Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Teringat kejadian buruk itu lagi


__ADS_3

“ Dewi , siapa mereka ? “ tanya pak hasan


“ Tidak ada suaminya kok berani memasukkan laki-laki , malah empat laki-laki sekaligus kamu masukkin . Emang nya kamu gak tahu adab seorang istri , jika suaminya tidak sedang berada di rumah itu seperti apa ? “ seperti biasa , sang Ibu mertua akan selalu berkata tajam jika bertemu dengan Ibu dewi menantunya .


“ Bu , sudah lah ! kenapa Ibu selalu berkata sinis jika bertatapan dengan istriku , tapi berbanding terbalik jika Ibu bertemu dengan mbak dian . “ bela pak hasan .


Dian adalah nama istri dari fakhrudin , kakak pertama dari pak hasan .


“ Ibu itu sedang membela kamu sebagai seorang suami , hasan . Biar istrimu tidak bersikap ngelunjak sama kamu , Lagian kamu jangan banding dian dengan istri kamu itu . Jelas mereka berbeda , dian itu bibit bebet bobot nya jelas , gak kaya istri kamu itu . “ ibu syarifah , tetap akan menunjukkan rasa tidak sukanya pada istri dari putra bungsu nya .


Melihat anak dan istri selalu berdebat , pak adam sampai memijat kepala nya berdenyut , karena mendengar perdebatan anak dan istri nya . Sementara , Ibu dewi sama sekali tak mau ambil pusing atau pun merasa sakit hati dengan ucapan ibu mertua nya , tapi yang Ibu dewi khawatirkan adalah surat dari pengacara yang Ibu dewi letakkan di atas meja tamu dan Ibu dewi belum sempat menyimpan nya .


’ Ya Allah , bagaimana jika ibu dan Mama melihat dan membuka surat keputusan dari pengadilan yang di bawa pengacara tadi . Lagian mas hasan kok gak bilang , kalo ibu sama Mama mau kesini . “ batin Ibu dewi yang mulai terlihat gusar .


“ Syarifah , sebenarnya kamu kesini cuma mau berdebat dengan anakmu atau karena merindukan ana ? “ lerai pak Adam .

__ADS_1


Sementara Ibu dewi , mengendap - ngendap masuk untuk mengamankan surat perceraian ana terlebih dulu , sebelum mereka sadar atau pun membaca surat keputusan perceraian ana . “ Aku akan menyimpan ini , di kamar terlebih dulu . “ gumam Ibu dewi , setelah berhasil mengendap - ngendap masuk dan surat perceraian ana berada di tangan nya .


“ Lihat lah hasan , istri mu sedang menyembunyikan bukti perselingkuhan nya di dalam . “ ternyata , Ibu syarifah menyadari jika Ibu dewi masuk seperti seorang pencuri di rumah nya sendiri .


“ Aku tidak akan pernah termakan lagi omongan Ibu , karena aku percaya istri ku tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang Ibu katakan . Sudah cukup aku kehilangan kedua putraku , karena aku percaya dengan ucapan Ibu kala itu . “ balas pak hasan , kemudian mengikuti istri nya masuk ke dalam rumah nya .


Sebenarnya pak hasan , sedikit termakan ucapan ibunya , hanya saja pak hasan tidak ingin bersikap gegabah sebelum bertanya pada istri nya terlebih dulu , apalagi menunjukkan rasa tidak percaya nya di depan kedua orang tuanya , terutama ibunya yang sejak dulu tidak menyukai istri nya , mengingat istri nya berasal dari keluarga kelas bawah .


Sebenarnya kenapa hasan tidak pernah akur dengan ibunya , itu karena hasan merasa penyebab calon kedua putra kembar nya tiada sebelum mereka lahir adalah Ibu nya . Calon kedua adik ana tiada , saat usia kehamilan dewi menginjak 6 bulan . Pak hasan ingat betul , waktu itu ibunya menunjukkan sebuah foto istri nya dengan laki-laki entah siapa . Bodohnya hasan langsung termakan apa yang sudah di sampai kan ibunya , hasan pun sampai tidak pulang selama satu minggu dan memilih menginap di rumah kedua orang nya tanpa memberi kabar sama sekali pada dewi yang waktu itu tengah mengandung putra kembarnya , sehingga kejadian yang merenggut nyawa calon kedua putra kembarnya pun terjadi tanpa bisa di hindari oleh dewi .


“ Dewi , apa yang kamu sembunyikan ? “ pak hasan langsung mencari sang istri ke kamarnya , karena tidak menemukan sang istri di ruang tamu .


“ Kamu kenapa panik gitu , seperti seorang maling yang tertangkap basah aja . Apa jangan - jangan , kamu benar telah menyembunyikan bukti per_____ “ balas pak hasan tanpa menerus kan tuduhan nya , karena sang istri langsung menyambar ucapan nya .


“ Apa , mas mau menuduh ku selingkuh lagi seperti dulu ? “ sahut Ibu dewi dengan geram , karena seperti biasa suami nya akan terpengaruh ucapan Ibu nya , meski di depan Ibu nya sang suami terlihat selalu membela diri nya .

__ADS_1


“ Siapa yang menuduh , mas hanya sekedar bertanya . “ elak pak hasan .


“ Mas bertanya , karena mas tidak pernah percaya padaku kan dari dulu . Ingat , karena sikap mas yang gak jelas seperti ini , aku kehilangan anak - anak ku yang belum sempat ku lahir kan . “ Ibu dewi kembali teringat kedua putra kembarnya yang belum sempat melihat dunia , jika pertengkaran nya dengan sang suami di picu karena perselingkuhan yang belum tentu benar adanya .


Deg


Jantung pak hasan seperti tertusuk belati , jika sang istri mengingat kan nya pada kejadian di mana dirinya sampai kehilangan kedua putra kembarnya . “ Maaf kan mas . “ ujar pak hasan dengan memeluk kaki sang istri


Meskipun sang istri hanya menyalahkan sikap kekanakan nya dan memaafkan nya , tetap saja bagi hasan kejadian itu terjadi karena dirinya dan sang Ibu pun ikut andil tanpa Ibu dewi ketahui .


“ Mereka semua , pengacara yang di utus nak Alvin untuk perceraian ana dan ini surat keputusan dari pengadilan bukan nya bukti perselingkuhan ku . “ balas Ibu dewi dengan menunjukkan surat keputusan yang berlogo pengadilan agama di depan mata sang suami .


“ Kita ini sudah tua mas , kenapa mas masih saja terprovokasi omongan Ibu . Bangun lah mas , jika Ibu mu tahu anak kesayangan nya bersujud pada menantunya yang hanya dari anak tukang becak dan pembantu , mungkin Ibu mu tak hanya menyebutku istri tak tahu di untung atau pun gak punya adab seperti yang barusan dia sematkan padaku , bisa jadi Ibu menyebutku istri durhaka karena membiarkan anak ke sayangannya bersujud pada ku . “ tambah Ibu dewi .


“ Apa yang sedang kamu lakukan hasan ? kenapa kamu malah menjatuhkan harga diri mu sebagai seorang suami , hanya demi wanita ini . “ ujar Ibu syarifah .

__ADS_1


Awalnya Ibu syarifah , menyusul pak hasan ke kamar nya karena ingin meminta maaf pada sang putra . Tak bisa di pungkiri , Ibu syarifah pun sedikit merasa bersalah pada sang putra , atas tidak terselamatkan nya calon cucunya . Tapi saat melihat sang putra malah tengah menjatuhkan harga diri nya dengan bersujud , Ibu syarifah pun semakin tidak menyukai Ibu dewi .


Bersambung


__ADS_2