Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Rumah masa depan


__ADS_3

“ Hayu turun ! “ ajak Alvin


Ana sama sekali belum beranjak , saat Alvin menghentikan mobilnya di depan rumah mewah beberapa menit yang lalu . “ rumah siapa ini pak Alvin ? jangan - jangan pak Alvin membawa ku ke rumah ini , karena ingin menjadikan ku assisten rumah tangga lagi . “ tuduh ana dengan semakin erat memegang sabuk pengamanannya .


Tangan besar Alvin meraup wajah ana . “ bisa tidak kah kamu tak selalu berpikiran negatif terus padaku . Lagian mana mungkin aku menjadi kan kamu menjadi assisten rumah tangga , selain kamu itu terlalu cantik untuk di jadikan assisten rumah tangga , kamu kan mommy dari penerus ku . Mendingan aku jadikan istri tersayang ku , biar pedang ku terus di asah dan punya tempat yang nyaman . “ tutur Alvin .


Tentu saja ungkapan Alvin , membuat ana merona seperti anak perawan yang lagi di gombalin cinta monyetnya . Sedetik kemudian wajah merona ana langsung berganti geram , ana baru menyadari kalimat terakhir Alvin menjurus ke hal mesum . ’ Nih orang ngomong nya gak bisa di saring apa , masa udah ngomongin pedang nya . Tapi pedangnya emang benar-benar tokcer sih , masa baru sekali udah ada yang nyangkut aja . ’ batin ana , entah kenapa otak ana malah memikirkan pedang Alvin .


“ hayu turun ! itu rumah masa depan kita , tenang saja . Rumah itu , aku bangun saat aku tahu akan menjadi daddy dan sangat pemilik rumah yang sesungguhnya cepat atau lambat akan menempati rumah yang ku bangun khusus untuk mommy dari penerus ku . “ ana membuang muka ke arah jendela , agar Alvin tak melihat wajahnya yang benar-benar sudah kepiting rebus , karena ana malah memikirkan pedang Alvin yang berhasil menembus mahkota nya .


“ Mau aku gendong ? “ Ana pun langsung turun dari mobil , saat Alvin menawarkan diri untuk menggendong nya .


“ Yuk masuk pak ! kebetulan aku sangat lelah , bahkan bukan hanya lelah tapi juga sangat LAPAR karena melewatkan makan malam . “ tandas ana , dengan bersikap seperti biasa .


Alvin menepuk jidatnya , Alvin baru ingat jika perempuan yang tengah mengandung penerusnya sudah melewatkan makan malam nya . Mungkin jika dirinya yang melewatkan makan malam tidak akan masalah , tapi ini perempuan yang benar-benar membutuhkan nutrisi yang cukup , apalagi di dalam perutnya nya ada penerusnya .


Dengan cepat Alvin pun menggendong ana seperti bridal style agar ana cepat masuk rumah dan segera mengisi perutnya . “ pak turunin . “ pinta ana , dengan berusaha turun saat Alvin mengangkat tubuhnya .


Untung Alvin sudah menaruh beberapa pelayan di rumah barunya , jadi Alvin tidak perlu pusing menyiapkan makan malam yang sudah benar-benar terlewat . “ Diam lah mommy , daddy hanya ingin membantu mommy agar cepat sampai meja . Lagian mommy terlihat lemas , karena belum makan kan gara-gara daddy juga . “ balas Alvin .


’ Dia menyebut gue mommy , kenapa seperti sebuah keluarga bahagia saja . Biarin deh orang ini gendong gue , kebetulan gue sangat lelah juga kan , anggap saja nih orang lagi belajar tanggung jawab pada anak nya ’ batin ana .


Karena susah membuka pintunya , Alvin pun menurunkan ana di sofa yang sudah Alvin sediakan untuk tamu terlebih dulu . “ tunggu dan jangan jalan sendiri “ titahnya , saat Alvin meletakkan ana dengan hati - hati di sofa .

__ADS_1


Ting


Tong


Alvin memencet bel di rumah nya sendiri , karena Alvin tidak memegang kuncinya . Alvin menyerah kuncinya , pada pelayan kepercayaan nya .


Cek lek


Seorang pelayan wanita membuka pintunya , pelayan itu pun terlihat sangat syok saat tiba-tiba sang pemilik rumah datang tanpa pemberitahuan , meski Alvin sama sekali belum pernah menampakkan batang hidungnya di rumah ini , Alvin selalu mengatakan jika dia akan datang dengan Ibu dari anak - anaknya suatu saat nanti , itu pun Alvin katakan melalui telpon . “ Tuan , selamat datang . “ pelayan wanita itu pun langsung menundukkan kepalanya , tapi sebelum menundukkan kepala nya , marni sempat melirik ana yang akan berdiri tapi tuan mudanya melarang ana agar tidak berdiri .


’ Apa nona ini yang di maksud ibu yah , tapi keliatan nya lagi hamil . Perasaan marni gak pernah dengar tuan nikah , nanti deh marni tanyain ibu , kan Ibu tinggal di rumah besar . Ibu pasti tahu tuan muda sudah menikah atau belum , tapi perempuan yang bersama tuan muda sangat cantik sekali meskipun sedang hamil juga . ’ batin marni , meski marni hanya sekilas melihat perempuan cantik yang tengah duduk di luar , tapi marni yakin jika perempuan yang di bawa tuan muda nya tengah mengandung , karena marni sempat memperhatikan perutnya yang sudah terlihat menonjol .


Marni adalah anak dari bi minnah , pembantu yang sudah bertahun-tahun bekerja di rumah besar atau tempat tinggal kedua orang tua Alvin . Meski umur marni baru menginjak 24 tahun , tapi marni sudah menikah dan mempunyai anak berumur 5 tahun . Anak marni pun ikut tinggal di rumah Alvin bersama marni , untungnya Alvin maupun kedua orang tua Alvin mengijinkan marni membawa anaknya tinggal di tempat Alvin .


“ Marni , siapkan makan malam . Jika tidak ada makanan , segera pesankan . “ ucapan Alvin , membuyarkan lamunan marni .


“ Baik tuan . “ balas marni dengan gugup , kemudian dengan cepat marni pun kembali masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan apa yang di perintah kan tuan muda nya .


’ Untung tadi ibu sama nyonya besar kesini dan ibu juga sempat masak banyak di sini .


Alvin pun kembali akan mengangkat ana , tapi ana menolak karena malu sama perempuan muda yang membuka pintunya , ana pun sempat melihat bagaimana perempuan yang bernama marni itu memperhatikan perutnya yang sudah mulai menonjol . “ aku bisa jalan sendiri pak . “ tolak ana .


Tanpa mengindahkan ucapan ana , Alvin tetap mengangkat tubuh ana . Selain karena tidak ingin membuat ana semakin lelah , Alvin pun merasa bersalah karena sudah membuat perempuan yang tengah mengandung penerusnya sampai melewatkan makan malam nya . “ Sudah diam , anggap saja aku sedang menggendong bayi ku . “ balas Alvin dengan membawa ana masuk ke dalam rumah nya .

__ADS_1


“ Setan pemaksanya datang lagi . Tapi Pak serius deh , sebenarnya ini rumah siapa ? “ ana kembali bertanya , karena jawaban Alvin benar-benar ambigu .


“ Ana pegangan di leher ku , kamu gak takut jatuh apa ? “ Alvin malah menjawab hal lain , Alvin berharap ana mengalungkan ke dua tangan nya di lehernya , seperti film romantis yang pernah Alvin lihat .


“ Ogah , suruh siapa bapak maksa menggendong ku . Lagian kalo aku jatuh dan kenapa - kenapa , bapak lah yang aku salahin . “ timpal ana yang tidak mau kalah .


Alvin menggeleng kan kepala nya , ternyata sangat susah melakukan adegan romantis dengan perempuan yang tengah mengandung penerusnya .


Saat sampai dapur , Alvin mendudukkan ana di kursi dengan sangat hati-hati . “ makasih pak , tapi bisa kah bapak meminjamkan ponsel bapak ? aku mau menghubungi bunda tapi ponsel ku habis batrenya . “ pinta ana .


“ Boleh mommy , ambil aja . “ Alvin pun hanya menunjukkan ponsel nya yang dia simpan saku jasnya .


“ Pak ambilin dong , masa aku harus merogoh saku bapak sih , kan gak sopan . “ sungut ana .


“ Mommy gak lihat , tangan daddy sedang apa . Buka mulut nya mommy ! “ ana spontan membuka mulut nya dan menerima suapan dari Alvin saat Alvin menyuapi nya makan .


“ Daddy tahu , mommy ingin menghubungi bunda . Tapi bisa kah mommy makan dulu , baru setelah nya menghubungi bunda . “ pinta Alvin .


“ Biar aku makan sendiri pak . “ ana pun hendak mengambil sendok yang ada di tangan Alvin , tapi Alvin menolak .


“ No mommy , biar daddy suapin . “ kekeh Alvin .


Setelah makan nya benar-benar habis , ana langsung menghubungi nomor sang bunda . Ana khawatir , paman - pamannya benar-benar mempersulit kedua orang tua nya karena ana mengikuti saran dari bunda nya , agar bersembunyi dan tidak dulu pulang ke rumah .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2