
Saat Alvin tengah mengabadikan ana di ponsel nya , Alvin mendengar pembicaraan dua pengunjung yang ada di dekatnya .
“ Kamu tahu tidak , menurut mitos yang aku dengar katanya kalo pasangan datang ke tempat ini , setelah pulang dari sini mereka bisa putus loh . Tapi jika seandainya jodoh , malah akan jadi cinta abadi . “ tutur pengunjung .
“ Itu kan cuma mitos , kenapa kamu malah percaya hal kaya gituan coba . “ tanggapan dari salah satu pengunjung lainnya .
' Waduh , apa gue salah bawa ana kesini yah ? Kalo mitos itu benar terjadi , gimana nasib ku jika harus hidup tanpa ana . ’ batin Alvin .
Dari pada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan , lebih baik Alvin menghindari nya . “ Sudah cukup , waktu nya kita pulang . “ Alvin langsung menarik tangan ana , padahal ana tengah mengabadikan suasana kawah - kawah dengan ponselnya .
Dengan seketika , senyum bahagia yang sempat terukir bahagia itu sirna . Emang pada dasarnya ana sangat menyukai alam , terlihat sangat menikmati keindahan pemandangan disekitar kawah , sehingga ana pun terlihat tidak tertarik dengan ajakkan Alvin . “ Tunggu pak ! aku masih mau di sini , kenapa pulang sekarang . Lagian kita baru beberapa menit sampai , masa mau pulang lagi . Pegal-pegal di kaki ku saja belum ilang , masa tega banget mau langsung balik lagi . “ sungut ana dengan menghentikan langkah nya dan sedikit merengek , agar tetap tinggal lebih lama berada disini. Ana sangat menyukai berada di tempat ini , meski bau belerang nya sangat menyengat , tapi ana benar-benar senang Alvin membawanya ke tempat wisata semenawan dan seindah ini .
“ Tempat ini sangat tidak bagus , apalagi buat orang hamil . Aku akan mengajakmu ke tempat yang lebih bagus dari Ini , jadi sekarang kita pulang saja yah . “ alibi Alvin dengan sedikit memaksa agar ana mau segera meninggal kan tempat wisata ini .
Alvin merasa sangat sensitif jika berkaitan dengan ana . Meski hubungan nya dengan ana belum ada kejelasan atau belum ada peningkatan , tetap saja Alvin merasa ana adalah bagian terpenting dalam hidup nya . Jadi sebisa mungkin , Alvin akan menghindari hal - hal yang akan menjauhkan nya dengan ana , sekalipun yang Alvin dengar hanya sebuah mitos belaka .
“ Sebentar lagi , pliss ! “ ana sampai menangkup kedua tangannya , agar tetap tinggal . Rasanya sangat sayang , jika harus melewatkan pesona tempat wisata yang menjadi destinasi kota kembang .
Alvin jadi semakin bingung di buat nya , di satu sisi Alvin tidak ingin merusak kebahagiaan wanita yang tengah mengandung penerus nya , di sisi lain Alvin takut mitos yang di dengar nya benar-benar akan berimbas pada hubungan nya dengan ana . “ 10 menit , setelah itu kita langsung kembali ke Vila . “ akhirnya Alvin pun mau tak mau mengikuti keinginan ana dulu , rasanya Alvin sedikit tidak tega jika harus menghilangkan senyum dari wanita yang tengah mengandung benihnya .
“ Makasih pak Al . “ tanpa sadar , ana sampai memeluk lengan Alvin , kemudian ana sampai lompat kegirangan , saat Alvin memberinya ijin untuk tidak cepat - cepat kembali ke Vila , meski Alvin hanya menambah waktu 10 menitan , tapi ana cukup merasa bahagia .
“ Ana hati - hati , kamu itu sedang mengandung . “ teriak Alvin , melihat begitu sangat antusias nya ana saat Alvin menambah kan waktu , padahal Alvin hanya menambah waktu 10 menit untuk ana tetap berada di tempat wisata ini .
__ADS_1
’ Seandainya aku tidak mendengar pembicaraan kedua wanita tadi , mungkin aku juga tidak ingin menghilangkan senyum di wajah cantik mu . ’ batin Alvin , saat melihat ana terus mengukir senyuman nya .
Mungkin ana akan menertawakan nya , saat Alvin bercerita tentang mitos yang dia dengar tadi . Entah lah Alvin sendiri bingung kenapa Alvin bisa menelan mentah - mentah ucapan yang belum tentu benar adanya , jika berkaitan dengan ana .
Setelah ana puas berada di tempat wisata yang menjadi destinasi kota kembang , akhirnya pasangan yang belum terikat pernikahan itu kembali ke Vila . Yang awalnya Alvin hanya memberi tambahan waktu 10 menitan , malah ngaret menjadi 2 jam berada di tempat wisata . Itu pun Alvin harus memaksa terlebih dulu , karena ana benar-benar enggan meninggalkan tempat wisata yang menurut ana sangat sejuk dan menenangkan .
“ Beristirahat lah ! kamu pasti capek kan setelah berlarian kesana-kemari seperti anak kecil tadi di sana , apalagi dengan membawa beban di perutmu . “ ujar Alvin , saat sampai Vila .
“ Jam 3 nanti kita akan kembali ke jakarta , aku ada pekerjaan yang sangat mendesak . Mungkin waktu tiga hari nya , akan aku ganti saat bulan madu kita nanti _____ . “ sebelum Alvin menyelesaikan ucapan nya , ana sudah ngelonong masuk ke kamar nya tanpa membalas ucapan Alvin terlebih dulu .
’ Dih ngarep , siapa juga yang mau nikah . Pengadilan aja belum ngasih sertifikat ke jandaan gue . ’ batin ana , saat melewati Alvin begitu saja . Ana amat sangat terlihat lelah , sehingga ana ingin segera sampai ke kamarnya .
*****
Tok
Tok
Cek lek
“ Mau mencari siapa yah bapak - bapak ? “ tanya bunda , pada beberapa pria yang mengetuk pintunya .
“ Perkenalkan , saya kaliga pengacara yang di utus pak Alvin untuk mengurus perceraian Ibu ana dengan pak Juna dan tiga lelaki di belakang saya adalah assisten . “ sang pengacara memperkenalkan diri pada Ibu dewi , Ibu dari ana .
__ADS_1
Ibu dewi tak terlalu kaget , saat Alvin mengutus pengacara yang handal untuk mengatasi perceraian putrinya . Ibu dewi yakin , Alvin pasti bisa mengatasi permasalahan yang tak kunjung beres dengan menantu dajal nya .
“ Masuk dulu pak , kita bicara di dalam saja . “ Ibu dewi mempersilahkan para pengacara untuk bicara di dalam , ibu dewi tidak ingin ada yang mendengar pembicaraan nya dengan sang pengacara , terutama mengenai perceraian ana dengan Juna .
Setelah pengacara kaliga berada di ruang tamu , sang pengacara langsung memberitahu tujuan datang . “ kedatangan kita kemari , karena ingin memberikan surat pengesahan perceraian Ibu ana dengan pak Juna . “ ujar sang pengacara , dengan memberikan surat keputusan pengadilan pada Ibu dewi .
“ Berarti putri saya sudah resmi bercerai dengan mantan suami nya , benar begitu pak ? “ Ibu dewi sampai memastikan kembali , padahal belum membuka atau membaca isi surat yang barusan dia Terima .
“ Ibu buka saja kalo ibu belum percaya . “ balas sang pengacara .
Bukan ibu dewi gak percaya , hanya saja ibu dewi terlalu senang mendengar kabar yang di bawa pengacara yang di utus Alvin . Dari dulu ibu dewi tidak pernah menyukai Juna , di tambah sikap buruk Juna terkuak dengan sendirinya .
“ Saya percaya kok dengan apa yang bapak sampai kan , surat keputusan ini biar putri saya yang membuka segel nya dan membacanya sendiri , biar putri saya percaya . Terimakasih sudah membantu menyelesaikan nya , sampai kan juga rasa terimakasih ku pada nak Alvin . “ tutur Ibu dewi .
“ Karena saya sudah menyampaikan nya pada Ibu , kalo gitu kami permisi dulu bu . “ pamit sang pengacara .
“ Sekali lagi terimakasih pak , mari saya antar keluar . “ balas Ibu dewi dengan beranjak keluar .
Tak di sangka saat Ibu dewi mengantar para pengacara itu keluar , suami dari bu dewi datang dan yang menjadi kaget Ibu dewi , suami nya tak datang seorang diri melainkan bersama kedua orang tua nya .
“ Dewi , siapa mereka ?
Bersambung
__ADS_1