
“ Terimakasih nak Alvin , Om sudah banyak merepotkan nak Alvin , pekerjaan nak Alvin juga sampai keteteran karena nungguin Om di rumah sakit . “ tutur bunda , saat Alvin benar-benar mengantarnya sampai rumah dengan selamat .
Sikap bunda pada Alvin , sedikit melunak setelah melihat perhatian yang Alvin berikan pada putri nya . Bunda juga bisa melihat , betapa Alvin sangat berbeda dengan mantan menantu laknatnya .
Sementara pak Adam dan Ibu Syarifah langsung masuk ke kamar yang biasa mereka tempati jika menginap di rumah pak hasan Putra nya . Sedangkan ana terlihat malu - malu untuk mengucapkan rasa terimakasih nya pada atasan , terlebih ada kedua orang tuanya .
Tapi ana akan mengucapkan rasa terimakasih nya pada atasan nya setelah kedua orang tuanya masuk ke kamarnya dan memberinya kesempatan untuk bicara berdua dengan atasan nya atau bapak nya si utun , karena ana pun akan membicarakan hal penting pada Alvin .
“ Bun , apa gak sebaik ayah di bawa ke kamar untuk istirahat . “ pinta ana , berharap kedua orang tua mengerti dan peka jika ana perlu bicara berdua dengan bapaknya si utun .
Bunda yang mengerti maksud dari putri nya pun memberi kode dengan mengangkat jempolnya pada ana untuk meninggal mereka berdua , mungkin putri nya dengan atasan nya perlu bicara mengenai calon cucunya . “ ana benar mas , seperti nya mas harus masuk ke kamar untuk beristirahat . Lagian Mama sama Ibu yang tidak sakit saja langsung masuk ke kamar karena mereka lelah , masa mas yang sakit malah masih diluar . “ alasan istri nya ternyata cukup masuk akal , sehingga pak hasan mengurung kan niat nya untuk membahas kelanjutan rencana yang akan dia ambil .
“ Ya sudah ayah istirahat dulu , terimakasih nak Alvin sudah mau menghabiskan waktu berharganya dengan menjaga dan banyak membantu keluarga Om , terutama Om pribadi . “ ucap tulus pak hasan pada Alvin .
__ADS_1
“ Ana nanti anterin nak Alvin , jika nak Alvin ingin pulang . Om masuk dulu , sekali lagi terimakasih nak Alvin . “ pesan pak hasan sebelum berlalu masuk ke dalam kamar nya dengan istrinya .
Melihat kedua orang tua dari wanita nya masuk ke kamarnya , Alvin beranjak untuk pindah duduk nya agar lebih dekat dengan ana . “ bagaimana keadaan calon penerus ku di dalam sini ? “ ujar Alvin dengan memegang kemudian mengelus bagian perut ana .
Sejenak entah mengapa ana seperti terhipnotis dengan sentuhan lembut yang Alvin berikan , seolah si utun yang masih di dalam perutnya begitu menginginkan sentuhan dari tangan laki-laki yang sudah menyumbangkan air ajaib nya di rahim ana . Tapi setelah sadar pun ana membiarkan tangan Alvin mengelus perutnya yang masih rata , anggap saja ini sentuhan yang pertama dan terakhir untuk laki-laki yang sudah memberikan benihnya .
Alvin tentu saja tersenyum senang , saat ana membiarkan dirinya menyentuh bahkan mengelus perutnya . Mungkin jika ana sudah menjadi milik nya , tidak hanya perut ana yang akan Alvin pegang dan elus - elus . Tapi _____ ya sudah lah sabar dulu , ana tidak menolak sentuhan nya pun Alvin sudah cukup bahagia .
“ Terimakasih , karena pak Alvin mau menggantikan aku menjaga ayah di rumah sakit . “ ucap ana .
“ Sesuatu apa itu pak ? “
“ Ana bisakah kamu mulai berhenti bekerja saja . Meskipun kamu bekerja di bawah pengawasan ku , tetap saja aku khawatir kamu akan kelelahan dan calon penerus ku akan marah padaku sebagai deddy nya karena membiarkan mommy nya bekerja . “ ana mengernyit kan dahinya , mendengar ucapan ngaco atasan nya dan masih membiarkan tangan Alvin berada di atas perutnya .
__ADS_1
“ Lagian sebentar lagi juga kamu akan menjadi istriku dan akan hidup dengan ku , jadi tak perlu lah kamu bekerja lagi . Karena aku akan menjadi kan mu Ratu di hidup ku , aku akan menjamin kehidupan dan kebahagiaan kamu dan anak-anak kita nanti , jadi jangan khawatir tentang hal itu .
Setelah kita menikah , apa kamu bisa hidup jauh dari kedua orang tua kamu ? jika bisa , aku akan memboyong mu ke Eropa untuk sementara tinggal di sana . Tapi seandainya kamu tidak mau jauh dari orang tua kamu , untuk sementara kita bisa tinggal di Paviliun dengan Opa , tempat nya berada di daerah pegunungan . Opa pasti akan senang seandainya kita tinggal bareng Opa di sana , terlebih kamu itu cucu menantu yang Opa ingin kan . “ ana tercengang mendengar banyak nya keinginan Alvin untuk masa depan nya , bahkan Alvin sama sekali tak mau mendengar pendapat nya , seolah Alvin tahu jika ana pasti akan menolak semua impian nya .
“ Kenapa malah pak Alvin yang menentukan jalan hidup ku , lagian siapa juga yang ingin menikah dan hidup bersama pak Alvin . Masalah dengan mas Juna saja sudah membuat kepala ku ingin pecah , pak Alvin malah membicarakan masalah pernikahan di saat pernikahan ku dengan mas juna saja belum ada titik terang nya . “ dengan berat hati ana mematahkan keinginan Alvin padanya .
“ Pak Alvin , sebenarnya ada yang ingin aku omongin sama bapak , itu sebabnya aku mengisyaratkan pada kedua ku agar meninggal kita berdua di sini . Jadi gini pak setelah aku pikir matang - matang masalah yang ku alami ini , pak Alvin sama sekali tidak bersalah dan tidak harus bertanggung jawab atas anak yang ku kandung ini . Memang benar anak yang ku kandung ini darah daging pak Alvin , karena aku hanya melakukan nya dengan satu orang. Tapi anak ini ada karena kebodohan ku dan kecerobohan ku yang tidak berpikir dengan akibatnya setelah nya . Jadi aku putuskan akan menggugurkan anak dalam kandungan ku , aku tidak ingin pak Alvin mendapat masalah karena anak yang ku kandung ini . “ terang ana dengan hati - hati .
Mendengar penuturan ana , wajah Alvin yang awalnya terlihat bahagia seketika berubah menjadi merah karena menahan emosi . Sungguh di luar perkiraan Alvin , wanita yang tengah mengandung benihnya bisa berpikiran pendek , wanita yang tengah mengandung benihnya dengan lancar nya berkata akan menggugurkan calon penerus nya . Lebih baik Alvin mendengar penyangkalan tentang anak yang di kandung ana , dari pada mendengar kata menggugurkan atau melenyapkan penerus nya dari mulut wanita yang tengah mengandung benihnya .
Karena tidak ingin menumpahkan segala emosinya pada wanita yang tengah mengandung penerus nya , meski wanita tersebut tidak menginginkan kehadiran penerus nya , Alvin memilih pergi begitu saja dengan menahan kekesalan nya .
Ana menatap nanar kepergian Alvin , ana sadar sudah membuat Alvin marah dan kecewa , tapi mungkin ini jalan yang terbaik . Ana tidak ingin melibatkan Alvin dalam masalah peliknya , biarlah semua masalah yang terjadi ana tanggung sendiri , ana sadar masalah itu ada karena kurangnya rasa dewasa ana jika melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang .
__ADS_1
“ Maafin mommy , mommy terpaksa memisahkan mu dari daddy mu .
Bersambung