
“ Bapak tuh apa - apaan sih , aku kan belum melihat keadaan kakek . “ tukas ana , saat Alvin kembali membawanya pulang sebelum ana menemui kakeknya yang terbaring lemah di rumah sakit .
Niat awal nya Alvin mau menemani ana menemui kakek adam ke ruang rawat nya , tapi saat Alvin keluar untuk melihat situasi , Alvin justru melihat kedua paman ana yang akan masuk ke ruang rawat kakek adam , Alvin pikir situasi nya sangat tidak tepat ana menemui kakek adam sekarang , jadi Alvin putuskan membawa ana kembali ke rumah sebelum keluarga besar ana atau paman - paman ana menyadari kehadiran ana di rumah sakit ini .
“ Tidak sekarang mommy . “ Alvin belum memberitahu alasan , kenapa dia kembali membawa ana pulang .
“ Kapan lagi pak , bunda bilang kondisi kakek kritis dan lagi bunda pun mengatakan jika kemungkinan di ruang rawat kakek hanya ada ayah dan nenek saja . “ tandas ana
“ Barusan aku lihat kedua paman beserta istri nya masuk ke ruang rawat kakek adam . “ balas Alvin
Ana menghela napas panjang , mendengar alasan kenapa Alvin kembali membawanya pulang . “ padahal aku sangat ingin bertemu dengan kakek , aku takut tidak bisa bertemu kakek lagi . “ ujarnya dengan lemas .
Setelah bunda nya menceritakan kondisi sang kakek , entah kenapa ana langsung meminta sang bunda untuk melihat keadaan sang kakek di rumah sakit , tanpa rasa khawatir bertemu dengan para paman - paman nya di rumah sakit nanti . “ nanti daddy akan mencari cara supaya mommy bisa melihat keadaan kakek adam , tapi tidak sekarang jadi bersabarlah “ balas Alvin dengan bicara penuh kelembutan .
Alvin bisa lihat wajah ana berubah sendu , karena tidak bisa melihat keadaan kakek nya . “ aku yakin kakek masih kuat melawan penyakit nya dan akan hidup lebih lama lagi , karena kakek pun ingin melihat rupa cicitnya yang akan lahir dari cucu kesayangan nya . “ Alvin pun mencoba sedikit menghibur ana .
*
__ADS_1
Sementara di rumah sakit , ibu dewi urung membawa ana masuk ke ruang rawat kakeknya , karena saat ibu dewi akan keluar dari ruang rawat kakek dari putri nya , ternyata berpapasan dengan kedua kakak dari suami nya , jadi ibu dewi keluar hanya untuk memberitahu ana untuk tidak dulu masuk ke ruang rawat kakek nya . Tapi saat ibu dewi masuk ke ruangan di mana dirinya meninggal kan ana sendiri , ternyata ruangan nya kosong dan karena panik , ibu dewi pun masuk kembali ke ruang rawat kakek adam untuk menanyakan langsung pada kedua kakak dari suaminya , ibu dewi yakin hilangnya ana karena kedua kakak dari suaminya . “ kemana kalian berdua membawa ana . “ tukas ibu dewi dengan tatapan nyalang dan kebencian pada kedua laki-laki yang baru saja masuk .
Baik fakhru maupun rudi sampai mengernyitkan keningnya , karena tidak mengerti maksud dari ucapan sang adik ipar . Karena baik fakhru maupun rudi , sama sekali tidak melihat atau pun bertemu dengan ke ponakan nya yang mereka cari . “ ternyata buronan kecil kita ada di sini bang . “ tandas rudi .
’ Seperti nya mereka tidak tahu sebelum nya , jika ana sempat berada di sini . Tapi jika mereka tidak tahu apa - apa , lalu kemana perginya ana dan dengan siapa dia pergi . ’ batin ibu dewi .
“ Emang nya bunda sempat ketemu dengan ana di mana ? bunda juga tidak mengatakan apapun ke ayah jika bunda datang dengan ana , padahal mama terus menanyakan keberadaan ana . Bahkan bukan hanya mama yang ingin bertemu dengan ana , ayah juga sangat merindukan ana dan ingin sekali memeluk putri ku yang tak sekalipun memberi kabar , setelah pergi tanpa berpamitan sama kita . “ pak hasan berakting seolah dirinya tidak sekalipun bertemu dengan ana setelah ana menjadi buronan keluarga nya , padahal pak hasan setiap minggu pun sering mengunjungi ana di kediaman Alvin . Pak hasan melakukan semua itu , karena pak hasan tidak ingin kedua kakak nya malah menyalahkan sang istri atau pun terjadi sesuatu apapun pada sang istri , karena sang istri malah seperti membeberkan keberadaan ana pada keluarga nya .
“ De_wi ba_ wwa ana kemmari . “ timpal kakek dengan terbata , kakek adam bisa mendengar dengan jelas jika sang cucu yang sangat dia tunggu - tunggu ternyata sempat datang ke rumah sakit dengan istri dari putranya .
’ Bahkan dalam keadaan sekarat pun , yang mama cari dan tanyakan hanya putri nya hasan , seolah mama hanya memiliki satu cucu . ' batin fakhru .
*
Ting tong
Ting tong
__ADS_1
“ Sebentar “ jawab mani dari dalam rumah dengan raut wajah kesal , karena tamu tersebut terus memencet bel atau lebih pasnya memainkan bell pintu masuk .
Cek lek
“ Pantes saja . “ gumam mani , dengan kembali masuk ke dalam rumah setelah mengetahui pelaku yang memainkan bel pintu masuk .
“ Hey ,,,, kenapa tidak mempersilahkan aku masuk . “ tukas Alvaro kemudian mengikuti kemana istri nya melangkah pergi , saat mani meninggalkan nya begitu saja setelah membuka kan pintu untuk nya .
“ Karena anda tamu tak di undang . Lagian pemilik rumah ini sedang keluar , jadi untuk saat ini tidak menerima tamu . “ balas mani , tanpa menghentikan langkah nya menuju ke dapur .
“ Nika tunggu ! aku mau bicara empat mata dengan kamu . “ Alvaro terpaksa mencekal lengan tangan mani , karena mani sama sekali tidak menghiraukan kan kehadiran diri nya . “ Nika , aku janji akan menerima anak mu dan menganggap anak kamu sebagai anak ku , jika kamu bersedia ikut dengan ku dan kita kembali hidup bersama lagi . “ tandas Alvaro
Tentu saja pernyataan Alvaro kembali menorehkan luka baru , di saat luka yang lama pun belum kering . ’ kenapa dia tidak bisa mengenali darah dagingnya sendiri , apa laki-laki ini benar-benar tidak memiliki ikatan batin sedikit pun terhadap alpa ? padahal jelas - jelas wajah alpa begitu menyerupai wajah nya di saat usia nya sama seperti alpa . ’ batin mani dengan wajah memerah karena menahan emosi nya .
Mani melepas cekalan tangan Alvaro . “ maaf tuan , sampai kapan pun kita tidak akan bisa bersatu kembali apabila hidup bersama . Sebaiknya tuan segera urus perceraian kita , karena pernikahan kita dulu adalah suatu kesalahan yang tidak akan bisa di perbaiki lagi . Satu hal lagi , putra ku sama sekali tak membutuhkan anda sebagai ayah nya , karena bagi putra ku ayah nya telah mati . “ tandas
dengan menghapus air matanya yang terlanjur tumpah , untungnya mani tidak menghadap Alvaro saat menjawab ucapan Alvaro , jadi Alvaro sama sekali tidak tahu jika saat ini sang istri tengah menangis .
__ADS_1
Bersambung ,,,,,,