Cinta Dibalas Pengkhianatan

Cinta Dibalas Pengkhianatan
Penilaian orang tua ana pada Alvin


__ADS_3

“ An , lo tadi di rumah sakit pada ngomongin apaan sih ? kok setelah keluar dari ruangan Om hasan sampe di rumah pun , lo mingkem mulu . Apa jangan - jangan lo kena sawan pas lewat kamar mayat tadi , secara lo kan lagi bunting tuh . “ ana memutar bola matanya , mendengar ucapan yang tidak - tidak sahabat nya .


Saat ini ana sudah berada di rumah nya , lebih tepat nya di kamar nya , setelah Alvin memaksa ana untuk pulang dan beristirahat di rumah , tidak lupa Alvin juga meminta sahabat dari wanita nya untuk menemani ibu dari calon penerusnya dengan bayaran yang cukup besar . Padahal tanpa di minta atau pun di bayar Alvin pun , vini pasti akan menginap dan menemani bumil yang di tinggal sendiri di rumah .


“ Sekarang gue harus apa dong vin ? “ ujar ana dengan menghela napasnya berkali-kali . Ana sendiri masih bingung dengan keputusan yang diambil ayah nya , alih-alih ayah nya memberi pelajaran pada Alvin , ayahnya malah meminta sang atasan untuk membawa dirinya pergi jauh .


“ Sekarang lo harus tidur lah , kalo lo belum siap berbagi cerita ma gue . Lagian kurang bagus juga lo tidur terlalu larut , apalagi kondisi lo lagi bunting gini . Nanti kalo ada apa - apa sama lo , bapak nya si cebong yang ada di perut lo itu nuntut gue , pea . “ ana mendengus kesal mendengar jawaban menohok sahabat nya .


“ Lo nyindir gue , atau bagaimana ? “ sungut ana . Sebenarnya ana faham , maksud dari sahabat nya itu tengah meminta penjelasan tentang kehamilan dadakan nya . Secara , yang sahabat nya ketahui dirinya itu masih virgin meski telah bersuami .


Sejujurnya ana belum siap bercerita perihal kehamilan nya , sementara ana sendiri masih terlalu syok dirinya di nyatakan hamil . ’ Maafin gue vin , gue belum siap dan belum mampu bercerita atas kesalahan yang sudah gue buat . ’ batin ana


“ Emang lo ngerasa ke sindir dengan ucapan gue ? padahal gue kan cuma mau ngingetin lo yang tengah bunting , emang dasar orang bunting tuh sensitipan banget dah . “ vini mulai sedikit kesal , karena ana belum ada inisiatif cerita bagaimana dirinya bisa hamil anak atasan nya .

__ADS_1


“ Udah ah gue balik aja , dari pada disini gak dianggap manusia oleh sahabat satu - satunya yang ku punya di muka bumi ini . Kan sakit nya tuh di sini , Hasanah anaknya bapak Hasanuddin . “ rajuk vini , dengan menunjuk ke arah dadanya .


“ Ya udah sono lo balik , gue do'a in di jalan lo ketemu sama Mbah kunti yang lagi jajan sate . Satu lagi , serahin uang 10 juta yang di kasih pak Alvin ke gue , kan lumayan uang nya buat beli gacoan tuh . Masa kerja kagak , uangnya lo masukin kekantong . Kan mubazir itu , mending uang yang dari bapak nya si utun buat emak nya si utun . “ timpal ana .


“ Dasar teman laknat , gue do'ain lu tidak akan pernah lepas dari bapak nya si kecebong yang ada di dalam perut lu . “ sungut vini , kemudian memejamkan matanya .


Ana sampai geleng-geleng kepala , melihat tingkah absurd sahabat nya , sungguh kekonyolan sahabat nya bisa membuat ana sedikit melupakan masalah nya . Setelah vini memejamkan matanya , ana memilih beranjak dari ranjang nya menuju ke arah balkon yang ada di kamar nya .


Di Balkon , ana tengah meratapi nasibnya . Sungguh ana sangat merutuki kebodohan nya menikah dengan laki-laki seperti Juna , tidak hanya itu saja penyesalan terbesar ana , tapi juga karena rasa sakit nya pada sang suami, ana sampai berbuat nekat dengan memberikan kehormatan nya pada laki-laki yang bukan muhrim nya “ kenapa nasib pernikahan ku tidak se cemerlang karir ku . Coba kalo waktu bisa di putar kembali , gue lebih memilih jadi perawan tua saja . Dari pada menikah , tapi di khianati dan berakhir dengan perpisahan seperti ini . “ keluh ana .


Sesuai ucapan nya , setelah mengantarkan ana pulang , Alvin langsung kembali ke rumah sakit untuk menggantikan ana menunggu calon ayah mertua nya di ruang rawat nya . Karena rasa canggung nya , begitu sampai di ruang rawat calon ayah mertua nya , Alvin langsung membaringkan tubuhnya di sofa dengan pura-pura memejamkan matanya .


Alvin tahu , saat ini kedua orang ana tengah memperhatikannya . Itu sebabnya Alvin yang memang orang nya kaku kaya kanebo kering , langsung memejamkan matanya begitu masuk ke ruang rawat calon ayah mertua nya . Alvin sendiri masih bingung , ingin berbicara apa pada mereka , Alvin takut salah bicara dan berujung penarikan restu yang sudah Alvin dapatkan .

__ADS_1


“ Mas kamu yakin dengan rencana kamu yang akan mempercayakan putri kita hidup dengan pria seperti itu ? Lihat saja orang nya kaku gitu , pasti putri kita hidup nya akan monoton dan cepat bosan seandainya hidup dengan nya . “ ucap bunda dengan terus memperhatikan Alvin .


Ayah geleng-geleng kepala mendengar komentar sang istri , istrinya belum tahu jika laki-laki yang sedang memejamkan matanya itu begitu mengeluarkan suara tegas nya . Dia akan terus berbicara tanpa henti , sebelum puas mendengar jawaban dari lawan bicara nya .


“ Sudah lah Bun , aku yakin laki-laki ini suatu saat bisa memberi kebahagiaan buat putri kita . “


“ Kenapa mas terlihat sangat yakin sih dengan laki-laki ini , padahal mas baru sekali bertemu dengan laki-laki ini loh . Mas ingat saat anak kita mengenalkan laki-laki kurang ajar itu , mas juga langsung memberi restu , padahal saya sudah bilang jika ada sesuatu yang tidak beres dengan laki-laki itu , tapi mas tetap memberi restu dan mendukung hubungan ana dengan laki-laki itu . Harus nya , mas belajar dari pengalaman yang lalu , jika sesuatu itu harus di pikirkan secara matang - matang , bukan dengan tergesa-gesa seperti ini . “ tutur bunda .


“ Lalu bagaimana penilaian kamu mengenai laki-laki ini dewi ? “


“ Memang sih , aku tidak menemukan cela pada laki-laki ini . Aku lihat laki-laki ini sangat bertanggung jawab , dia juga terlihat sangat mencintai putri kita , hanya saja aku tidak sreg dengan keputusan tergesa-gesa mas . “


’ Waduh gawat , jika seandainya ayah mertua terpengaruh dengan ucapan ibu mertua , bisa gagal aku hidup bersama dengan ibu dari penerus ku . ’ batin Alvin , saat mendengar percakapan kedua orang tua ana .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2