentu saja jawaban Alvin membuat ana tercengang , ana pikir Alvin akan mengikuti kemauan nya . Toh ana juga tidak akan menuntut apa pun atau pun meminta pertanggung jawaban apa pun jika seandainya diri nya hamil , tapi kenapa atasannya malah akan menikah nya . Pernikahan nya dengan Juna saja sangat membekas di relung hati nya , sehingga ana berpikiran tidak akan kembali menikah seumur hidup nya . “ apa - apaan pak Al mau menikahi ku , pak Al mau orang - orang mengecap ku perempuan gak bener , karena aku sudah punya pengganti di saat aku tengah mengurus perceraian ku . “ balas ana dengan berdecak kesal . Sungguh rasa sedih ana dengan cepat berganti dengan rasa kesal , mendengar jawaban dari laki-laki yang sudah merenggut mahkota nya .
“ Memang nya siapa yang berani mengecap kamu perempuan gak bener , akan aku tuntut orang itu jika berani seperti itu pada kamu . Apa dia tidak tahu , sedang berhadapan dengan pemilik perusahaan Maladewa grup . “ ana menautkan kedua alisnya mendengar jawaban atasannya , sungguh jawaban Alvin benar-benar tidak nyambung dengan pembicaraan nya .
“ Bapak ini bicara apa , saya tahu pak Al itu pemilik perusahaan Maladewa grup . Tapi bukan itu maksud dari ucapan ku , sudah lah gak usah bahas itu . Yang pasti Pak Al tidak usah sampai menikahi ku segala , karena aku janji tidak akan menuntut apapun dari pak Al yang sudah merenggut Mahkota ku . “ balas ana dengan sedikit nyolot .
__ADS_1
’ Nih orang otak nya ketinggalan kali yah di kantor , mana ada gara-gara keperjakaan ilang sampai gak laku . Seharusnya yang paling di rugikan itu pihak perempuan , yaitu gue . Lagian kan nanti yang nanggung semua resiko itu gue , bukan dia . Jadi nyesel gue , udah kasih mahkota yang sudah gue jaga buat laki-laki sinting ini . ’ tentu ana hanya bisa ngedumel dalam hati nya .
Tidak ingin membuang waktu nya lebih banyak lagi dengan perdebatan tak penting , ana beranjak dengan menutupi bagian tubuh telanjangnya dengan selimut untuk memunguti semua pakaian nya , karena ingin segera meninggal kan tempat sialan ini . Lagian males banget ngeladenin laki-laki sinting ini , mendingan ana pulang tapi bukan pulang ke rumah yang di tempati nya dengan sang suami , melainkan ke tempat sahabat nya vini . “ Mau kemana ? mau aku gendong calon istriku , cara jalan kamu juga aneh banget sih . “ Kelakar Alvin , ana tak mengindahkan ucapan Alvin sama sekali . Ana terus berjalan ke arah kamar mandi setelah memungut semua pakaian nya yang tergeletak di lantai .
Setelah memakai pakaian nya kembali , ana bersiap - siap untuk segera meninggal apartemen terkutuk ini . “ pulang . “ Alvin langsung lompat dari ranjang , saat ana mengatakan ingin pulang . Padahal ini sudah sangat larut , Alvin pun tidak akan membiarkan calon istri nya meninggalkan apartemen nya .
“ Tidak boleh , Tidur di sini atau nambah satu ronde. Lagian kamu gak liat ini sudah jam berapa ? jam 11 . 30 malam . “ cegah Alvin .
__ADS_1
Malas berdebat , ana pun mengikuti ucapan atasan nya untuk menginap , lagian benar juga ini sudah sangat larut untuk pulang . “ jaga jarak 10 meter , kalo perlu saya akan tidur di ruang tamu . Ingat kalo bapak melakukan nya lagi , jangan salah kan aku kalo aku akan membenci pak Al seumur hidup ku kalo bapak berbuat macem-macem . “
Bersambung