Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Perang Dingin telah berakhir


__ADS_3

Satu minggu sudah ana tinggal di rumah alvin , selama itu pula ana lebih memilih mengurung diri di dalam kamar , tapi saat alvin berada di rumah atau tidak bekerja . Karena semenjak kejadian itu , selain ana ingin menghindari laki-laki yang sudah menanam kan benihnya padanya , ana pun sangat malas melakukan kegiatan apapun baik di rumah atau pun keluar rumah .


Keluar kamar pun ana harus menunggu alvin , berpamitan padanya di balik pintu kamar untuk berangkat ke kantor . Ana sendiri heran , kenapa setiap pagi alvin selalu menyempatkan waktu untuk berpamitan padanya , seperti seorang suami yang berpamitan pada seorang istri yang tengah merajuk saja . Padahal ana tak sekali pun membuka pintu kamarnya untuk membalas atau pun menjawab pada saat alvin berpamitan , ana hanya menjawab dengan dehaman tanpa membuka pintu kamar nya . Itu pun dengan sangat terpaksa , karena kalo ana tak menyahut , alvin akan tetap berdiri di depan pintu kamar nya .


Setelah setengah jam yang lalu alvin berpamitan untuk berangkat ke kantor , ana pun menyiapkan barang - barangnya seperti beberapa buku panduan tentang kehamilan dan buku parenting lainnya , untuk dia baca di tempat favorit nya selama dia tinggal di rumah alvin satu minggu yang lalu . Tidak lupa ana membawa ponsel untuk menghubungi sahabat nya vini , setelah ana mengganti nomor ponsel nya , hanya vini satu - satunya yang bisa ana hubungi sekaligus menanyakan kabar orang tuanya .


Setelah keperluan nya sudah ana masukan kan ke dalam paper bag , ana pun langsung keluar dari kamar kemudian langsung menuju ke halaman belakang . Selain suasana nya sangat menenangkan dan membuat ana betah berlama-lama berada di halaman belakang , apalagi terdapat satu gazebo yang cukup cantik dan unik menurut ana pribadi .


Kenapa ana menganggap gazebo di halaman belakang rumah alvin cukup unik , itu karena bangunan gazebo nya di kelilingi banyak tanaman bunga melati . Padahal dulu sebelum ana hamil , ana tidak terlalu menyukai bunga - bungaan . Tapi setelah ana tinggal di rumah alvin dan melihat satu gazebo di kelilingi bunga melati , ana mulai menyukai bunga melati . Bahkan setiap hari pun , ana selalu memetik banyak bunga melati untuk dia simpan di kamarnya , sehingga wangi kamar ana sekarang sangat menyengat dengan aroma bunga melati nya . “ gimana kabar ayah sama bunda yah ? apa bunda masih menghubungi pak alvin yah , untuk menanyakan kabar gue . Vini juga , kalo gue nanyain ayah sama bunda selalu saja jawab nya . Tenang , mereka pasti baik - baik saja . “ gumam ana setelah duduk santai di gazebo .


Sebenarnya ana ingin sekali mulai berkomunikasi lagi dengan alvin , ana merasa jadi orang tak tahu diri karena memusuhi orang yang selama ini menjaganya dan membantu nya , tapi kembali lagi pada gengsi dan rasa malu ana yang begitu tinggi nya , sehingga ana lebih memilih menghindari nya . “ andai pak alvin berada di sini , gue janji akan memperbaiki komunikasi gue yang buruk dengannya . “ gumam ana lagi .


“ Aku pegang janji kamu . “ ana langsung menoleh , saat tiba-tiba mendengar suara familiar menjawab ucapan nya .

__ADS_1


Tentu saja ana terperanjat kaget , saat tiba-tiba saja melihat kehadiran alvin . Bahkan orang yang ana kira sudah berangkat ke kantor , setengah jam yang lalu justru ikut duduk di gazebo yang sama dengan dirinya . “ Kok bapak di sini , bukan kah bapak sudah berangkat ke kantor . “ ujar ana dengan menahan rasa malu .


“ Sangat menenangkan bukan tempat ini , itu sebabnya hampir setiap malam aku pun tidur di gazebo ini . Selain tempat nya cukup membuat ku rileks setelah seharian bekerja , gazebo ini juga yang memberitahu jika kamu pun betah berlama-lama di sini . “ ana mendengus , saat mendengar jawaban lain dari alvin bukan nya menjawab pertanyaan nya .


’ Sudah jelas pembantu kesayangan nya yang melapor pada nya . Tapi tunggu deh , dia bilang hampir setiap malam tidur di gazebo ini . Masa sih ? ’ ana langsung menjadi marni tersangka utama yang memberitahu pada alvin , jika ana pun setiap hari menghabiskan waktunya di gazebo .


“ Kamu pasti gak percaya kan , jika aku setiap malam tidur di gazebo ini . Selain tempat ini membuat ku rileks , gazebo ini juga sebagai obat rindu ku sama kamu , karena hanya di gazebo ini yang menyisakan aroma tubuh mu , setelah seharian kamu berada di gazebo ini . “ papar alvin .


“ Ngapain aku malu sama karyawan ku sendiri , mereka kan di gaji buat bekerja bukan untuk main - main di kantor ku . Justru aku malu , saat aku tidak bisa bertanggung jawab pada calon penerus ku yang masih di dalam sini . “ balas alvin dengan menyentuh bagian perut ana , tapi ana menampik tangan alvin yang akan memegang perutnya .


“ Jangan menyentuh perutku , kita belum muhrim . “ larang nya . Alvin justru tertawa senang saat ana kembali ke mode jutek .


“ Haha ___

__ADS_1


Aku senang jika kamu sudah dalam mode galak seperti ini , itu tandanya kita sekarang sudah berdamai , tidak ada perang dingin lagi mulai sekarang . Oke mommy ! “ ana mendengus mendengar jawaban alvin , untung alvin tidak kembali membahas ataupun mengajaknya menikah seperti waktu itu .


“ Gak usah geer seperti itu , emang nya pak alvin sudah minta maaf pada ku ? perasaan belum kan , lagian siapa juga yang lagi perang dingin sama pak alvin , aku hanya sedang malas bicara dengan siapa pun termasuk anda . “ elak ana .


Karena ana tidak mengijinkan alvin memegang perutnya , alvin pun beralih meraih jemari ana . “ Ya sudah , aku minta maaf atas perbuatan ku tempo hari , aku janji mulai sekarang tidak akan memaksakan kehendak ku lagi sama kamu , aku juga tidak akan memaksamu untuk menikah dengan ku , sebelum kamu sendiri yang mengajak ku nikah . Tapi aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan laki-laki lain selain aku , karena aku adalah jodoh yang di kirim tuhan untuk mommy . “ ana menggelengkan kepala , mendengar ungkapan lelaki yang telah membuat nya hamil .


Setidaknya alvin tak memaksakan kehendak nya untuk segera menikah , jika saja alvin masih kekeh meminta dirinya untuk segera menikah karena anak yang di kandungnya , mungkin ana lebih memilih pergi darinya . Jujur ana sama sekali belum ada keinginan menjalin hubungan dengan lelaki mana pun , apalagi ke tahap menikah .


Selain kenangan buruk tentang pernikahan itu masih sangat melekat di ingatan nya , ana juga tidak ingin memperuncing masalah yang sudah di buat pada keluarga besar nya . “ tetap saja seorang pemaksa , akan tetap menjadi pemaksa . “ balas ana dengan berusaha melepas tangan nya dari genggaman tangan alvin .


Alvin ternyata tidak membiarkan tangan ana lepas dari genggaman nya . “ mommy sudah memaafkan kesalahan daddy kan ? “ ujarnya dengan semakin mengeratkan genggaman nya .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2