
“ Mommy , yuk kita periksa kandungan lagi ! daddy sudah pastikan , rumah sakit yang akan kita datangi benar-benar aman buat mommy . “
Alvin kembali mengajak ana untuk kembali memeriksakan kandungan nya , setelah tiga hari yang lalu gagal total karena sikap posesif alvin . Alvin masih sangat penasaran dengan jenis kelamin anaknya yang di dalam perut ana , terlebih alvin belum sekalipun mengantarkan ana periksa kandungan sampai kehamilan ana mau jalan 6 bulan .
’ Palingan juga dapat rumah sakit nya yang jauh dari jangkauan , dia kan posesif nya gak ketulungan . ’ batin ana .
“ Lain kali aja deh periksa kandungan nya , nanti ujung-ujungnya gak jadi lagi . Mendingan juga tiduran di gazebo ini , lagian bapak mau nanti mobil nya di kotorin sama muntahan aku lagi ? “ tolak ana .
Yah waktu itu , ana benar-benar membuat mobil alvin bau dan kotor karena muntahan ana , tapi yang ajaib nya si pemilik mobil sama sekali tidak merasa marah atau pun jijik dengan muntahan ana , padahal muntahan ana pun tidak hanya di mobil mewahnya melainkan di bajunya juga terkena muntahan . Memang pada awal nya alvin merasa kesal , tapi saat melihat wajah pucat ana , rasa kesal alvin sirna malah berganti menjadi rasa bersalah karena sudah membuat ana seperti tak berdaya seperti sekarang ini .
Bahkan sampai rumah pun , wajah ana malah semakin terlihat pucat karena saat dalam perjalanan pulang ana terus menerus mengeluarkan isi perutnya sampai keluar cairan bening nya . Untung nya sampai rumah , ana tidak lagi mengeluarkan isi perutnya sehingga sakit ana tak berkepanjangan .
“ Tenang saja mommy , daddy sudah sediain banyak kantong kresek kalo mommy mau muntah . “ balas alvin dengan memperlihatkan satu bungkus kantong kresek di tangan kirinya , sedangkan tangan kanannya alvin membawa satu ransel tas berukuran sedang .
“ Daddy juga bawa baju ganti buat daddy sama sama mommy , seandainya nanti bajunya terkena muntahan mommy lagi . Jadi tidak ada alesan lagi mommy menolak ajakan daddy untuk memeriksakan kondisi anak kita , karena daddy sudah mempersiapkan semua nya . “ dengan semangat 45 alvin menunjukkan barang - barang yang sudah di siapkan marni untuk perjalanan ke rumah sakit .
Ana geleng-geleng kepala melihat barang bawaan yang ada di tangan alvin . “ tapi aku masih lemas pak , jadi maaf lain waktu saja yah kita perginya . Lagian bapak gak capek pulang kerja langsung berangkat ke rumah sakit ? “ tolak ana sekali lagi .
“ Plis mau yah mommy , lagian daddy masih wangi kok belum mandi juga . “ alvin sedikit memaksa , saking antusiasnya alvin ingin mengetahui jenis kelamin calon penerus nya . Sebenarnya jenis kelamin apapun alvin akan tetap menerima dan menyayangi calon penerus nya , hanya saja alvin sedikit berharap calon anaknya berjenis kelamin perempuan , pasti jika anaknya berjenis kelamin perempuan anaknya akan sangat cantik dan imut seperti ibunya .
__ADS_1
Melihat alvin sangat antusias , ana pun akhirnya luluh dan mau di ajak untuk memeriksakan kondisi bayinya . “ apa gak masalah keluar mau menjelang magrib pak ? bapak gak pernah dengar mitos jika wanita hamil itu sangat bahaya dan riskan bepergian di waktu menjelang magrib seperti sekarang ? “ sebenarnya ana gak terlalu mempercayai mitos seperti yang sering dia dengar dari bunda nya , saat ana masih berada di luar rumah atau lebih tepat nya di balkon kamar nya . Hanya saja , ana pun sebagai calon ibu tidak ingin terjadi sesuatu apapun pada calon anaknya , mau tidak mau dan percaya tidak percaya ana pun mengikuti larangan - larangan orang hamil .
" Emang iya mommy , ada mitos seperti itu ? “ alvin seperti nya mulai terpengaruh dengan ucapan ana , lebih tepat nya alvin tidak ingin terjadi sesuatu apapun pada calon penerusnya jika benar mitos seperti itu ada . “ tapi kok mommy sekarang masih berada di luar saja bukan nya masuk ke dalam , sekarang mommy masuk ! periksa kandungan nya habis makan malam saja , tapi kalo malam pun orang hamil di larang keluar , bisa besoknya kita ke dokter . “ alvin benar-benar menelan mentah-mentah ucapan ana , ana pikir alvin termasuk seperti dirinya yang tidak terlalu percaya dengan mitos yang biasa sebagian masyarakat dulu percayai , ternyata di luar dugaan nya .
’ Kenapa jadi kaya gini sih ’
“ Tuan alvin gak jadi bawa non ana periksa kandungan ? “ tanya marni , saat akan mengantarkan jaket kulit berwarna hitam milik alvin .
“ Besok siang saja marni , kata ana orang hamil di larang keluar di waktu menjelang magrib seperti ini . “ balas alvin dengan terus membawa ana masuk ke dalam kamar , tapi saat sampai tangga alvin mendengar suara bel rumah nya berbunyi . “ marni bukain pintunya . “ pinta alvin tanpa menghentikan niatnya membawa ana ke dalam kamar .
Ting
“ Baik tuan . “ marni pun melangkah kan kakinya ke arah pintu .
Cek lek
Marni melebar kan matanya saat melihat siapa tamu yang datang , tapi yang membuat marni lebih syok lagi adalah laki-laki yang bersama kedua majikan nya , laki-laki yang membuat marni memutuskan untuk menikah di usia nya yang baru menginjak 19 tahun , laki-laki yang sudah menghilang saat marni di ketahui hamil . ’ Nyonya besar , tuan besar , mas _____ ’ batin marni dengan melangkah mundur , saking syoknya melihat sosok laki-laki yang telah meninggal kan nya 6 tahun lalu .
Yang datang ke rumah alvin adalah nyonya alexa , tuan arya serta alvaro kakak dari alvin .
__ADS_1
“ Kenapa kamu terlihat sangat kaget melihat kedatangan kita , apa wajahku dan suami ku terlihat seperti hantu yah ? “ kelakar nyonya alexa saat melihat marni sangat kentara syoknya .
“ Mami salah , nika syok karena melihat putra kita . Mungkin nika baru pertama kalinya melihat sosok varo , tahu sendiri anak kurang ajar ini baru kembali dari Belanda setelah di tinggal menikah . “ timpal pak Arya .
Nyonya alexa serta tuan Arya selalu memanggil marni dengan sebutan nika , sama seperti bi minah memanggil marni dengan sebutan nika , karena nama kepanjangan marni adalah marnika.
Sementara varo sendiri menatap marni dengan tatapan yang tidak bisa di artikan . “ silahkan masuk nyonya besar , tuan besar . “ balas marni tanpa mempersilakan varo sekalian , marni pun terus menundukkan kepala nya tanpa sudi melihat sosok laki-laki yang pernah mengisi seluruh isi hatinya .
“ Bapak tuh apa - apaan sih , yang tadi saya omongin tuh cuma mitos doang , kenapa bapak langsung percaya gitu aja sih . Hayu sekarang aja kalo mau periksa kandungan , beneran pak tidak akan terjadi apa - apa dengan aku dan anak kita , lagian ada bapak juga kan yang mengantar . “ ujar ana dengan lantang
Ana dan alvin sama sekali tak menyadari jika di bawah begitu banyak pasang mata yang mendengar perdebatan mereka berdua .
“ Tidak mommy , daddy sudah searching jika perkataan mommy mengenai mitos itu benar adanya , daddy juga sudah baca bahayanya perempuan hamil keluar menjelang magrib seperti ini . Jadi dari pada membahayakan anak kita dan juga mommy , lebih baik kita undur jadwal nya menjadi besok siang . “ kekeh alvin .
Tentu saja orang - orang yang mendengar nya sangat kaget dan syok , terlebih saat melihat perut ana yang terlihat sudah menonjol , meski posisi ana masih di atas atau lebih tepat nya masih di atas tangga .
“ Alvin “ panggil tuan Arya dengan lantangnya .
Bersambung ,,,,,
__ADS_1