
Rico dan Putri sudah selesai sarapan. Rico mengambil ponselnya yang diletakkan di meja sofa ia masukkan ke kantong celananya. Tidak lupa dia mengambil kunci mobil ditempat simpan kunci. Putri membawa tas berwarna putih ditenteng dibahunya sangat terlihat modis dan cantik. Rico menggandeng tangan Rico keduanya berjalan menuju pintu depan.
Ceklek...
Rico membuka pintu. Dia dan Putri berjalan menuju lift.
Lift berhenti Rico menggandeng Putri masuk ke dalam lift menuju basement tempat parkir mobil.
"Papi, papi nggak capek setiap hari naik turun lift? Sebaiknya, Papi tinggal kembali aja bersama Putri dan Mami dirumah?'' Putri menatap Rico. Dia merasa sedikit capek karena setiap mau pergi harus naik turun lift.
"Iya sayang. Papi nggak janji nanti kalau kerjaan papi udah selesai papi akan pikir lagi permintaan Putri," Rico menarik gemas pipi Putri.
"Okey, Pi. Soalnya Putri capek sekali harus naik turun lift. Di rumah Mami kalau mau main tinggal aja lari ke depan teras rumah atau ajak Nani main ditaman, seru loh Papi," sahut Putri.
Rico tersenyum, 'Papi terlalu bodoh sayang menyia-nyiakan kau dan ibumu.Maafkan papi ya.Maaf karena papi juga belum bisa membangun rumah yang sebesar seperti punya Mami Lestari.' batin Rico menghela napas panjang.
Ting...
Lift berhenti tepat di basement.
"Papi, Papi, liftnya sudah berhenti." Putri menggerakkan tangan Rico yang masih berada dalam lamunan.
"Ayo sayang. Maafin papi nggak menyadari lift sudah berhenti." Sesal Rico. Dia menggandeng tangan Putri, keduanya berjalan keluar dari menuju tempat parkir mobil Rico.
"Iya nggak apa-apa. Tapi, lain kali papi harus fokus ya," Putri tersenyum menatap Rico.
__ADS_1
"Siap." Rico terkekeh.
Sesampainya di mobil, Rico menekan tombol kunci remote mobil.
Beep...Beep... Beep...
Pintu mobil terbuka. Rico membantu Putri masuk ke mobil karena kaki Putri yang belum cukup masuk ke mobil sendiri.
"Pasang sabuk pengamannya ya sayang, biar nggak di tilang pak polisi." ujar Rico, seraya memasang sabuk pengaman ditubuh Putri.
"Baiklah.Biasanya Putri jalan-jalan dengan Mami dan paman Bruce selalu pasang sabuk pengaman. Kata Paman kita yang harus memberi contoh kepada orang lain, kalau bukan kita siapa lagi?"Putri menirukan pembicaraan Bruce.
"Ya, paman Bruce pintar." Rico tersenyum kecut.
"Sudah." Setelah yakin sabuknya terpasang dengan baik, Rico kembali menutup pintu mobil. Lalu ia bergegas pindah ke sisi kiri mobil. Rico pun masuk ke dalam mobil, dia memasang sabuk pengaman juga.
"Let's go papi," sahut Putri.
Rico mulai menginjak pedal gas mobil, Ia memacukan mobilnya menuju kebun binatang terbesar di Madrid. Dalam perjalanan Rico dan Putri bernyanyi bersama, moment yang Rico dambakan terwujud walaupun dia sempat ketinggalan banyak moment tumbuh kembang Putri. Namun, hari ini Rico hanya ingin menghabiskan waktu bersama Putri, dia kan mengajak anaknya keliling kebun binatang.
Putri menatap Rico, " Papi, bawa camera,'kan? Tadi Putri sudah janji di Mami kalau nanti Putri akan kirim foto Putri dan papi ke Mami." ujar Putri
"Sudah. didalam tas Putri, coba deh Putri cek lagi ada nggak?" jawab Rico lalu ia kembali fokus ke jalanan.
Putri mengikuti saran Rico, dia mulai membuka tasnya lalu melihat isi dalam tasnya.
__ADS_1
"Cameranya ada, Pi. Nanti sampai di kebun binatang Papi jangan lupa ya foto Putri." sambung Putri lagi.
"Siap, tuan Putri." Rico terkekeh.
🌹🌹🌹🌹🌹
Di kebun binatang.
Rico menghentikan mobilnya di area parkir, Ia bergegas keluar dari mobil. Dia berjalan ke arah pintu mobil kanan.
"Terima kasih, Pi." ucap Putri. Ketika Rico menggedong turun Putri keluar dari mobil.
"Sama-sama." Rico kembali menutup pintu mobil.
Putri yang terlalu bersemangat, berlari ke pintu masuk. Rico, yang menoleh melihat Putri yang Uda berbaris mengantri tiket bergegas mengikuti Putri.
"Nak, tunggu papi! Jangan masuk sendirian berbahaya bisa hilang nak. Ingat nggak pesan Mami tadi?"
"Putri ingat. Kata Mami Putri harus gandeng tangan Papi terus nggak boleh lepas nanti ilang? Putri hanya mau berfoto saja.." Putri mengeluarkan camera lalu tanpa merasa bersalah ia memberikan camera itu kepada Rico.
"Pi tolong foto di sini ya," pinta
"Tapi, Putri harus janji dulu sama papi, nggak akan lari sendiri seperti tadi lagi, bisa?" tanya Rico, Dia berjongkok didepan Putri, kedua tangan nya menyentuh kedua bahu Putri.
"Baiklah. Putri janji.Maafin Putri ya Papi." Putri tersenyum kepada Rico.
__ADS_1
"Anak manis." Rico berdiri dia mengusap rambut Putri.