
“ Ana mending lo keluar gih , dari pada pak Alvin lapor polisi karena mengira kita penyusup di perusahaan nya . “ saran vini ternyata berhasil membuat ana sedikit takut juga .
Ana bimbang , satu sisi ana tidak ingin Alvin sampai melapor ke polisi , sisi lain nya ana juga ingin sekali melihat wajah laki-laki yang sudah membuat nya seperti ini .
Cek lek
Akhirnya ana keluar dari mobil seorang diri , tanpa di ikuti vini . Vini seolah mengerti atau faham , jika Alvin akan membawa sahabat nya pergi . “ vin , aku pinjam ana . “ ucap Alvin dengan mengangkat tubuh ana , tidak lupa Alvin pun memberi kode pada supir taksi nya yang tidak lain anak buah nya untuk mengantar vini terlebih dulu .
Awalnya ana meronta saat Alvin mengangkatnya , tapi karena takut akan jatuh dan membahayakan bayi yang ada di dalam perutnya , ana pun akhirnya pasrah . “ Bapak mau membawa ku kemana sih ? “ tanya ana , entah Alvin akan membawanya ke mana , yang jelas saat ini ana sudah tidak bisa berkutik atau pun lari dari Alvin .
Saat ana akan menutup pintu mobil nya , tak ingin membuang kesempatan Alvin pun menggendong ana dan membawanya masuk ke mobil yang lain nya , meninggal kan sahabat dari wanita nya di mobil anak buahnya . Alvin pun sudah menyuruh anak buah nya untuk mengantarkan vini pulang , tidak lupa Alvin memberi pesan pada sahabat dari wanita nya , untuk tidak mengkhawatirkan ana dan ana akan baik - baik saja bersama nya .
“ Malam ini kita akan ke Bandung . “ balas Alvin dengan menjalankan mobil nya .
Ana berdecih mendengar jawaban Alvin , ana pikir Alvin hanya akan membawa nya ke tempat yang tenang atau yang dekat - dekat untuk bicara . “ Ck ___ Bapak gak usah aneh - aneh , mau ngapain kita ke Bandung ? gak liat di luar sudah larut , lagian kedua orang tua ku pasti tidak akan mengijinkan ku keluar jauh , apalagi di bandung . “ balas ana .
“ Ayah sama bunda sudah memberiku izin untuk membawa mu ikut dengan ku , bahkan untuk selamanya pun mereka sama sekali tidak keberatan , asal kamu bersama ku . “ balas Alvin dengan tenang .
__ADS_1
Tentu saja ana menganggap ucapan Alvin hanya isapan jempol belaka , rasanya tidak mungkin ayah atau bunda nya memberi ijin , mengingat ayah atau bunda nya sangat protektif padanya setelah mereka mengetahui kehamilan ana . Jangan kan pergi ke bandung yang jauh , pergi ke kopi shop nya aja kadang mereka melarang ana pergi . Karena yang ana tahu , selama tiga bulan ini sama sekali tidak ada komunikasi antara ana dan Alvin , apalagi dengan keluarga nya yang belum sama mengenal Alvin . “ Gak usah mengarang bebas seperti itu pak , kapan bapak menghubungi kedua orang tua saya . Lagian hubungan kita tidak sedekat yang bapak bayangkan , kita juga baru bertemu kembali setelah 3 bulan tak saling berhubungan . “ balas ana .
’ Bahkan , aku tahu kamu sering memakai baju ku hampir setiap hari kamu memakai nya ’ batin Alvin
“ Lebih baik bapak anterin aku pulang , sebelum kedua orang tua ku murka karena bapak telah membawa ku tanpa seizin mereka . Aku lebih hafal bagaimana kedua orang tua ku , yang jelas mereka tidak akan membiarkan ku pergi ke Bandung . “ sekali lagi ana meminta pada Alvin , agar mengurung kan niat nya untuk membawanya ke Bandung .
Melihat ana tak mempercayai ucapan nya , Alvin pun menghentikan mobilnya secara tiba-tiba di bahu jalan untuk menghubungi seseorang . Karena tanpa sepengetahuan ana , Alvin terus berkomunikasi dengan pak hasan , pak hasan pun sangat welcome terhadap Alvin . Tidak hanya itu saja , pak hasan pun tahu bi Ina pembantu di rumah nya serta laki-laki yang selalu berada di depan rumah nya itu orang yang di kirim Alvin , tapi pak hasan tetap tutup mulut tanpa memberitahu istri dan putrinya , jika orang - orang itu adalah bagian dari rencana Alvin . Pak hasan akan tetap mendukung semua rencana Alvin , selama tidak membahayakan putrinya dan calon cucunya .
Tut
“ Baik yah , aku akan terus menjaga calon istri ku . Tapi yah , aku akan memastikan kembali . Apa Alvin boleh membawa ana ke Bandung ? Alvin janji akan menjaga ana selama berada di bandung . “ pinta Alvin .
“ Tentu saja , bukan kah nak Alvin sudah meminta ijin dari sebulan yang lalu . Ayah percaya , nak Alvin akan menjaga putri ayah dengan baik , ayah juga percaya nak Alvin tidak akan berbuat macam - macam sebelum nak Alvin menghalalkan putri ayah . “ balas pak hasan .
“ Ya sudah yah Alvin tutup dulu telepon nya , Alvin sedang di jalan soalnya . “ balas Alvin dengan menutup sambungan telepon nya .
Ana kaget bukan main , saat orang yang Alvin hubungi adalah ayah nya . Saat Alvin dengan sengaja melouspeker ponsel nya , agar ana bisa tahu siapa yang dia hubungi sekalian juga sebagai bukti jika dirinya benar-benar sudah mendapatkan ijin dari orang tua nya bukan hanya isapan jempol .
__ADS_1
’ Itu benar-benar suara ayah , dari mana orang ini mendapat nomor telepon ayah ku ? ayah juga terdengar tidak ada rasa canggung atau gimana gitu , malah terkesan sangat dekat saat berbicara dengan orang ini . Panggilan mereka juga , sudah seperti orang tua pada anaknya saja . ’ batin ana .
“ Sudah cukup buktinya , sebaiknya kita lanjut kan perjalanan . Tapi sebelum itu , kita cari makan terlebih dulu , karena aku tidak ingin calon penerus ku kelaparan dan berbuntut gizi buruk pada kesehatan calon penerus ku. “ tanpa sadar , ana mencubit paha Alvin karena sudah berbicara yang tidak - tidak mengenai calon anak nya .
“ Awww ___ kenapa kamu mencubit ku sih ? apa ada yang salah dengan ucapan ku , perasaan tidak ? “ Alvin sedikit menggoda ana , agar ana bisa lebih santai .
“ Habisan bapak bicara sembarangan aja sih , ingat ucapan itu doa . Apalagi bapak itu calon daddy anak ini , sembarangan aja do'ain anak sendiri gizi buruk . “ sungut ana dengan mengelus perutnya sendiri .
Alvin mengembangkan senyuman nya , Alvin cukup bahagia saat ana dengan terang-terangan mengatakan bayi yang di kandung nya adalah anaknya . ’ Aku janji mulai sekarang , tidak akan meninggalkan kamu atau pun pergi , meskipun kamu sendiri yang meminta . ’ batin Alvin .
Alvin meraih tangan ana dan mencium nya , seolah ana sudah kembali menerima hubungan . “ aku bahagia , karena kamu sudah menganggap ku daddy dari anak kita .
Cup
Ana membulatkan matanya , saat Alvin mencium kening nya .
Bersambung
__ADS_1