
Sampai vila , Alvin langsung menuju kamar ana untuk segera bertemu dengan sang pujaan hati sekaligus meminta maaf , tapi saat sampai depan kamar ana , pintu kamar ana terkunci . Seperti nya ana sengaja menguji pintu kamarnya dari dalam , tapi Alvin tak patah semangat . Alvin langsung mencari kunci serep pintu kamar yang di tempati ana di laci tengah . Alvin ingin memastikan , apa sang pujaan hati benar-benar ada di dalam kamar , atau ana kabur dari vila setelah mendapat perlakuan tak sesuai darinya . Entah lah , pikiran takut kehilangan ana lagi langsung melanglang buana di pikiran Alvin .
Cek lek
Alvin membuka handel pintu kamar yang di tempati ana dengan gerakan pelan , bahkan sangat pelan dan hati - hati agar ana merasa tak terganggu atau ana tidak akan menyadari Alvin masuk ke dalam kamar nya .
Alvin menyembulkan kepalanya masuk ke kamar sang pujaan hati “ Kemana ana ? jangan - jangan _____ “ Alvin pun dengan cepat masuk ke dalam kamar , karena tidak menemukan keberadaan ana di setiap sudut kamarnya .
Dengan gerakan kaki seribu Alvin langsung melangkah kan kakinya kearah kamar mandi terlebih dulu , untuk mencari keberadaan ana . Meski pintu kamar mandi tertutup rapat , beruntung pintu kamar mandi tak di kunci dari dalam , Alvin pun masuk begitu
saja dengan mudah nya .
Tak di sangka begitu masuk , Alvin langsung di suguhi pemandangan yang begitu menggoda iman , meski hanya bagian punggung yang terlihat dan bongkahan belakang nya , tetap saja pusaka ajaib Alvin langsung berdiri tegak , apalagi iman Alvin hanya sebesar biji cabe .
“ Mendekat lah mas . “ ajak ana dengan suara yang begitu sensual .
Mendapat lampu hijau dari ana , Alvin pun langsung mendekat kemudian menciumi punggung mulus milik ana . “ wangi banget ____ “ ujar Alvin .
“ Tentu saja wangi , kan aku makai ini ___“
BUG
Tiba-tiba lamunan mesum Alvin buyar , saat kepala nya merasa tertimpuk benda yang cukup berat . “ Awww ___ “ Alvin meringis dengan memegang kepala nya dan melihat kunang-kunang berterbangan . Bahkan tidak hanya melihat kunang-kunang , Alvin juga melihat ana dengan tatapan membunuh .
__ADS_1
Untuk menyelamatkan diri dari amukan singa betina , Alvin pun berakting pingsan agar selamat dari amukan singa betina yang siap menerkam nya . Entah Alvin sedang bernasib mujur , atau keberuntungan sedang berpihak dengannya . Alvin malah jatuh , tepat di belahan dada ana . Tentu saja Alvin kembali menelan saliva nya , tapi sayang Alvin masih menjalankan akting pingsannya , jadi Alvin tak terlalu menikmati benda kenyal yang menjadi tumpuan kepala nya saat ini .
Dengan mengerahkan tenaganya , ana menyingkirkan kepala Alvin dari dadanya dengan kencang , sehingga tubuh Alvin pun langsung membentur dinding . ’ Astaga , ternyata wanita ku mempunyai tenaga seperti samson . Untung kepalaku tak sampai bocor , karena ke bentur dinding belum lagi botol shampo yang ana lempar . ’ batin Alvin dengan tetap mata terpejam .
“ Dasar pria mesum , pria cabul , bapak nya si utun . Seenaknya saja dia masuk ke kamar di saat gue mandi , Untung mandi nya sudah beres . “ maki ana .
Karena kesal , ana pun meninggalkan Alvin begitu saja di kamar mandi nya . “ bodoamat , ngapain gue nolongin pria mesum ini . “ ujar ana .
“ Dasar laki-laki mesum . “ sungut ana dengan beranjak pergi .
Saat ana keluar dari kamar mandi , Alvin membuka matanya dan sedikit bernapas lega . “ Selamat , selamat . “ ucap Alvin dengan mengelus dadanya sendiri .
Sejurus kemudian , Alvin kembali menghela napas dalam-dalam saat melihat sesuatu yang menonjol dari dalam celana nya . “ Si piton , cuma liat punggung nya doang langsung bereaksi , gimana kalo pegang - pegang apalagi sampai raba - raba punggung mulus ana beneran , bukan hanya khayalan seperti tadi . “ gumam Alvin dengan berpikiran mesum kembali .
“ Lebih baik gue kunci pintunya terlebih dulu , sebelum menidurkan si piton . “ Alvin pun beranjak untuk mengunci pintu kamar mandi nya , sebelum ana kembali masuk .
30 Menit
1 Jam
2 Jam
2 Jam berada di dalam kamar mandi , cukup membuat Alvin benar-benar pingsan sungguhan . “ Astaga kemana ana , padahal sudah 2 jam lebih berada di kamar mandi ini , kenapa ana tak kunjung masuk . Apa ana sedang menghukum ku , dengan membiarkan aku berjam - jam di kamar mandi . “ gerutu Alvin , yang sudah mulai terlihat lemah .
__ADS_1
Bagaimana Alvin tidak lemas , sepulang bertemu dengan klien nya Alvin buru - buru pulang , Alvin khawatir ana akan meninggalkan nya setelah Alvin tidak bisa menahan emosi nya . “ lebih baik gue keluar dari sini , sebelum gue mati sia - sia di sini . “ dengan sisa tenaga yang ada , Alvin pun berusaha keluar dari kamar mandi .
Berhasil keluar dari kamar mandi , meski dengan langkah terseok-seok . Ternyata orang yang Alvin tunggu , tengah asyik bergelung di dalam selimut dengan nyenyak nya . “ Pantas saja , ternyata dia sudah begitu nyenyak . “ sungut Alvin dengan melangkah keluar .
Setelah Alvin keluar dari kamar nya , ana pun mulai membuka matanya . Sebenarnya saat Alvin keluar dari kamar mandinya , ana tidak benar-benar tidur . Selama Alvin berada di dalam kamar mandi pun , ana sama sekali tidak ada niatan untuk kembali masuk ke kamar mandi untuk menolong Alvin . “ Emang enak gue kerjain , lagian jadi cowok kok mesum banget , untung sayang . “ ana membekap mulut nya sendiri , karena sudah kelepasan bicara . Padahal tidak ada orang yang mendengar ini , ngapain ana membekap mulut nya coba .
Keesokan harinya .
Ana sudah berada di meja makan , untuk memakan sarapan nya . Ana sengaja memakan sarapan nya lebih awal , agar tidak makan satu meja dengan Alvin , karena ana masih terlalu kesal dengan Alvin setelah kejadian kemarin .
Saat ana tengah menikmati sarapan nya , ponsel nya berdering dan tertera nama CALON _ TERCINTA ♥‿♥ “ Ini nomor ponsel siapa sih , perasaan gue gak pernah ngasih nama lebay seperti ini di ponsel gue deh . “ ana kembali meletakkan ponsel nya , tanpa terlebih dulu mengangkat panggilan tersebut , ana malah menerus kan sarapan nya , padahal ponsel nya terus berdering sampai beberapa kali panggilan .
Setelah selesai sarapan nya , ana pun beranjak dari meja makan . Tapi panggilan atas nama CALON _ TERCINTA ♥‿♥ kembali menghubungi . “ Astaga , kenapa nomor ini terus menghubungi ku sih . “ karena merasa terganggu , ana pun mengangkat nya .
“ Siapa ini ? kenapa pagi - pagi sudah menganggu , Kurang kerjaan banget sih . “ maki ana , saat menerima panggilan tersebut .
“ Ana , ini aku . “ balas Alvin dengan suara lemah .
’ Kenapa dengan pak Alvin , kenapa dari suara nya terdengar seperti orang sakit sih . Apa jangan - jangan karena kejadian kemarin , pak Alvin sampai sakit yah . ’ batin ana .
“ Bapak ngapain nelpon , bukan nya keluar untuk sarapan . Tapi maaf , aku sarapan duluan karena perutku sudah sangat lapar . “ balas ana dengan ketus , untuk menutupi rasa khawatir nya .
“ Ana bisa minta tolong bawa kan air putih ke kamar ? aku mau minum obat , tapi airnya habis . “ pinta Alvin .
__ADS_1
’ **Tuh kan bener , nih orang sakit . Pasti sakit , gara-gara kemarin deh . Gue bantuin apa membiarkan saja dia sakit seperti itu yah ? Tapi kalo gue ga bantuin , nanti dia kenapa - napa gimana coba ?
Bersambung**