
“ Vin , bisa kita pergi sebentar ke perusahaan Maladewa ? Nanti setelah dari sana , kita cari bebek goreng yah . “ vini sampai menghentikan langkah nya , saat mendengar permintaan dari sahabat nya .
“ Lo tadi bilang apa , mau ke perusahaan Maladewa . Mau apa lo kesana ? tapi tunggu deh , bukan nya perusahaan Maladewa tuh tempat dulu lo kerja yah ? jangan - jangan lo sekarang sedang merindukan pak Alvin , bapak dari cebong yang ada di dalam perut lo lagi ? “ cerocos vini .
****
“ Ana , kita masih lama di sini nya ? Ana , lo gak denger apa perut gue teriak - teriak terus tau . “ sungut vini dengan wajah di tekuk .
Vini akhirnya mengalah dan mengikuti keinginan ana untuk pergi perusahaan Maladewa , vini tidak ingin nanti calon keponakan nya ngeces seperti yang ana jelas kan karena tidak di ikuti keinginan nya .
“ Maklumin ya mas , bumil nya lagi mode ngidam pengen ketemu bapak nya si utun . Biasa mas , emaknya yang kangen tapi numbalin anaknya . Tapi tenang aja mas , bayaran mas nanti temen saya tambahin kok . “ seronok vini pada supir taksi nya .
“ Ea mba tenang saja , mau mbak nya sampai subuh di sini juga aku akan tetap menunggu . “ balas supir taksi nya .
’ Si bos mana yah ? kok dia belum keluar - keluar , emang nya si bos gak kasian sama Nona ana . Apa si bos masih di kantor pusat dan belum sampai yah ? ' batin supir taksi nya .
Tanpa sepengetahuan ana dan vini , taksi yang membawa mereka adalah orang suruhan Alvin yang bertugas menjaga sekitaran rumah ana .
Saat ini , ana benar-benar mengajak vini ke perusahaan Maladewa . Tapi tidak masuk kedalam hanya di parkiran saja , ana gak berani masuk ke dalam , ana hanya berani mengintai dari dalam mobil menggunakan teropong yang dia beli di jalan .
__ADS_1
“ Lagian kalo lo kangen sama pak Alvin , tinggal masuk saja ke dalam mumpung kantor udah sepi , ini lo malah memilih menunggu di parkiran seperti ini , kapan nyari makan nya coba kalo lo mau terus jadi penguntit pak Alvin sepanjang malam , kenapa gue merasa lo seperti istri yang tengah mengawasi suaminya agar tidak kecantol pelakor yah . “ cerocos vini .
Ana sama sekali tidak menghiraukan ocehan sahabat nya , ana tetap fokus dengan teropong nya . Ana membayangkan saat Alvin keluar dari kantor , Alvin melepas jas yang dia kenakan dan meletakkan jas tersebut di lengan nya , serta menggulung lengan baju nya keatas . Pasti sangat keren dan macho , entah kenapa , ana sangat sangat ingin melihat Alvin berpenampilan seperti itu .
“ Nunduk - nunduk , seperti nya ada yang keluar . “ ujar ana dengan panik dan langsung menundukkan kepalanya , saat melihat bayangan orang keluar dari kantor , tapi ana sendiri pun belum melihat dengan jelas siapa gerangan yang akan keluar .
“ Tutup saja Nona kaca mobilnya , soal nya kaca mobilnya tembus pandang kok . “ ujar supir taksi nya .
“ Tau bikin panik aja sih lo , padahal tujuan kita kesini karena ingin bertemu atau melihat pak Alvin doang , tapi saat orang nya muncul malah di suruh ngumpet . “ sungut vini tapi vini malah ikut - ikutan pula bersembunyi seperti sahabat nya .
“ Kaca nya sudah aku tutup , Nona - Nona duduk saja seperti biasa tanpa perlu bersembunyi lagi . “ ujar supir taksi nya .
“ Astagfirullah ana , cuma gitu doang reaksi lo . Padahal gue sampai rela kelaparan , karena ingin memenuhi ngidam lo yang mau ketemu sama pak Alvin . Lo itu beneran ngidam atau cuma mau ngerjain gue doang sih ? “ cerocos vini dengan mengelus dadanya .
Di luar dugaan , ana malah menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang habis di marahi ibunya saat vini ngomel - ngomel seperti tadi . “ Huaaa , Lo jahat banget sih vin . Gue kan beneran pengen ketemu banget sama pak Alvin , bukan bermaksud mau ngerjain lo . Lo gak tau sih rasanya jadi gue vin , Udah penampilan pak Alvin tidak sesuai dengan harapan aku , lo malah marahin gue lagi . “ ujar ana di sela tangisan nya .
Vini yang awalnya kesal , kini malah terlihat menahan tawanya setelah mendengar ungkapan sang sahabat yang terdengar menggelikan . “ Emang lo pengen lihat pak Alvin berpenampilan seperti apa ? Pak Alvin memakai kostum badut atau kostum barbie yang ingin lo lihat ? perasaan pak Alvin kan memang selalu berpenampilan rapi seperti itu . “ tutur vini dengan wajah merah karena terus menahan tawa nya yang hampir meledak .
“ Emang Nona pengen lihat bos berpenampilan seperti apa ? “ sahut supir taksi nya .
__ADS_1
“ Perasaan mas dari tadi manggil kita Nona - nona terus kaya kita majikan mas aja sih . Mas juga tadi manggil pak Alvin bos , emang mas nya kenal sama pak Alvin ? “ sahut vini .
“ Nona - nona kan konsumen saya , jadi saya harus memperlakukan nona - nona layak nya raja atau ratu . “ balas supir taksi nya .
Tanpa di sadari ketiga orang yang berada di dalam mobil , Alvin ternyata sudah di dekat mobil dan mengetuk kaca mobil yang di tumpangi ana dan vini .
“ Tok _ Tok . “
Alvin sengaja mengetuk kaca yang di samping kemudi , agar ana tidak curiga jika dirinya sudah tahu siapa yang berada di dalam mobil . “ Jangan di buka ! saya tidak mau pak Alvin tahu , saya yang berada di dalam mobil ini . “ pinta ana pada supir taksi nya .
Karena tidak ingin ana curiga , supir taksi nya pun tidak membuka kaca mobil nya dan membiarkan sang bos terus mengetuk kaca mobil di sebelah kemudinya . ’ Si bos pasti marah nih , karena tidak langsung membuka nya . Tapi nanti Nona ana dan teman nya bisa curiga kalo aku orang suruhan bos , tadi aja temannya non ana sudah sedikit curiga . ' batin supir taksi nya .
“ Hey buka ! kalian penyusup , malam - malam berada di area kantor ? mau aku panggilin polisi biar sekalian kalian di gelandang ke kantor polisi . “ gertak Alvin dengan sedikit menahan tawanya agar ana mau keluar dengan sendirinya .
“ Ana mending kita keluar , dari pada pak Alvin lapor polisi karena mengira kita penyusup di perusahaan nya . “ saran vini ternyata berhasil membuat ana sedikit takut juga .
Ana bimbang , satu sisi ana tidak ingin Alvin sampai melapor ke polisi , sisi lain nya ana juga ingin sekali melihat wajah laki-laki yang sudah membuat nya hamil.
Bersambung
__ADS_1