
“ Ana bisa kamu jelas kan maksud dari ucapan mantan suami kamu itu pada bunda , kenapa laki-laki itu mengatakan kamu malah meminta nya mencabut gugatan cerai nya , malah kamu juga sampai bersujud di kaki laki-laki yang sudah jelas pengkhianat itu . “ tanya Ibu dewi , saat ana sudah kembali ke kamar setelah menyelesaikan urusan nya dengan Juna .
“ Apa kamu masih sangat tergila-gila pada laki-laki itu , sampai kamu mengemis cinta seperti yang laki-laki itu katakan . Sungguh bunda tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran kamu , kamu itu menikah dengan laki-laki itu saja telah membuat kesalahan dan sekarang dengan sangat mudah nya kamu memaafkan laki-laki itu . “ ibu dewi terus mencecar ana , tanpa memberi ana kesempatan untuk menjawab .
“ Tapi untuk kali ini , bunda benar-benar tidak akan mendukung atau pun diam saja saat jalan yang kamu tuju menuju ke arah jurang . Dari dulu bunda tidak pernah ikut campur atau pun melarang apa yang kamu inginkan , tapi tidak untuk sekarang . Sudah cukup bunda melihat kamu sengsara , gara-gara kesalahan dalam memilih pasangan . “ cecar bunda .
Rasanya amarah Ibu dewi ingin meledak dan mengomeli ana panjang lebar , kalo saja ibu dewi tidak mengingat kondisi putri nya yang sedang hamil .
“ Bun ___ “ mulut ana terasa keluh , saat akan menyangkal perkataan sang bunda .
“ Untuk kali ini bunda tidak ingin mendengar alasan apapun , sudah cukup kamu berbuat semaunya sendiri , tanpa melibatkan bunda dan ayah dalam memutuskan sesuatu .
Ayah dan bunda sudah memutuskan jika kamu akan tetap hidup dengan nak Alvin , suka atau tidak suka titik . “ kekeh bunda .
“ Tidak bun , jangan paksa ana untuk hidup bersama pak Alvin setelah perpisahan , sama aja bunda dan ayah akan menyakiti hati ana jika kalian akan terus memaksa kan kehendak kalian , lagian ana tidak akan melibatkan pak Alvin untuk masalah ini , meskipun ana tengah mengandung darah daging Pak Alvin sekalipun . “ ana hanya takut akan terjadi sesuatu yang tak di ingin kan dengan Alvin , itu sebabnya ana kekeh tidak akan melibatkan Alvin dalam masalah nya yang cukup rumit ini .
“ Ana dengerin bunda , jika kondisi kamu tidak sedang mengandung benih dari nak Alvin atau laki-laki yang bukan mahram kamu , mungkin kamu tidak melibatkan Alvin atau laki-laki lain dalam masalah keluarga kita . Tapi pada kenyataannya sadar tidak sadar kamu melakukan nya dengan Alvin kala itu dan saat ini sudah ada kehidupan baru di dalam rahim kamu . “ terang bunda dengan melembutkan suaranya dan mengelus - elus bagian perut ana dengan sayang agar hati putri nya bisa melunak dengan sendirinya .
__ADS_1
Ana mempunyai sikap keras kepala sama seperti diri nya , jika bunda nya berbicara keras atau pun emosi menguasai nya , ana pun tidak akan mengikuti kata - katanya malah cenderung membangkang perkataan nya .
“ Jujur sama bunda , kenapa ana tidak ingin melibatkan Alvin dalam masalah ini ? apa sekarang nak Alvin sudah menguasai tahta tertinggi di hati mu sehingga kamu tidak ingin terjadi sesuatu dengan nak Alvin atau kamu sama sekali belum bisa move on dari laki-laki yang sudah jelas mengkhianati pernikahan kalian ? “ tanya ibu dewi
Ana menggeleng kan kepala nya . “ bukan seperti itu bun , pokoknya ana hanya tidak ingin melibatkan pak Alvin . “ kekeh ana , ana sendiri pun tidak mengerti dengan perasaannya sendiri , ana tidak ingin melibatkan Alvin karena tidak ingin terjadi sesuatu dengan Alvin , atau ana yang belum siap menjalin hubungan yang baru di saat luka lama yang di toreh kan mantan suami nya saja belum terobati .
“ Baiklah jika kamu tidak ingin melibatkan nak Alvin dalam masalah ini , tapi setidaknya perceraian kamu dan laki-laki itu harus secepatnya terjadi . Bunda tidak ingin di kemudian hari , kamu mendapat masalah karena status kamu yang tidak jelas. Belum lagi laki-laki itu akan lebih memanfaatkan keadaan l kamu , karena kondisi kamu yang sedang hamil bukan keturunan nya lagi . “ tutur Ibu dewi .
’ Kemudian hari bunda bilang , sekarang pun laki-laki itu sudah memanfaatkan ku dengan meminta sejumlah uang padaku . ’ ana hanya berani membalas ucapan bunda nya di dalam hati nya , jika ana mengatakan hal itu sekarang pasti rencana yang sudah ana susun akan berantakan .
“ Bunda tenang saja , aku akan segera mengurus perceraian ku kembali , tapi untuk kali ini ana sendiri yang akan mengurus perceraian ku dengan mas Juna , bukan lagi melalui pak Alvin yang akan mengurus nya . “ timpal ana .
“ Bun , aku kan sudah bilang jangan melibatkan pak Alvin lagi . “ tekan ana pada bunda nya .
“ Baiklah terserah kamu saja , yang penting bagi bunda kamu cepat berpisah dengan laki-laki itu , bunda tidak ingin melihat kesedihan lagi di mata kamu . Bunda keluar dulu , jangan lupa vitamin sama obat mual nya jangan sampai telat di minumnya . “ pesan ibu dewi , kemudian keluar dari kamar ana .
*****
__ADS_1
Tok
Tok
Cek lek
Alex , asisten dari Alvin langsung masuk dan mendekati meja Alvin , tapi terlebih dulu Alex menyingkirkan benda-benda yang berserakan di lantai . Alex menghela napas panjang , saat melihat ruangan atasan nya begitu berantakan . Semenjak di tinggal sekretaris ana yang Alvin tempat kan di kantor cabang , sikap atasan berubah sangat drastis . Alvin lebih suka mengurung diri di ruang kantor nya , padahal yang Alex tahu atasannya tidak pernah bisa bertahan lama di dalam ruangan .
“ Maaf , tuan di luar ada tuan dan nyonya besar sedang menuju kemari . “ ujar Alex dengan tangan nya membereskan kekacauan yang atasan nya buat .
“ Rapikan ruangan ini sebelum mereka sampai . “ perintah Alvin , tanpa melihat seberapa kacau nya ruangan nya .
Belum selesai Alex membereskan alat-alat yang berserakan di lantai , pintu masuk terbuka tanpa terdengar ketukan pintu . “ Ya Allah AL , kamu ini apa - apaan sih ? kenapa keruangan kamu seperti kapal pecah begini . “ teriak ibu Alexa saat melihat ruangan putra bungsu nya.
“ Sebenarnya kamu lagi patah hati sama cewek mana lagi , sampai kamu terlihat kacau seperti ini sih ? “ tanya ibu Alexa mendekati putra bungsu nya .
Ibu Alexa bisa lihat , putra bungsu nya begitu hancur . Entah apa yang membuat nya seperti ini , mengingat Alexa sangat jarang berada di samping putra bungsu nya . Apalagi Alvin memilih tinggal sendiri di apartemen setelah tinggal di Indonesia , dengan alasan ingin hidup mandiri dan bebas seperti biasa dia hidup di Eropa .
__ADS_1
’ Mam , bantu Al mendapatkan cinta seorang wanita yang tengah mengandung cucu mami ’
Bersambung