
“ Dewi “
Bunda dan kakak perempuan yang tengah berbicara di bangku taman rumah sakit sama-sama menengok ke asal suara yang mendekatinya .
Melihat kedatangan kedua mertua nya , bunda dan kakaknya langsung berdiri dan menyambut kedatangan kedua mertua nya dengan ramah , meski bunda tahu Ibu mertua nya pasti akan membalas nya dengan berbicara ketus padanya . “ Kamu ini suami lagi sakit bisa - bisanya asyik ngobrol disini , bukan nya ngurusin suami kamu di dalam . “ ucap Ibu mertua .
’ Sudah ku duga , Ibu pasti akan menyemprot ku . Tapi kenapa di depan kak desi sih , kan aku jadi gak enak sama kak desi . ’ batin bunda .
“ Mama , Ibu gimana kabarnya ? “ sapa bunda dengan mencium tangan kedua mertua nya dengan ta ' zim . “ Mama sama ibu mau jenguk mas hasan ? tunggu sebentar dewi anterin kak Desi ke depan . “ tambah nya , tanpa menjawab ucapan meresahkan ibu mertua nya .
Di novel ini sebutan Mama untuk memanggil ayahnya , sedangkan panggilan ibu tetap memanggil ibu .
“ Ada mertua nya , kok lebih memilih nganterin orang yang lebih muda dan malah akan ninggalin mertua nya begitu saja , benar-benar kamu hasan salah memilih istri . “ balas ibu mertua dengan nada bicara ketus dan menohok .
' Untung sayang sama anaknya . ’ balas bunda dalam hati nya .
Saat bunda akan menjawab ucapan ibu mertua nya , desi kakak perempuan nya langsung mencegah nya dengan memegang punggung tangan adiknya . Bunda menengok pada kakaknya dan melihat kakaknya memberi isyarat gelengan kepala agar tidak menjawab ucapan ibu mertua nya . “ biar kakak pulang sendiri dew , kamu anterin Ibu sharifah sama pak adam aja ke ruangan hasan . “ desi lebih memilih mengalah dari pada adiknya mendapat masalah dengan kedua mertua nya .
. “ Kalo kamu mau anterin kakak kamu dulu , anterin aja dewi . Tidak usah menghiraukan ucapan syarifah , dia berbicara seperti itu hanya sedang mengkhawatirkan keadaan hasan . “ sahut pak adam , ayah mertua dari bunda seperti biasa menjadi penengah , agar menantunya tidak merasa terpojok dengan ucapan yang di lontarkan istrinya .
“ Tidak perlu pak adam ! ibu syarifah benar , tidak elok rasanya Dewi meninggal kan kalian hanya untuk mengantarku . “ cegah desi kakak perempuan bunda , kemudian beralih menatap adiknya yang terlihat tidak enak hati padanya . “ Dewi , kamu masuk aja ! anterin kedua mertua kamu ke ruangan hasan , kakak pulang dulu . “ pamit Desi pada adiknya . “ Pak adam , Ibu syarifah aku pamit pulang dulu . “ lanjut nya .
__ADS_1
Setelah kakak perempuan nya pulang , bunda langsung menggiring kedua mertua nya ke ruangan sang suami . “ silahkan ! mama , ibu langsung masuk aja . “ ucap bunda , saat sampai di depan ruangan sang suami .
“ Loh , emang kamu gak masuk sekalian . Kamu tuh dew , kalo gak mau merawat hasan yang sakit , biar ibu yang merawat hasan sampai sembuh , kalo perlu jangan kembali lagi sama istri gak becus kaya kamu . “ lagi - lagi ibu mertua nya , kembali melontarkan kata - kata pedas pada bunda .
“ Syarifah , niat kamu kesini mau menjenguk putra kita atau mau terus menyalahkan menantu kita ? kalo niat kamu sudah berubah , lebih baik kita kembali lagi ke rumah . “ tegur ayah mertua bunda , saat istrinya terus mencerca sang menantu .
Sedangkan bunda sendiri memilih diam tak menjawab ucapan pedas ibu mertua nya , karena bunda sudah sering mendapat kultum pedas dari ibu mertua nya , apalagi waktu masih tinggal satu atap dengan ibu mertua dan ayah mertua nya . Mungkin jika sang suami tidak mengikuti keinginan nya untuk pindah dari kediaman kedua orang tuanya , rumah tangga nya dengan sang suami tidak akan langgeng sampai sekarang .
“ Ayuk masuk mas . “ ucap ibu mertua , kemudian membuka pintu ruangan hasan di ikuti pak adam .
Cek lek
“ Hasan “ panggil ibu mertua .
“ Maaf dokter , apa hari ini Putra saya sudah di ijin kan pulang ? “ tanya ibu syarifah dengan heran , saat melihat seorang suster tengah melepas alat medis yang ada di tubuh pak hasan .
“ Pak hasan sudah di perbolehkan pulang . Tapi ingat pak hasan , kalo tidak ingin bertemu saya lagi di rumah sakit , semua keluarga nya tolong bantu jaga kondisi pak hasan dengan baik , pak hasan juga jangan terlalu memikul beban pikiran dulu . “ pesan sang dokter .
“ Kalo begitu saya keluar dulu . “ ujar sang dokter , kemudian keluar dari ruangan pak hasan di ikuti suster nya .
“ Bu , apa ibu di luar tidak melihat Dewi ? kenapa dewi lama sekali nganterin mba Desi nya . “ pak hasan langsung menanyakan keberadaan istrinya yang tak kunjung kembali ke kamarnya , padahal sudah lumayan lama istri keluar untuk mengantar kakak nya .
__ADS_1
“ Kamu itu hasan , yang di cari istri mu saja . Padahal ibu sama Mama datang jauh - jauh untuk melihat keadaan putra bungsu ku yang kembali masuk rumah sakit , karena istri nya gak becus ngurus suaminya . “ balas ibu Syarifah dengan mendekati ranjang pak hasan .
“ Bu , kalo ibu datang kesini hanya untuk merendahkan istriku , sebaiknya ibu tidak usah datang lagi . Lagian siapa bilang dewi tidak becus mengurus ku , ibu gak lihat sekarang tubuh ku sudah tidak seperti tengkorak hidup seperti yang kalian sematkan padaku dulu . “ bela pak hasan , saat istri nya mulai di rendah kan Ibu nya sendiri .
“ Sudah lah , kenapa kalian selalu berdebat sih kalo bertemu . Dewi ada di luar hasan , tadi pas kita masuk . “ sahut pak Adam dengan menengah - nengahi perdebatan antara istri dan putra bungsu nya .
Sebenarnya pak hasan itu anak yang paling sabar dan penurut di banding kelima saudara nya yang lain , tapi jika menyangkut masalah dewi istrinya , pak hasan tidak akan mentolerir nya termasuk kedua orang tuanya atau pun saudaranya yang lain .
“ Biar aku panggil kan Ibu dewi kemari . “ sela Alvin .
Pak Adam dan Ibu Syarifah sama - sama menoleh ke asal suara , pak Adam dan Ibu Syarifah pikir tidak ada orang lain lagi selain mereka bertiga . “ kamu siapa anak muda ? “ tanya pak Adam dengan heran .
“ Atasan ana . “ bukan Alvin yang menjawab , melainkan pak hasan .
Tentu saja jawaban dari putranya malah semakin bingung pak Adam dan juga Ibu Syarifah . Bagaimana tidak bingung mereka , sedang apa atasan dari cucunya berada di ruang rawat putranya . Sedangkan , ana dan suaminya sama sekali tidak terlihat . “ lalu cucu ku kemana ? perasaan Ibu belum bertemu dengan ana sejak sampai rumah sakit ini , ibu sangat merindukan cucu ke sayang, ibu . “ Ibu Syarifah malah menanyakan keberadaan ana dengan raut wajah yang berubah berbinar jika menyangkut tentang ana .
Ibu Syarifah sangat menyayangi dan menganggap ana itu cucu kecilnya , berbanding terbalik jika bersikap dengan ibu dari cucu kesayangan nya . “ Ibu itu bisa sangat menyayangi putriku , tapi kenapa ibu tidak pernah bersikap baik pada dewi , ibu yang melahirkan cucu kesayangan mu . “ keluh pak hasan , pada sikap Ibu nya .
“ Kamu ini hasan , Ibu itu sedang menanyakan cucu ku , bukan sedang membahas istri kesayangan kamu itu . “ balas ibu Syarifah yang tidak ingin mengalah .
Pak hasan mendengus mendengar jawaban dari Ibu nya , sedang kan pak Adam geleng-geleng kepala saja istri dan anaknya kembali berdebat dan tidak ada yang mau mengalah . Alvin sendiri memilih keluar , dari pada harus menyaksikan kembali perdebatan antara Ibu dan anaknya . “ Kalo gitu aku permisi dulu , mau memanggil Ibu dewi di luar . “ pamit Alvin .
__ADS_1
“ Tunggu anak muda ! “ Alvin menghentikan langkah nya , saat seseorang mencegah nya keluar .
Bersambung