
Tentu saja pernyataan Alvaro kembali menorehkan luka baru , di saat luka yang lama pun belum kering . ’ kenapa dia tidak bisa mengenali darah dagingnya sendiri , apa laki-laki ini benar-benar tidak memiliki ikatan batin sedikit pun terhadap alpa ? padahal jelas - jelas wajah alpa begitu menyerupai wajah nya di saat usia nya sama seperti alpa . ’ batin mani dengan wajah memerah karena menahan emosi nya .
Mani melepas cekalan tangan Alvaro . “ maaf tuan , sampai kapan pun kita tidak akan bisa bersatu kembali apabila hidup bersama . Sebaiknya tuan segera urus perceraian kita , karena pernikahan kita dulu adalah suatu kesalahan yang tidak akan bisa di perbaiki lagi . Satu hal lagi , putra ku sama sekali tak membutuhkan anda sebagai ayah nya , karena bagi putra ku ayah nya telah mati . “ tandas mani , dengan menghapus air matanya yang terlanjur tumpah , untungnya mani tidak menghadap Alvaro saat menjawab ucapan Alvaro , jadi Alvaro sama sekali tidak tahu jika saat ini sang istri tengah menangis .
***
“ Di mana ana sekarang ? tidak bisa kah kamu sebagai menantu mengikuti keinginan mama , ayah mertua mu yang saat ini benar-benar merindukan cucunya . “ tandas fakhru .
Dewi keluar dari ruang rawat ayah mertua nya , karena sadar dewi telah membuat kesalahan dengan memberitahu keberadaan ana pada keluarga sang suami yang masih menargetkan putrinya untuk di bawa ke pengasingan . Tidak hanya itu , dewi pun keluar dari ruang rawat ayah mertua nya karena ingin menghubungi seseorang tentang keberadaan ana .
“ Tidak usah berdalih dengan sakit nya mama dan kalau pun aku tahu keberadaan ana , aku tidak akan melaporkan nya pada mas fakhru . “ balas dewi dengan tenang , tanpa rasa takut sedikit pun pada kakak ipar nya . Selain itu dewi pun sudah mengetahui keberadaan ana bersama Alvin dan itu tandanya ana saat ini aman dan baik - baik saja .
Mendengar balasan dewi , fakhru tersenyum menyeringai . “ kamu dan hasan akan merasakan , bagaimana sakit nya sakit nya kehilangan anak setelah aku menemukan buronan kecil itu . “ tukas dengan sedikit mengecam sang adik ipar .
“ Kenapa mas fakhru terus menyalahkan mas hasan atas pergi nya chintya dari pengasingan , bukan kah mas tahu chintya bukan nya hilang melainkan kabur dengan kekasih nya . “ dewi terus membela suami nya tanpa merasa takut atau pun khawatir , karena dewi yakin kakak ipar nya tidak akan bisa menemukan ana , selama ana masih bersama dengan Alvin .
__ADS_1
Karena dewi terus membalas ucapan nya , fakhru pun mengeram kesal . ’ Sampai kapan pun , aku bersumpah tidak akan melepaskan putri kesayangan kalian . Akan aku buat kalian semua menderita , karena kehilangan putri kesayangan kalian seperti yang kalian lakukan pada chintya . ’ batin fakhru dengan meninggalkan sang adik ipar .
Sementara dewi sendiri memilih duduk di luar ruang rawat ayah mertua nya , menunggu sang suami keluar . Dewi tidak ingin membuat keributan di dalam ruang rawat ayah mertua nya , dewi merasa semua anggota keluarga suaminya tidak ada yang menyukai nya atau pun menganggapnya bagian dari keluarga sang suami .
***
“ Perasaan pak varo kok sering terlihat datang kesini yah , sepertinya dugaan gue benar deh kalo pak varo mempunyai hubungan spesial dengan mbak marni . Jangan - jangan dugaan gue juga bener lagi , kalo alpa itu anaknya pak varo dengan mbak marni . ’ ana terus berasumsi sendiri dalam benak nya , saat melihat keberadaan Alvaro di rumah Alvin . Bahkan bukan hanya saat ini ana melihat keberadaan Alvaro di rumah ini , ana pun beberapa kali melihat Alvaro datang dan tujuan nya hanya menyambangi perempuan yang saat ini berada di dapur untuk membuat kan makan siangnya .
“ Mommy masih marah ? Entar malem deh , daddy janji bakal usahain mommy bisa melihat keadaan kakek di rumah sakit . “ karena sejak sampai rumah ana terus mendiamkan nya , Alvin pun mengira jika perempuan yang tengah mengandung benihnya masih kesal padanya , karena dirinya memaksa ana untuk kembali ke rumah .
Ana mengembangkan senyum nya , kala melihat wajah sedih Alvin . Padahal ana sama sekali tidak masalah saat Alvin kembali membawa nya pulang ke rumah , justru ana ingin berterima kasih karena berkat Alvin , paman - paman nya tidak menyadari kehadiran nya di rumah sakit . ’ Masih terlihat tampan , meskipun wajah nya terlihat muram seperti itu . Eh _____ ngapa gue jadi muji - muji laki-laki ini yah . ’ batin ana .
Alvin menangkap tangan ana yang masih berada di atas hidungnya dan mengaitkan jari - jari nya di sela jari - jari ana . “ apa aku beneran menggemaskan ? kalo daddy beneran menggemaskan , berarti mommy sudah siap menikah dengan daddy dong . “ ana mengerucut kan bibirnya , mendengar pernyataan Alvin barusan . Pasalnya Alvin malah menyambung nya ke masalah pernikahan , memang sih Alvin acap kali membahas masalah pernikahan dengan nya , tapi ana belum menanggapi niat Alvin secara serius.
“ Bapak gak mau nemuin pak varo di dapur ? “ ana malah mengalihkan pembicaraan , agar Alvin tak berlanjut membahas masalah pernikahan .
__ADS_1
Kini giliran Alvin yang menghela napas panjang , karena ana selalu saja tak menanggapi ucapan nya jika membahas masalah ini . “ buat apa ? lagian bang varo kan lagi memperjuangkan marni untuk di jadikan koleksi nya , mungkin . Tapi gak usah di pikirkan atau pun ikut campur masalah bang varo yang sedang PDKT dengan marni , tapi mommy cukup memikirkan tentang daddy , daddy dan daddy saja . “ tukas Alvin .
“ CAPE DEH . “ hanya dua kata itu yang cocok buat menanggapi pernyataan Alvin dengan meninggalkan Alvin begitu saja .
“ Mommy mau kemana ? daddy ikut . “ Alvin langsung mengejar ana yang kabur begitu saja .
“ Bapak gak balik lagi ke kantor apa ? kenapa dari tadi ngintilin mulu sih . Itu juga pak varo , kenapa jam kerja seperti ini malah pada ngumpul di sini sih . Mentang-mentang yang punya kantor , dengan bebasnya kalian keluar masuk kantor dan menyepelekan kerjaan kalian . “ tukas ana dengan berjalan menuju tempat favorit nya .
“ Kata siapa kita menyepelekan kerjaan , mommy gak lihat daddy sama bang varo lagi bekerja dan berjuang mendapatkan sesuatu yang berharga untuk masa depan kita . “ balas Alvin dengan santai nya .
Ana geleng-geleng kepala mendengar jawaban Alvin barusan , ana bukan tidak mengerti maksud dari ucapan Alvin barusan , tapi ana sungguh belum siap kembali membuat komitmen yang mengarah ke pernikahan . Ana masih terlalu khawatir , seandainya dirinya kembali mendapatkan pengkhianatan . Ana sadar , dirinya merasa sangat aman dan sudah sangat bergantung pada laki-laki yang ada di hadapan nya , perasaan cintanya pun seperti nya sudah mulai mengisi relung hati nya pada laki-laki yang telah menanamkan benih di rahim nya . Lagian masalah rumit di keluarga sang ayah pun , benar - benar menjadi kendala besar untuk saat ini . “ Apa bapak yakin memilih ku menjadi pendamping bapak ? aku yakin suatu saat nanti bapak akan menyesal , karena bapak memilih wanita seperti ku . “ tandas ana dengan menohok .
Alvin meraih kedua tangan ana dan mengecup nya . “ Mommy tahu , kenapa daddy membuat mommy hamil seperti ini ? itu karena _____ “
“ Al “ teriak seseorang setelah mendengar pernyataan Alvin . " jadi , gara-gara kamu ana hamil seperti ini ? ujarnya dengan mendekati Alvin dan berniat menarik telinga nya .
__ADS_1
“ Alhamdulillah ketahuan juga . “ Alvin justru mengucap syukur , saat ada yang mengetahui sendiri rahasia yang sebenarnya Alvin ingin ungkapkan .
Bersambung