
“ Emang ada kabar apa sih , sampe lo serius kaya gitu ? “ akhirnya ana mengalah dan lebih dulu mendengarkan kabar yang akan di sampai kan sang sahabat .
“ An , lo tahu mantan suami lo sekarang di tangkap polisi gara-gara di laporkan istrinya yang sekarang ? _____ “ ujar vini .
“ Sumpah Demi apa lo , mas juna di laporin angel ke polisi ? tapi jangan - jangan itu cuma berita hoax kali , lagian mana mungkin angel sampai ngelaporin mas juna ke polisi , dia kan ngerebut mas juna dari gue katanya cinta . “ ana sempat syok sebentar mendengar sang mantan masuk bui , hanya sebentar selebihnya ana pun terlihat biasa saja .
“ Tapi ya sudah lah , mas juna sudah bukan siapa-siapa nya gue ini . Dia mau masuk penjara atau mau masuk ke lubang buaya sekali pun , gue udah gak mau tau dan gak perduli . Udah ah gak usah ngebahas laki-laki itu lagi , gak penting . Karena ada yang jauh lebih penting , sekarang juga lo beliin gue mie ayam yang ada di dekat kantor lama gue titik dan harus mau tidak ada penolakan atau pun alasan . “ pinta ana dengan memaksa .
Di sebrang telepon , vini mendengus kesal mendengar permintaan sang sahabat . Tujuan vini menghubungi sang sahabat karena ingin memberitahu berita penting padanya , tapi ujung-ujungnya malah di repotin . “ Kenapa gak minta sama laki-laki yang membuat mu seperti itu sih . Tapi baik lah nanti gue cari mie ayam nya , kalo masih ada berarti masih rezeki lo . Lo kan tahu mie ayam di sana rame banget pengunjung nya , apalagi ini sudah jam 8 malam . Atau gini aja , lo sekali - kali keluar kek dari istana pak Alvin . Emang lo gak bosen gitu , uplek - uplek di dalam rumah terus ? kalo gue jadi lo , mungkin gue bakalan shopping tiap hari “ meski kesal , vini tetap menuruti permintaan sang sahabat . Vini pun acapkali meminta sang sahabat untuk sesekali menghirup udara di luar rumah , vini hanya takut sang sahabat akan merasa bosan dan berakibat pada kandungan nya .
“ Gak ah , lo kan tahu alasan kenapa gue selalu berada istana tanpa sangkar ini . “ ana akan selalu menjawab seperti itu , seandainya vini mengajaknya keluar .
Ana pernah bercerita alasan kenapa ana jarang bahkan tidak pernah keluar dari istana alvin pada sang sahabat , selain ana lebih nyaman berada di dalam rumah , ana pun terlalu malu pada khalayak , jika tahu kondisi ana seperti apa . Terlebih ana pun takut bertemu dengan paman - paman ana , atau pun bertemu dengan sang mantan suami .
“ Emang lo gak merasa bosen gitu ? secara dunia lo sekarang hanya sekitaran buku - buku lo sama ponsel pintar lo . “ balas vini .
“ Yang penting gue nyaman ngejalaninnya . Justru yang membuat gue bosen itu lo , gue bosen lo selalu minta gue untuk keluar padahal gue aja yang ngejalanin nya biasa aja . Udah ah cepetan lo beliin ! nanti anterin kesini yah . Bukan nya lo penasaran sama tempat tinggal gue dan lo juga pengen ketempat yang menjadi favorit gue selama gue tinggal disini , nanti gue anterin tapi tidak untuk menginep disini yah . Soalnya rumah nya bukan punya gue , melainkan milik bapak nya anak gue . Udah ah gue tutup , nanti lo gak jalan - jalan . “ setelah menjawab panjang lebar , ana pun memutuskan panggilan telepon nya dengan sang sahabat .
__ADS_1
“ Sebenarnya tanpa lo mendorong gue untuk menghirup udara luar pun , gue sangat pengen keluar rumah dengan bebas . Tapi gue terlalu malu dan terlalu kotor menampakkan diri kehadapan khalayak ramai , karena gue sudah hamil dari laki-laki yang bukan suami gue . “ gumam ana dengan terus menghela napas panjang .
Kala ana merenungi nasibnya , suara ketukan pintu kamar ana membuyarkan lamunan ana .
Tok
Tok
Tok
“ Makasih mbak marni . “ ana pun langsung melenggang menemui tamu yang di maksud mani .
“ Tumben banget dia terlihat senang , biasanya juga jutek atau manyun saat al datang , apalagi tadi kan habis marah - marah gara-gara mie ayam nya aku ganti . “ gumam mani , saat melihat perubahan ana .
Sampai di ruang tengah , raut wajah ana langsung berubah masam . Ana pikir orang yang di maksud mani adalah sang sahabat , ternyata yang datang laki-laki yang sudah menghamili nya . “ gue kira si vini yang datang bawa mie ayam yang gue mau . “ gumam ana .
Menyadari kehadiran ana , Alvin pun langsung mendekati dan membawa ana untuk duduk di kursi yang sama dengan dirinya . “ Silahkan mommy duduk dulu , daddy bawa sesuatu buat mommy , Ini dia . “ Alvin menyodorkan satu kantung plastik yang dia beli saat pulang dari kantor .
__ADS_1
Ana menyipitkan matanya saat melihat plastik yang berlogo mie ayam yang dia mau . “ kok _____ “ ana heran , kenapa Alvin bisa membeli mie ayam seperti yang dia mau , kalo saja tahu Alvin akan membawakan , ana tidak susah - susah memesan pada vini untuk membawa nya .
’ Ana pasti heran , kenapa gue tahu apa yang dia inginkan saat ini . Untung saja gue ketemu sahabat nya , jadi gue bisa tahu apa yang dia ingin makan saat ini . Kalo nunggu ana minta sama gue , seperti nya sampai lebaran monyet pun ana tidak akan mengatakan nya padaku . ’ batin Alvin .
’ Ambil tidak yah mie ayam nya ? kalo di ambil mie ayam yang gue pesen sama si vini nanti gak di makan . Tapi kalo gak di ambil , rasanya gue sudah ngiler banget . ’ batin ana .
“ Ini mie ayam nya gak suka atau bagaimana mom ? kalo gak suka , biar daddy kasih marni saja . “ tanya Alvin , karena ana sama sekali belum menerima atau pun menolak pemberian nya .
“ Jangan dong , bapak beli mie ayam ini buat ku kan . “ ana pun langsung menyambar kresek yang berlogo mie ayam yang dia ingin kan saat ini di tangan Alvin dan membawanya ke dapur . Tapi saat ana baru melangkah beberapa langkah , Alvin memanggilnya .
“ Biar daddy yang ambil piring sama sendoknya , mommy duduk manis saja di sini . “ pinta Alvin dengan mendahului langkah ana menuju dapur .
“ Ini dia mangkoknya , sini daddy buka mie ayam nya . Biar daddy yang siapkan . Khusus malam ini dan selanjutnya daddy yang akan melayani mommy , jadi seandainya mommy menginginkan sesuatu , mommy bilang saja pada daddy jangan malah minta sama sahabat mommy . “ tandas Alvin .
’ Kenapa pak Alvin bilang seperti itu , emang pak Alvin tahu kalo gue nyuruh vini untuk membeli kan mie ini . Tapi masa sih si vini yang mengatakan semua ini pada pak Alvin , kayanya setahu gue baik Pak Alvin mau pun vini tidak sedekat itu deh . ’ batin ana .
“ Gak usah menduga - duga . Daddy tahu apa yang di ingin kan mommy atau pun yang di mau mommy , karena memang kita ini memang benar-benar di takdir berjodoh . “ timpal Alvin .
__ADS_1