
“ Bisa jelas kan pada bunda ! “ tanya bunda dengan tatapan mata nyalang dan tatapan intimidasi pada putri nya yang terus menundukkan kepala nya .
Kalo boleh jujur bunda lega , karena anak yang di kandung putrinya bukan anak dari laki-laki yang tidak sudi bunda sebut lagi menantunya . Tapi tetap saja sebagai orang tua , bunda kecewa dengan putri nya . Seharusnya ana bisa menjaga marwah nya sebagai perempuan bersuami , tapi kenapa malah memberikan Mahkota nya pada laki-laki yang bukan muhrim nya .
“ Bunda , aku ____ “ tenggorokan ana terasa tercekat , karena terlalu malu dengan kesalahan yang di buat nya .
“ Ini bukan kesalahannya , karena aku yang ______ “ bunda mengangkat tangan nya di depan wajah Alvin , agar Alvin berhenti berbicara . Bunda sedang ingin mendengar pengakuan dari putri nya secara langsung , bukan dari keterangan orang lain .
“ Bisa tinggalkan kamar ini , aku ingin bicara dengan putri ku “ bunda terus menatap ana dengan tatapan intimidasi
“ Aku akan tanggung jawab dengan anak yang di kandung ______ “ kali ini bukan bunda yang menghentikan ucapan Alvin , melainkan ana .
“ Pak Al , aku mohon pergilah dulu . “ sela ana .
“ Baiklah aku akan keluar dari kamar dan menunggu mu di depan . “ Alvin pun meninggalkan kamar ana dengan perasaan khawatir , karena takut ibu dari perempuan yang tengah mengandung anaknya , tidak bisa menerima kehamilan ana .
__ADS_1
Setelah Alvin meninggalkan kamar ana , kini tinggallah bunda yang tersisa berada di kamar ana , tentu dengan pemilik kamar nya .
“ Bisa kamu jelaskan sekarang ! “ bunda kembali meminta penjelasan pada ana , tapi kali ini nada bicara bunda mulai sedikit lunak , tidak seperti di awal yang terlihat sekali sangat kecewa .
“ Bunda aku minta maaf . “ ucap ana tanpa berani menatap sang bunda .
“ Kenapa kamu melakukan nya , apa karena laki-laki itu mengkhianati mu , kamu balas melakukan hal yang tak pantas seperti itu . Apa karena kamu tidak pernah mendapatkan belaian dari laki-laki itu , kamu mencari belaian dari laki-laki lain ? apa kamu tidak menganggap kami sebagai orang tua mu , sehingga kamu dengan teganya berbuat seperti itu ? “ tutur bunda dengan meneteskan bulir-bulir beningnya .
Bunda menangis , karena bunda merasa sangat gagal menjadi orang tua . “ Ya Allah , apa ini karena dosa - dosa di masa lalu ku ? sehingga anak yang ku bangga kan , mampu memberikan kotoran di wajah kami orang tuanya . “ ujar bunda di sela tangisannya .
Ana mendekati bunda dan bersujud di kaki sang bunda . “ Bun , aku tahu aku telah melakukan dosa besar . Tapi ana mohon , ampuni ana bun . “ ucap ana dengan terus bersujud di kaki sang bunda .
“ Bun , ampuni ana . “ hanya itu yang bisa ucapkan , ana sendiri pun tak tahu apa yang mendasari ana sampai melakukan hal itu dengan Alvin , hanya karena rasa sakit hati pada Juna , ana sampai tak memikirkan dampak apa yang akan terjadi untuk kehidupan ana ke depan nya .
“ Seharusnya kamu tidak melakukan nya ana , bunda sendiri tidak tahu bagaimana nasib kamu setelah memutuskan bercerai dengan laki-laki itu . Ayah kamu pasti akan mengikuti tradisi keluarga besar nya , seandainya dia mendengar perceraian kamu . Apalagi sekarang kamu tengah mengandung , benih dari laki-laki yang bukan muhrim kamu . “ tutur bunda .
__ADS_1
Cek lek
“ Ayah . “ ana dan bunda termangu saat orang yang sedang di bicara kan datang . “ ayah kenapa bangun . “ bunda pun langsung menghapus air matanya dan mendekati suaminya .
“ Ada apa ? kenapa kalian berdua seperti habis menangis ? “ tanya ayah dengan bingung . “ itu di depan juga ada laki-laki , kata nya atasan kamu sayang . “ tambah ayah .
“ Iya kita habis nangis bahagia yah , ayah kan tahu bunda sangat rindu sekali dengan putri kita . “ elak bunda .
“ Ada - ada aja kamu tuh sayang . Kamu gak mau menemui bos kamu dulu di depan ? terus suami kamu mana , ayah pikir kalian bertiga di dalam kamar dengan Juna juga . “ balas ayah .
“ Ya sudah yah , bun , Ana nemuin bos ana dulu di depan . Oh yah , tadi mas Juna pulang duluan ke rumah . Tadi udah pamitan sama bunda kok , Iya kan bun ? “ balas ana .
“ Oh Iya , tadi dia udah pamitan sama bunda kok . Kamu ke depan gih temuin bos kamu , bunda sama ayah ke kamar yah . Kamu jadi kan nginep di sini sayang ? “ balas bunda dengan sedikit gugup .
Ana menganggukkan kepala dan keluar lebih dulu dari kamarnya untuk menemui atasannya . Ternyata Alvin masih menunggu nya , ana pikir atasan nya sudah pulang . “ pak Alvin . “ panggil ana dengan ikut duduk di samping Alvin .
__ADS_1
Alvin langsung merengkuh ana ke dalam dekapan nya , saat ana ikut duduk di samping nya . “ jaga baik - baik anak kita . “ ucap Alvin .
" Apa maksud kamu anak muda , siapa yang tengah mengandung anak kamu ? “ cecar ayah , saat mendengar ucapan Alvin .