Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Keputusan mutlak


__ADS_3

Jika syamsu sedikit tidak percaya dengan apa yang di sampaikan sang ayah , berbeda dengan fakhru dan rudi . Kedua kakak hasan malah terlihat senyum mengejek dengan apa yang menimpa hasan , terlebih fakhru . Fakhru sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan sikap pilih kasih kedua orang tuanya , hanya saja fakhru terlihat senang karena fakhru merasa apa yang tengah menimpa adik bungsunya adalah sebuah karma atau sebuah do'a yang menjadi kenyataan .


Fakhru ingat betul , bagaimana hasan begitu kekeh nya ingin membawa chintya ke pengasingan setelah bercerai dengan suaminya , padahal istrinya dan chintya terus memohon agar tidak membawa chintya ke pengasingan yang entah fakhru sendiri tidak tahu tempat nya .


“ Hasan , bukan kah kamu paling teguh dengan adat keluarga kita , jadi bukti kan dan jalankan , seperti yang kamu lakukan pada chintya . “ ujar fakhru , fakhru seperti menemukan celah untuk membalas semua yang pernah di lakukan hasan pada Putri nya .


Sebenarnya dulu fakhru pernah menjadi kakak sulung yang begitu perhatian dan baik pada adik - adiknya , tapi setelah masalah yang di alami chintya dan adik - adik nya begitu tega membawa chintya ke pengasingan , fakhru pun langsung berubah sikap nya menjadi orang yang begitu dingin dan angkuh terutama pada hasan , karena hasan lah orang yang paling teguh dan lantang diantara adik - adiknya yang lain , agar chintya tetap menjalani adat keluarga yang sudah berlangsung sejak lama .


“ Sudah lah mas , mau hasan gak terima atau marah sekalipun , ana akan tetap kita bawa ke pengasingan . “ sahut Rudi .


Berbeda dengan soleh dan syamsu , mereka berdua justru menatap adik bungsunya dengan tatapan iba terutama syamsu kakak yang paling dekat dengan hasan


*****


Sementara pasangan yang belum sah itu sudah sampai di depan rumah ana beberapa saat yang , ana pun masih terlihat terlelap di dalam mobil , Alvin dengan sengaja menghentikan mobilnya di luar tanpa membangun kan ana yang masih terpejam , sungguh Alvin sangat mengagumi makhluk Tuhan yang ada di samping nya , rasanya tak ada bosannya memandangi wajah ayu yang masih terpejam .


Anggap saja Alvin sedang mengambil kesempatan saat ana tertidur pulas , karena Alvin terus mengelus perut ana yang sudah mulai terlihat buncit nya . “ jangan buat mommy susah anak daddy . “ ucap Alvin .


Tak tega membangun kan ana yang sedang tertidur lelap , Alvin pun memilih membiarkan ana sampai puas tertidur di dalam mobilnya , tentu Alvin sudah membenarkan posisi tidur ana terlebih dulu agar tidur ana tetap nyaman .

__ADS_1


Karena selama 3 jam Alvin mengemudikan mobil nya dari bandung - jakarta , Alvin pun melarang ana untuk menggantikannya mengemudi mobil nya , alhasil saat ini Alvin terlihat sangat lelah sampai - sampai tanpa sadar mata Alvin pun ikut terpejam seperti perempuan yang ada di samping nya . Tapi baru saja Alvin memejamkan matanya , seseorang mengetuk pintu mobil nya beberapa kali dengan keras . Sehingga tidak hanya Alvin yang membuka matanya , ana pun ikut membuka mata nya karena merasa terganggu dengan suara ketukan kaca mobil yang begitu sangat nyaring .


Tok


Tok


Alvin pun membuka kaca mobilnya , untuk melihat orang yang telah mengganggu tidurnya , padahal Alvin baru saja memejamkan matanya . “ Astaga , nih orang benar - benar pengen gue lempar ke Antartika . “ gumam Alvin dengan kesal .


Ternyata satpam komplek , yang mengetuk kaca mobilnya dengan begitu keras . “ selamat malam bapak , bisa bapak tidak memarkirkan mobil anda di depan sini pak ! “ ujar satpam komplek ana .


“ Pak mulyono . “ panggil ana , karena seperti nya petugas keamanan komplek nya tidak menyadari kehadiran ana yang duduk di samping Alvin .


“ Sembarangan , anda gak lihat mobil ku keluaran terbaru . Lagian mana ada penjahat , pakai mobil ferrary keluaran terbaru seperti yang ku punya . “ sungut Alvin


Ana mencubit paha Alvin , agar tidak menjawab yang gak penting atau lebih baik Alvin diam , karena ana tidak ingin pak mulyono menyadari keadaan nya yang tengah hamil . “ Maaf Pak mul , laki-laki ini adalah bos ku . Kalo begitu , kita masuk dulu . “ Ana langsung memutus sapaan mulyono , tanpa mengindahkan candaan satpam komplek nya , ana pun mengkode Alvin agar segera menjalankan mobilnya dan akan bertanya-tanya pada Alvin mengenai ini saat sudah berada ke halaman rumah nya .


Setelah mengetahui diri nya hamil , apalagi anak yang ana kandung bukan lah benih dari suami sah nya , ana akan terus menutup diri dari lingkungan di sekitar nya terutama tentang kehamilan nya , meskipun ana yakin orang - orang akan mengira dirinya hamil anak dari suami sah nya , tidak menutup kemungkinan orang - orang akan mengendus bau busuk yang selama ini ana dan keluarga nya sembunyikan .


Sampai di halaman rumah nya , ana di buat heran dengan kendaraan yang memenuhi halaman rumah nya , padahal niat awal nya ana akan menginterogasi Alvin , karena menghentikan mobil nya di luar rumah nya , sehingga membuat kecurigaan pada orang - orang di sekitar rumah nya . “ bapak menghentikan mobil nya di luar karena ini ? “ tanya ana dengan menunjuk kendaraan yang telah terparkir di halaman rumah nya .

__ADS_1


’ Tidak , aku menghentikan mobil nya di luar karena tidak ingin mengganggu tidur kamu dan tidak ingin melewatkan memandang wajahmu ketika tertidur , terlalu sayang rasanya jika melewatkannya . ’


“ Bapak kok diem sih ? “


Dalam lamunan Alvin , saat ini ana tengah tersipu malu setelah mendengar jawaban dari nya . ’ Sungguh ana , kamu terlihat sangat sangat cantik meskipun dalam kondisi mata terpejam , sehingga aku rela menunggu mu di dalam mobil . Boleh kah aku mendapatkan ciuman terimakasih mu ? ’


Plak


Karena Alvin akan mencium nya , ana pun dengan terpaksa menampar wajah Alvin . Alvin pun langsung tersadar dari lamunan nya , karena bukan nya mendapatkan ciuman terimakasih dari ana , malah tamparan yang Alvin dapat kan . “ jangan - jangan saat aku tertidur , bapak mengambil kesempatan dengan menggerayangi tubuhku ? “ tuding ana .


“ Tidak . “ tentu saja Alvin akan menyangkal nya , bisa habis kalo Alvin mengatakan jika sepanjang perjalanan tadi dirinya terus mengelus perutnya tanpa sepengetahuan ana .


“ Awas aja kalo bapak bo' ong . “ karena tidak ingin memperpanjang masalah , ana pun memilih mempercayai ucapan Alvin begitu saja . Karena saat ini , yang ada di pikiran ana adalah kendaraan milik pakde - pakde nya yang terparkir di halaman rumah nya .


Ada keperluan apa mereka semua datang ke rumah nya , karena tidak biasa - biasa nya mereka semua berkumpul di rumah nya . Mengingat hubungan ayah nya dengan saudara - saudara nya selalu berselisih faham , setelah masalah yang di alami kakak sepupunya .


“ Apa kita akan terus berada di dalam mobil seperti ini , mungkin kendaraan - kendaraan itu milik tamu ayah atau ayah akan menikah kita . “ ujar Alvin , karena ana terus memandangi tiga mobil serta dua motor yang terparkir di halaman nya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2