Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Cinta Dibalas Pengkhianatan


__ADS_3

Cek lek


Ana seketika membeku saat membuka ruangan temannya nya yang berada tidak jauh dari ruangan yang dulu pernah ana tempati , ana melihat suami serta temannya tengah bercumbu dan memadu kasih .


Ana bisa melihat dengan jelas , adegan demi adegan yang kedua pasangan itu lakukan . Sungguh hancur berkeping-keping perasaan ana , melihat pasangan laknat yang ada di depan matanya . “ Astagfirullah , Astagfirullah ______ “ ucap ana dengan menutup mata dan memegang dadanya yang mendadak sangat sesak di rasanya .


Ternyata suara istighfar ana , terdengar di telinga kedua pasangan laknat itu . Juna dan angel pun saling memandang karena kaget , ada yang mengetahui perbuatan mereka berdua di dalam kantor . Tapi saat tahu siapa orang nya , baik Juna mau pun angel kembali melanjutkan adegan yang tidak seharusnya mereka berdua lakukan di hadapan ana langsung .


Ana membuka mata nya kembali dan menghirup udara dalam - dalam sebelum menerus kan langkah nya keluar dari ruangan yang seperti neraka ini . Ana yakin kedua pasangan laknat itu menyadari kehadiran nya , karena suara istighfar ana cukup keras . Jadi gak mungkin pasangan laknat itu tak mendengar suara ana , pasangan laknat itu pasti sengaja dan berpura-pura tak melihat kehadiran ana berada di ruangan yang sama dengan mereka .


“ Silahkan kalian mengabaikan kehadiran gue di sini , tapi ingat gue akan balas pengkhianatan kalian berdua . “ ujar ana sebelum keluar dari ruangan angel .


Brug

__ADS_1


Ana membanting pintunya dengan keras saat keluar , ana tak langsung kembali ke Maladewa , melainkan masuk ke ruang kerjanya yang dulu untuk menghilangkan perasaan sedih nya dan mengobati rasa rindu pada ruangan yang pernah menjadi saksi bisu perjalanan karier ana selama 3 tahun menjabat sebagai manajer marketing di perusahaan kripala .


“ Permisi , maaf aku hanya mampir sebentar kok . “ ucapnya saat masuk ke ruang kerja yang dulu , ana takut sudah ada orang yang menggantikan dirinya berada di ruang kerja nya yang dulu . “ ternyata masih sama , tidak ada yang berubah kok . “ ucapnya dengan terus melihat - melihat ruangan nya .


Sudah puas melihat - lihat , ana melangkah kan kakinya menuju kursi dimana dulu pernah ana tempati . Meskipun tempat duduk nya lebih kecil dibanding tempat duduk nya yang sekarang di Maladewa , tetap ana lebih nyaman di tempat ini , karena banyak sekali kenangan nya . Ana duduk di kursi kebesaran kemudian menumpuk kedua tangan nya di atas meja dan menyandarkan kepalanya di atas tumpukan tangan nya dan menangis . Sungguh sakit hati nya , mengetahui kenyataan jika suami yang dicintai sepenuh hati nya ternyata malah berkhianat . Meskipun ana tadi sempat mengatakan akan membalas pengkhianatan yang di lakukan suami dan temannya , tetap saja pada kenyataannya nya hatinya sangat - sangat sakit .


Di usia pernikahan nya yang baru seumur jagung , ternyata sudah di bumbui pengkhianatan yang di lakukan oleh sang suami dengan temannya . Mungkin ana bukan istri yang sempurna , tapi sungguh ana sangat berharap pernikahan nya dengan Juna bisa selamanya terjalin sampai maut memisahkan mereka . “ Tuhan , lalu aku harus apa sekarang ? “ gumamnya di sela - sela tangisannya .


Setelah puas menumpahkan rasa sedihnya dengan menangis , ana menghela napas dalam-dalam untuk menghentikan tangisan nya . Ana harus segera kembali ke Maladewa untuk bekerja , karena waktu istirahat nya hampir habis . “ Oke ana , tenang , tenang lo pasti bisa menghadapi nya . “ ujar ana dengan mensugesti dirinya , meski ana tidak tahu keputusan apa yang akan dia ambil untuk rumah tangga nya .


Ana sama sekali tidak tahu pengganti dirinya , karena ana merasa bukan urusan nya lagi mengetahui siapa pengganti dirinya setelah mengundurkan diri dari kripala . Sedangkan Juna sendiri sama sekali tidak mengatakan apapun tentang kenaikan jabatannya atau siapa yang menggantikan ana menjadi manager marketing . “ Nanti aku tanyain Yola deh , sekalian balik . “ ujarnya kemudian keluar dari ruangan yang penuh dengan kenangan .


Yola mantan anak buahnya yang selalu patuh saat ana masih menjadi managernya , dia bekerja di bagian marketing dan ana sudah menganggap Yola itu adik sendiri .

__ADS_1


Ana pun langsung menuju ke ruang staf untuk mencari Yola terlebih dulu , sebelum dia kembali ke Maladewa . Sampai di ruang staf , Ana melihat Yola berada di mejanya . Melihat Yola tetap bekerja , di saat yang lain berhamburan keluar untuk mengisi perutnya , Yola malah setia mengerjakan pekerjaan sendiri . Yola sangat mirip dengan nya , yaitu sama-sama gila - gila kerja . Mungkin karena memiliki kesamaan yang sama , ana begitu klop dengan Yola , meskipun umur mereka berdua berbeda jauh . “ Dek , kamu gak keluar ? “ sapa ana


Yola menghentikan pekerjaan nya dan menengok ke belakang untuk melihat siapa gerangan yang menyapanya . “ Mbak ana . “ Yola langsung memeluk ana dengan sangat erat , saat tahu yang memanggilnya mantan atasannya .


Ana sampai batuk - batuk , karena yola terlalu kencang memeluk nya . “ Dek lepas , Mbak gak bisa napas ini . Kangen sih kangen tapi gak sampai Mbak gak bisa napas juga kali . “ ujarnya setelah Yola melepas pelukan nya .


“ Hehe , maklum Mbak kangen banget sama Mbak tahu . “ balas yola dengan cengengesan .


“ Sudah lah . Gimana kabar kamu dek ? “ tanya ana


“ Alhamdulillah baik aku Mbak . Keadaan mbak sih gimana , Mbak ganti nomor lagi yah ? “ ujar Yola .


“ Kabar mbak juga alhamdulillah baik dek . Iya mba ganti nomor lagi , soalnya nomor yang dulu ke blokir . Oh iya mbak mau nanya , siapa sekarang yang menduduki posisi manager marketing di sini dek ? “ Yola malah mengernyit kan dahinya , saat ana bertanya seperti itu . Masa suaminya yang menggantikan , kok istri nya gak tahu .

__ADS_1


“ Mbak ini jangan - pura-pura gak tahu deh , kan yang menggantikan posisi Mbak ana itu suami Mbak sendiri .


...Bersambung...


__ADS_2