
’ Mas Juna ada di rumah bunda , kok bisa dia tiba-tiba ke rumah ? Pasti dia punya tujuan gak bener . ’ Batin ana
Sungguh ana tidak pernah menduga sebelum nya dengan apa yang di lakukan calon mantan suami nya itu . “ Iya tadi mas Juna juga bilang sama ana kok . Ini juga rencana nya ana mau otw ke rumah , setelah menyelesaikan pekerjaan ku di kantor . “ kilah ana , supaya kedua orang tuanya tidak curiga jika ana sudah satu bulan ini tidak satu atap lagi dengan suami nya .
“ Kamu jam segini masih berada di kantor , gak sekalian nginep di kantor . “ balas Bunda dengan kaget , Ternyata sifat gila kerja putri nya sama sekali tak hilang meski sudah memiliki keluarga sekalipun . “ Ya sudah cepat kesini . Kerjanya besok lagi di lanjutin , Bunda juga mau bicara sesuatu sama kamu . “ balas Bunda , kemudian mengakhiri panggilan ponsel nya
“ Tukang ngibul nya si Juna ternyata sudah di wariskan oleh bininya . Kuwalat lo , bo'ongin orang tua . “ sahut vini saat tahu ana sudah berkata bohong .
“ Gue juga terpaksa kali ngelakuin nya , Bunda bilang mas Juna ada di rumah . Dia sedang menemui ayah sekarang , gue harus gimana sekarang vin ? “ ana takut calon mantan suami nya akan memberitahu perceraiannya pada kedua orang tuanya , sungguh ana belum siap di jauhi keluarga nya terutama kedua orang tuanya jika mereka mengetahui perceraiannya .
“ Emang rese mantan laki lo . “ balas vini dengan menggeram kesal . “ udah cepetan loe pulang , mudah - mudahan si Juna belum mengatakan apa pun tentang rencana perceraian kalian pada om dan tante . “ vini mengerti kekhawatiran sahabat nya mengenai hal ini . “ Yuk , gue anterin . Kalo perlu nanti gue akan bantu ngejelasin , jika si Juna suah memberitahu om dan tante . “ balas vini , vini juga tidak mau sampai terjadi sesuatu yang di inginkan dengan sahabat satu - satunya .
“ Biar gue balik sendiri vini , cepat atau lambat keluarga gue pasti akan mendengar nya . Do'a in aja gue bisa ngadepin mereka , terutama bunda sama ayah Lagian . lagian lo itu gue gaji buat jagain kopi shop dan sekarang belum habis jam kerja lo . “ Balas ana dengan sedikit berkelakar , agar sahabat nya tidak terlalu khawatir . Meski dalam hati nya ana merasa sangat takut , apalagi kalo sampai orang tuanya benar-benar mengasingkannya .
“ Lo yakin mau pulang sendiri . “ vini masih merasa khawatir dengan sahabat nya .
Ana menyambar kontak motor vini yang di gantung . “ gue pake motor lo , biar cepet sampai rumah . “ ujar ana
__ADS_1
“ An , Ati - Ati . “ teriak vini , ingin rasanya vini bisa membantu masalah yang tengah di hadapi sahabat nya , tapi ana benar dirinya tidak boleh melalaikan tanggung jawab nya .
Ternyata sampai lantai bawah , kopi shop milik nya cukup ramai pembeli . Untungnya , ana menyuruh sahabat nya untuk tetap stanby di sini . “ Mba ana , ada yang nyariin . “ sapa salah satu pegawai perempuan yang hendak naik ke lantai 2 .
“ Sampaikan maaf pada orang yang mencari ku , karena tidak bisa menemuinya . “ balas balas tanpa menghentikan langkah nya .
“ Tapi mba orangnya nunggu di ____ “ pegawai perempuan itu tidak sempat meneruskan ucapan nya , karena bosnya langsung melesat pergi meninggalkan nya .
“ Hey tunggu ! kamu ini bener - bener sangat tidak sopan pada ku yah . “ ujar Alvin dengan mencekal lengan ana , karena ana hanya melewati keberadaan nya . Padahal , Alvin sudah menunggu nya sejak tadi .
“ Emang pegawai mu tidak memberitahu , kalo aku menunggu mu sejak tadi . “ balas Alvin .
“ Maaf pak Al , aku sedang buru - buru . Mending bapak pulang , nanti aku hubungi bapak setelah urusan ku selesai “ balas ana dengan melepas cekalan tangan Alvin dan meneruskan kembali langkah nya , tanpa menghiraukan atasannya yang terlihat kesal .
Ternyata Alvin tidak menyerah , dia langsung mengejar ana dan mengangkat ana tinggi - tinggi seperti sekarung beras menuju mobilnya . Alvin tahu , seperti nya wanita pujaannya tengah di buru waktu , hingga Alvin pun berinisiatif membantu ana dengan mengantar kemana pun tujuan ana pergi . “ Pak Al , aku mohon kali ini saja , jangan mengganggu ku . Aku benar-benar sedang terburu - buru , karena ada urusan penting yang harus ku selesai kan . “ pinta ana , saat Alvin memasukkan nya ke mobil milik nya .
“ Siapa yang ingin mengganggumu . Sekarang cepat katakan , kemana tujuan mu . “ balas Alvin tanpa mau di bantah seperti biasa .
__ADS_1
Kalo sedang tidak terburu - buru , mungkin ana akan meladeni nya dengan adu mulut seperti biasa . “ Tapi pak _____ “ ana ingin membalas ucapannya , tapi atasannya sudah menjalankan mobil nya keluar dari kopi shop miliknya . “ ke rumah orang tua ku . “ Mau tidak mau , ana pun men jawabnya . Lagian tidak ada gunanya melawan atau membantah ucapannya . Sebenarnya bagus juga sih atasannya mau mengantarkan nya , karena ana kan belum terlalu mahir juga mengendarai motor .
Alvin pun melesat kan mobil nya menuju ke kediaman orang tua ana , hingga tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di kediaman orang tuanya . “ Pak Al kok tahu alamat rumah ku , padahal aku kan belum ngasih tau alamat nya sama bapak . “ ana terlihat bingung , saat atasannya benar-benar mengantarnya tepat di depan rumah kedua orang tua nya .
“ Kamu ini calon istri ku dan calon ibu dari anak - anak ku , tidak mungkin aku tidak tahu dimana tinggal calon mertua ku nanti . “ balas Alvin .
“ Pak Al serius tau . “ ana mengeram kesal dengan jawaban atasannya .
“ Mau turun , apa lanjut jalan . “ ana menepuk jidat nya karena baru ingat , jika dirinya sudah tidak ada waktu banyak lagi .
Ana dengan segera turun dari mobil begitu mengingat tujuan nya . Ternyata dalam keadaan terburu-buru pun , ana sempat - sempatnya merusak mobil yang terparkir di halaman depan rumah nya . Ana tahu , mobil tersebut milik laki-laki yang akan menjadi calon mantan suaminya .
Srek
Ana memberi goresan di mobil tersebut , menggunakan cetokan kuku yang ada di gantungan kunci vini . Ana benar-benar melampiaskan kemarahannya pada mobil nya bukan pemilik nya . Tapi ana cukup puas sih telah merusak mobil nya , meski pun tidak bisa membalas pada pemiliknya langsung .
Bersambung
__ADS_1